
Setelah memastikan Angelina tertidur, pengawal yang berjaga langsung keluar dari kamar, lalu menyerahkan daftar bahan yang di tulis Angelina.
Gilang yang menerima daftar itu langsung membawanya pada Hendra.
"Tuan, Ini daftar bahan makanan yang diinginkan Angelina, besok pagi dia hendak memasak untuk suaminya." Ucap Gilang langsung membuat Hendra menatap pria itu dengan penuh tekanan.
Suami!!
Itu adalah kata haram!
Tapi Gilang tidak mengerti, jadi pria itu hanya diam saja.
"Mereka bukan suami istri!" Ucap Hendra membuat Gilang langsung menegang di tempatnya.
"Maaf, saya salah bicara," kata Gilang.
"Siapkan bahan makanan ini." Ucap Hendra mengejutkan Gilang.
'Apakah Tuan ingin membiarkan Angelina memasak untuk You?' pikir Gilang dalam hati, tapi pria itu tidak berani berkata apa pun lagi.
Dia hanya keluar dari ruangan Hendra lalu menyuruh orang-orangnya untuk melakukan perintah Hendra.
__ADS_1
Dan akhirnya, pada pagi hari, Angelina bangun cepat, lalu perempuan itu langsung pergi ke dapur hotel untuk memasak buat suaminya.
Perempuan itu memasukkan buburnya dalam dua wadah lalu membawa satu wadah untuk diberikan pada You.
Dan seperti dugaan Angelina, ia langsung dicegah oleh Hendra.
"Kau mau kemana?" Tanya Hendra sambil melirik paper bag di tangan kanan Angelina.
"Aku sudah berjanji untuk ikut bersamamu, tapi aku sudah lebih dulu berjanji untuk membawa maknan ini pada seseorang, jadi kau harus menunggu beberapa saat lagi." Ucap Angelina.
Hendra tersenyum dingin, pria itu mendekati Angelina hingga jarak mereka tinggal selangkah saja.
Lalu pria itu mengulurkan tangannya mengambil paper bag di tangan Angelina.
"Sekarang aku mau ini menjadi milikku. Temani aku untuk sarapan." Ucap Hendra membuat Angelina menampakkan wajah kesalnya.
"Itu bubur tawar untuk orang sakit, rasanya tidak akan sesuai seleramu!!" Ucap Angelina kesal.
"Oh, benarkah? Tapi aku akan berselera pada makanan apa pun yang kau masak." Kata Hendra langsung duduk di meja yang tak jauh dari mereka lalu pria itu membuka makanan yang ia rebut dari Angelina.
Angelina duduk dengan wajah datarnya menatap pria di depannya, 'Dasar tak berguna, masih saja begitu mudah saat berhadapan denganku!!' ejek Angelina dalam hati.
__ADS_1
Tetapi Hendra, pria itu dengan semangat melahap makanan di hadapannya.
Tentu saja karena dia memikirkan Angelina yang ada di depannya, juga pria yang harusnya memakan makanan itu kini tak punya kesempatan untuk memakannya.
Hah, Rasain!!!
"Setelah ini kita akan kembali ke kota H, aku akan menjagamu bersama anak di kandunganmu." Ucap Hendra sambil menikmati bubur tawar masakan Angelina.
Tetapi Angelina tidak menjawab apa pun, Perempuan itu hanya diam saja sambil melamun, 'Sepertinya aku sudah mengerti mengapa Kak Stella begitu mencintai You, ternyata karena pria itu benar-benar memperlakukan wanita dengan baik.' ucap Angelina dalam hati.
Ia membandingkan bagaimana Hendra dan You sama-sama ingin memiliki nya di sisi dua pria itu, tapi kedua pria itu menggunakan cara yang berbeda untuk melakukannya.
Yang lain ingin mengurungnya dalam sangkar emas, tapi yang lain lagi memberinya kebebasan, bahkan tidak pernah memaksanya.
"Apa kau mendengarku?" Hendra kembali bertanya saat menyadari Angelina sama sekali tidak menghiraukannya.
Tetapi sama saja, Angelina tidak mengatakan apa pun, jadi Hendra kemudian menggoyangkan tangannya di depan wajah Angelina.
"He,,,," tiba-tiba saja Hendra merasakan tubuhnya menjadi kaku, seperti tidak bisa digerakkan, juga tak bisa mengatakan apa pun.
"Oh, obatnya sudah bekerja," Angelina tersenyum menatap pria yang tampak tak berdaya di kursinya.
__ADS_1
Hendra bisa melihat dan mendengar ucapan Angelina, tapi dia tidak bisa berkata apa pun, hanya bisa menyimpan kemarahannya dalam hati.