
You segera menunduk ke arah Angelina lalu memegang dagu perempuan itu.
"Bangun!!" Katanya dengan suara dingin.
Namun, Angelina sama sekali tidak meladeni ucapannya jadi pria itu mengeratkan jepitan tangannya pada dagu Angelina sembari menekan kepala perempuan ke bawah bantal.
'Apakah dia benar-benar tertidur pulas?' You mengerutkan keningnya menatap perempuan yang sama sekali tidak bergeming.
"Heh,, kau berpura-pura?!!" You menundukkan kepalanya mencium kuat bibir perempuan di bawahnya hingga menggigit bibir bawah Angelina sampai mengeluarkan darah.
Rasa asin dan manis darah Angelina terasa di lidah You hingga pria itu melepaskan ciuman mereka.
Darah di bibir Angelina mengalir ke pipi perempuan itu, tapi sama seperti tadi, Angelina sama sekali tidak bergeming seolah perempuan itu adalah mayat yang tergeletak di tempat tidur.
"Dia benar- benar tertidur pulas? Heh!! Jangan harap kau bisa lolos!" Katanya lalu meninggalkan Angelina, pria itu memasuki kamar mandi.
Setelah beberapa menit mengguyur tubuhnya dengan shower, You kembali menghampiri Angelina yang masih tidur dalam posisi yang sama ketika dia meninggalkannya.
Darah yang tadi menghiasi wajah Angelina telah mengering di kulit perempuan itu.
'Hah,, Dasar perempuan ini,, Baiklah akan kubiarkan kau malam ini!!' gerutu You dalam hati sembari berjalan ke ruang ganti memakai pakaiannya.
__ADS_1
Setelahnya, pria itu memasuki ruang kerjanya, ia berjalan ke figura kosong yang ada di ruangan itu.
Mendorong figura itu ke belakang sampai figuranya berbalik, You langsung disambut oleh sebuah foto perempuan yang tersenyum cerah ke arahnya.
"Stella,, bagaimana kabarmu?" Tanya You memandangi foto Stella yang terlihat sangat bahagia, "Aku sudah menemukan orang yang telah memisahkan kita, Aku janji aku akan membuatnya menderita berpuluh-puluh kali lipat dari yang kau alami." Ucap You menatap penuh kerinduan pada foto yang ada di hadapannya.
Perempuan itu adalah perempuan yang paling ia cintai, perempuan yang selalu bersamanya setiap tanggal 15 di sebuah atap sebuah hotel yang merupakan tempat pertemuan pertama mereka.
Cukup lama You berdiri di sana memandangi foto Stella sampai dia membalik foto itu lalu meninggalkan ruang kerjanya.
Ketika dia tiba di ranjang dia melihat Angelina masih tertiur dalam posisi yang sama.
'Apakah dia benar-benar tidur?' You mengerutkan keningnya karena baru pertama kali melihat orang tidur begitu pulas hingga ketika dirinya terluka juga tidak bisa mengganggu tidurnya.
Tidak ada gunanya menyiksa perempuan itu ketika Angelina sama sekali tidak merasakannya.
Pria itu memejamkan matanya sampai pagi.
Ketika dia terbangun dia melihat ke samping mendapati Angelina masih tidur dalam posisi yang sama kemarin malam.
Perempuan itu tidak menggunakan selimut, hingga terlihat wajahnya sedikit pucat karena kedinginan sepanjang malam.
__ADS_1
Hal itu membuat ia merasa sangat aneh, 'Heh,, Apakah dia menggunakan obat tidur untuk menghindari?'
You tersenyum tipis lalu pria itu segera memulai rutinitas paginya dan keluar dari kamar untuk berangkat ke kantor.
"Tuan,," Tiara dan Marlin serentak membungkuk 90 derajat ketika pintu kamar terbuka memperlihatkan You yang sudah siap dalam setelan kerjanya.
"Diam-diam geledah kamar ini dan temukan apapun yang terlihat aneh di sana." Kata You yang merasa curiga bahwa perempuan itu sengaja mengkonsumsi obat tidur.
Kalau tidak, mana mungkin ada orang yang tidur tanpa bergerak sepanjang malam?
"Baik Tuan," jawab Tiara dan Marlin dalam kebingungan mereka.
Setelah You pergi, Tiara dan Marlin saling berpandangan.
"Barang apa yang dimaksud oleh Tuan?" Ucap Marlin kebingungan.
"Ah,, Mungkinkah itu berhubungan dengan Nyonya?" Tiara menebak.
"Apa yang kau katakan? Nyonya kita sangat baik bahkan setelah malam pertamanya dia tidak pernah mengungkit Tuan yang telah menyakitinya hingga tubuhnya dipenuhi memar-memar. Pasti ada hal lain yang membuat Tuan menyuruh kita menggeledah kamarnya." Ucap Marlin.
"Baiklah, kalau begitu nanti aku akan mengajaknya berjalan-jalan di taman, sementara kau memeriksa kamar mereka." Kata Tiara membagi tugas dengan Marlin.
__ADS_1
"Baik," jawab Marlin.