
"Sayang!!!" Sebuah panggilan mengejutkan Angelina yang sedang duduk merangkai bunga bersama ibu mertuanya.
Perempuan itu langsung menoleh ke arah sumber suara dan melihat suaminya sedang tersenyum berjalan ke arah mereka.
"Kau pulang cepat?" Tanya Angelina langsung diangguki oleh You yang kini duduk di samping istrinya.
"Apakah ini bunga-bunga yang akan digunakan untuk baby shower besok pagi?" Tanya You sembari mengambil setangkai bunga berwarna putih yang sedang dirangkai oleh istri dan ibunya lalu dia menyelipkannya di telinga Angelina.
"Iya, bunga-bunga ini akan digunakan besok." Ucap Nyonya Jenkins.
"Tapi, Bukankah kalian menyewa--"
"Ibu memang menyewanya, tapi untuk urusan bunga, ibu akan melakukannya sendiri karena Ibu ini pintar merangkai bunga. Oh ya Ayah cepatlah ganti pakaianmu dan pergi jemput Ayah dan ibumu. Katanya Mereka juga sudah mengetik banyak bunga yang ada di villa untuk dirangkai!" Tegas Nyonya Jenkins langsung membuat You menganggukkan kepalanya.
Angelina menatap suaminya yang masih belum bangkit juga, "pergilah sekarang, jangan merusak suasana hati ibu." Ucap perempuan itu langsung membuat You tersenyum.
"Baiklah istriku!!!" Kata pria itu memeluk Angelina dan menciumi seluruh wajah perempuan itu bahkan perut Angelina yang sudah sangat besar juga diciuminya.
Setelah itu, You langsung bangkit berdiri dan pergi ke lantai atas untuk berganti pakaian, kemudian turun ke lantai bawah untuk pergi menjemput ayah dan ibu mertuanya di villa.
__ADS_1
"Malam ini, kau mau makan apa?" Tanya Angelina ketika You sudah kembali menemui mereka.
"Apapun yang ada," ucap You kembali mencium istrinya sebelum pria itu pergi.
Nyonya Jenkins memperhatikan sikap putranya lalu perempuan itu menghela nafas, "hah,,, sikapnya yang seperti itu akan membuatmu lelah. Bagaimana bisa setiap kali dia bergerak dia harus menciummu dan memelukmu?" Gerutu Nyonya Jenkins yang bisa melihat bahwa sikap putranya agak membuat Angelina merasa tidak nyaman.
Tetapi Angelina tersenyum dan berkata, "Ibu jangan begitu, dia sedang merasa senang karena sebentar lagi bayi kami akan lahir."
"Hah.... Baiklah,, ibu akan berusaha memakluminya. Tapi kalau kau merasa risih dan pria itu membuatmu kesusahan, katakan saja pada ibu ,biar ibu yang memberinya pelajaran!!!" Tegas Nyonya Jenkins langsung membuat Angelina menahan tawanya sembari mengangguk mengiyakan ucapan Ibu mertuanya.
Kedua orang itu terus merangkai bunga sampai akhirnya You kembali bersama ayah dan ibunya dari villa.
"Ahh,, bunga-bunga ini terlihat sangat cantik dan segar." Kata Nyonya Jenkins merasa sangat senang melihat bunga-bunga yang dibawa oleh besannya.
"Astaga besan,, kau sangat pengertian! Ini semua terlihat begitu indah!!" Ungkap Nyonya Jenkins.
"Membicarakan bunganya nanti saja, Bukankah sekarang kita harus makan malam dulu?" Ucap You yang langsung menghampiri istrinya dan memeluk perempuan itu serta mencium pipi Angelina.
"Ah,, iya,, Ayo semuanya kita ke ruang makan. Aku sudah memasak banyak untuk kita semua!!" Kata Nyonya Jenkins langsung diangguki oleh semua orang.
__ADS_1
Maka mereka semua pergi ke dapur, kecuali Nyonya Jenkins yang naik ke lantai 2 menuju ruang kerja suaminya untuk memanggil pria itu makan malam.
"Sayang, kita turun makan mal,,," Nyonya Jenkins menghentikan ucapannya saat dia melihat suaminya yang tampak stres.
"Ada apa?" Tanya Nyonya Jenkins mendekati suaminya yang sedang memijat keningnya dengan tangan yang lain dari pria itu memegang ponsel dengan erat.
"Hah,,, keluarga Firdani kembali menghubungiku bahwa hari ini Sherin masuk ke rumah sakit karena stres, dan asistenku baru saja menghubungiku tentang hasil penyelidikannya," ucap Tuan Jenkins.
"Apa?!! Lalu apa hubungannya itu dengan kita?" Tanya Nyonya Jenkins yang merasa sangat kesal dengan suaminya yang masih mengurusi masalah keluarga Firdani.
Padahal, dia sendiri sudah tidak memperdulikan keluarga itu.
"Bukan begitu, tapi ada masalah lain." Ucap Tuan Jenkins sembari menghela nafas dengan kasar menandakan bahwa pria itu benar-benar menghadapi masalah yang.
"Katakan padaku! Masalah apa yang kau maksud itu?!!" Tanya Nyonya Jenkins yang merasa aneh dengan suaminya yang baru pertama kali terlihat begitu kacau.
Maka akhirnya Tuan Jenkins menatap istrinya sambil berkata, "Dia terkena penyakit menular seksual, mulai beberapa bulan yang lalu dia terus saja mengalami sakit. Dan yang lebih parahnya,, penyakit itu menular lewat ludah dan cairan apapun yang keluar dari tubuhnya!"
Ucapan suaminya langsung membuat Nyonya Jenkins membeku dan tubuh Perempuan itu gemetar.
__ADS_1
"A,,, apa katamu?" Tanya Nyonya Jenkins langsung mengingat ketika dia menyentuh Sherin.
Dia menyentuh air mata perempuan itu dan bahkan darahnya,,,, juga,,, Angelina maupun putranya kemungkinan besar sudah menyentuhnya!!!"