
Acara baby shower untuk Angelina beserta anak-anak dalam kandungannya akhirnya dimulai.
Para tamu undangan sudah satu persatu datang ke tempat itu dan mengisi buku tamu yang disiapkan.
Undangan yang datang hanyalah keluarga sepupu dari You dan Angelina, tapi meski begitu, karena keluarga Jenkins adalah keluarga yang besar maka ada banyak undangan yang datang.
Tak terkecuali Mila yang akhirnya datang bersama dengan Airin, kedua perempuan itu mengisi buku tamu dengan tenang.
'Cih!! Haruska aku menuliskan harapan untuk ibu dan bayi? Haruskah aku menulis di sini agar Angelina Cepat melahirkan dan meninggalkan You?' Airin merasa konyol dalam hati, tetapi dia tetap menuliskan kata-kata yang baik untuk ibu hamil dan juga bayinya.
Setelah mengisi buku tamu, kedua perempuan itu masuk dan duduk sambil melihat taman yang telah didekorasi serba putih.
Bunga-bunga yang dirangkai dengan indah menghiasi tempat itu menambah kesan elegan namun menyejukkan.
Mila yang duduk di samping Airin langsung menatap perempuan itu sambil berkata, "Apakah kau berniat mengacaukan acara hari ini?"
"Hm, apapun itu sama sekali tidak ada hubungannya denganmu!!!" Ucap Airin sembari menatap ke segala tempat dan melihat rumah milik keluarga Jenkins yang begitu mewah.
Sementara Mila, perempuan itu merasa gugup di tempatnya, 'kalau keluarga Jenkins mengetahui Aku membawa penyusup ke acara baby shower ini, maka mereka benar-benar akan membuat bangkrut keluarga kami.
__ADS_1
"Apalagi terakhir kali ketika aku dan putriku membuat kekacauan di rumah ini, mereka masih memaafkan kami atas nama mertuaku. Tapi kalau sekali lagi aku membuat kacau, pasti akan berakhir buruk untuk keluarga kami!' ucap Mila dalam hati.
Perempuan itu benar-benar takut kalau keluarganya sampai dihancurkan oleh keluarga Jenkins jika ketahuan membawa penyusup.
Sementara itu, di ruangan lain, Nyonya Jenkins berusaha menenangkan dirinya setelah mengetahui kabar yang begitu buruk dari suaminya.
'Belum tentu kami semua tertular, yang paling penting sekarang ialah aku harus bersikap tenang, karena ini adalah baby shower yang merupakan acara paling penting.' ucap Nyonya Jenkins dalam hati sembari melihat ke arah Angelina yang sudah turun dari tangga dan telah didandani dengan cantik.
Perempuan itu dituntun oleh suaminya lalu mereka semua akhirnya keluar ke taman samping rumah dan menghampiri semua hadirin yang telah diundang ke tempat itu.
"Jalannya hati-hati," You mengingatkan istrinya karena takutnya perempuan itu tersandung dan terjatuh.
Semua keluarga berkeliling untuk menyapa semua tamu sampai akhirnya masuk ke acara utama di mana terdapat pesan-pesan dari orang tua untuk suami istri yang sedang berbahagia.
Setelah itu, acara membaca beberapa pesan-pesan dari undangan yang hadir.
"Silakan kedua calon ayah dan ibu untuk naik ke panggung membacakan beberapa pesan-pesan dari hadirin yang datang membawakan doa mereka." Ucap sang membawa acara langsung membuat Angelina dan You berdiri, lalu bergerak ke atas panggung dan menerima beberapa kertas dari sang pembawa acara.
Angelina yang menerima kertas itu merasa begitu deg-degan dia membukanya satu persatu untuk dibacakan.
__ADS_1
"Congratulations! Kamu akan menjadi seorang ibu yang hebat!"
"We thank God for this happiness. You are blessed!"
"I wish the best for you and your little one."
"Pasti anakmu akan bangga memiliki ibu sepertimu."
Setiap kali membaca, Angelina merasa sangat senang dan You yang menemani istrinya juga merasa bahagia untuk istrinya yang tampak tersenyum bahagia.
Semua orang bertepuk tangan atas kebahagiaan ibu hamil yang sedang membaca pesan-pesan indah dari seluruh hadirin.
Sementara acara terus berlanjut, yaitu memperlihatkan foto USG dan mengungkapkan jenis kelamin bayi kembar dalam kandungan Angelina, maka seorang perempuan diam-diam meninggalkan tempat acara dan memasuki kediaman keluarga Jenkins.
'Ini waktu yang tepat, semua pelayan bahkan meninggalkan rumah untuk melihat acara baby shower itu.' ucap perempuan itu dalam hati lalu dia berjalan ke arah toilet dan mengganti riasan wajahnya dengan mengubah posisi tempelan lilin mikrokristalin di wajahnya agar tidak dikenali.
Perempuan itu juga mengubah bentuk gaunnya lalu keluar dari toilet memasuki kediaman keluarga Jenkins.
'Menurut peta, aku harus naik ke lantai 2 dan mencari ruang kerja tuan Jenkins.' ucap Airin dalam hati terus melangkahkan kakinya hingga dia akhirnya menemukan ruangan yang ia cari.
__ADS_1