
Ketika Nyonya Jenkins 3 bersama kedua cucunya sedang memasak di dapur, maka lain halnya di lantai 2, di mana di kamar Tuan dan Nyonya Jenkins, dua orang sedang berbicara.
"Kenapa sikapmu begitu berubah berhadapan dengan Angelina? Apakah kau sudah menerima perempuan itu sebagai menantu kita?" Tanya Nyonya Jenkins pada suaminya yang sedang melepas jasnya.
Tuan Jenkins melemparkan jasnya ke ranjang lalu pria itu duduk di pinggir ranjang sembari menatap istrinya yang juga menatapnya.
"Lalu menurutmu, apakah kita harus menjadikan Sherin yang bersikap licik itu menjadi menantu kita? Dan bukannya Angelina?" Tanya Tuan Jenkins menatap istrinya.
Nyonya Jenkins menggelengkan kepalanya, lalu perempuan itu menggerakkan bibirnya, "kalaupun bukan Sherin, masih banyak perempuan lain yang memiliki kualifikasi lebih baik untuk menjadi menantu kita.
"Bukan seorang perempuan yang berasal dari desa dengan reputasi yang buruk, serta tidak memiliki sekolah yang tinggi.
"Apa kata orang nanti ketika mereka mengetahui bahwa kita merestui seorang perempuan yang tidak bersekolah menjadi penerus keluarga Jenkins kita?" Tanya Nyonya Jenkins pada suaminya.
Karena dia yang memiliki pergaulan sosialita adalah orang yang sangat memperhatikan gosip di antara ibu-ibu sosialita.
__ADS_1
Dia tidak mau keluarganya menjadi bahan gosip di antara kaum sosialita itu, ketika dirinya tidak mengikuti sebuah pertemuan.
Dan akan memalukan baginya ketika dia mengikuti sebuah pertemuan lalu teman-temannya membahas masalah menantunya yang berasal dari keluarga miskin tanpa latar belakang pendidikan yang memadai.
Tetapi Tuan Jenkins berkata, "kita sudah banyak menggunakan cara untuk memisahkan Angelina dan Putra kita, tetapi mereka sama sekali tidak terpengaruh. Jadi aku rasa sebaiknya kita membiarkan mereka saja."
Ucapan suaminya benar-benar membuat Nyonya Jenkins tercengang, hingga perempuan itu butuh beberapa detik sebelum menggerakkan bibirnya, "jadi maksudmu,, Kau rela menanggung malu seumur hidupmu, karena memiliki menantu yang berasal dari kalangan yang tidak memadai dengan keluarga kita?
"Padahal, aku bisa mencari menantu yang lebih baik, ada banyak putri-putri dari teman-teman sosialita ku yang lebih layak menjadi menantu kita!!!" Tegas Nyonya Jenkins yang sama sekali tidak mendukung Angelina menjadi menantu mereka.
Setelah beberapa detik, pria itu berdiri menatap istrinya dan berkata, "terserah apa yang ingin kau lakukan, tetapi aku tidak akan melarang hubungan mereka!!! Lagi pula, Angelina telah mengandung calon cucuku, calon penerus keluarga Jenkins!!!"
Setelah berbicara, Tuan Jenkins langsung meninggalkan kamar untuk pergi ke ruang kerjanya, karena dia perlu waktu sendirian memikirkan masalah keluarga Firdani.
Tetapi ketika dia berpikir istrinya akan membiarkannya, maka pria itu salah, karena Nyonya Jenkins segera mengikuti suaminya hingga mereka berdua tiba di ruang kerja Tuan Jenkins.
__ADS_1
"Apalagi yang kau inginkan?" Tanya Tuan Jenkins sembari menghembuskan nafasnya dengan kasar dengan bokong pria itu didudukkan di kursi kerjanya.
Sementara Nyonya Jenkins, perempuan itu berdiri di depan suaminya sembari menatap suaminya, "pokoknya aku akan tetap mencari perempuan yang lebih layak menjadi menantu kita. Tapi lebih dari itu, bagaimana kau akan menangani keluarga Firdani? Bagaimana Kalau Putri mereka benar-benar mengandung cucu keluarga kita?"
Nyonya Jenkins sangat cemas, karena dia merasa begitu malu jika Sherin benar-benar memberi mereka keturunan.
Maka akan ada dua calon penerus keluarga Jenkins yang berasal dari perempuan yang berbeda, Bagaimana rumor tentang keluarga mereka akan beredar jika hal seperti itu Sampai terjadi?!!
"Hah,, inilah yang hendak kupikirkan, makanya kau jangan berada di sini menggangguku dan pergi saja urus urusanmu!!" Ucap Tuan Jenkins yang tidak mau membebani pikirannya dengan banyak masalah.
Maka begitu, Nyonya Jenkins segera keluar meninggalkan ruangan suaminya, dan perempuan itu mengambil ponselnya untuk menghubungi seorang teman sosialitanya.
'Pokoknya aku harus segera mencari perempuan lain untuk menjadi calon menantuku. Jangan sampai Angelina semakin berhasil memenangkan hati suamiku, hingga nantinya jadi semakin sulit untuk membujuk suamiku.' pikir Nyonya Jenkins dalam hati sembari menekan-nekan layar ponselnya.
__ADS_1