Budak Ranjang Tuan Muda You

Budak Ranjang Tuan Muda You
96. Identitas Angelina


__ADS_3

Setelah semua orang meninggalkannya, You memijat keningnya selama beberapa saat sebelum berdiri untuk pergi ke kamar mandi.


Tiba-tiba dia melihat sebuah lemari yang tidak tertutup rapat dengan sebuah kotak yang mengganjal pintu lemari tersebut.


"Sepertinya itu barang milik perempuan itu!!" Ucap You menatapnya sekian detik, "Mengapa aku merasa familiar dengan kotak itu? Di mana Aku melihatnya?" You berpikir sesaat, tapi kemudian dia mengabaikannya lalu pria itu melanjutkan langkahnya memasuki kamar mandi.


You menyegarkan dirinya dengan air dingin sebelum keluar dan berganti pakaian di ruang ganti.


Sementara You berdiri di depan cermin, dia malah teringat kotak yang tampak familiar tadi.


'Aku tidak ingat melihat kotak itu di rumah ini. Mungkinkah di suatu tempat?' You merasa sangat penasaran karena dia merasa aneh ketika ada barang-barang milik Angelina yang familiar di ingatannya.


Makanya, pria itu tidak bisa mengabaikannya hingga You berjalan ke arah lemari lalu mengambil kotak itu dari dalamnya.


Ia memandangi kotak itu, "Pola ini,, Aku merasa sangat familiar dengan pola ini, tapi di mana aku melihatnya?' You memecingkan matanya melihat pola pada tutup kotak itu sebelum mengulurkan tangannya membukanya.


Begitu katanya terbuka, betapa terkejutnya You melihat ternyata kotak itu berisi banyak foto milik Stella.


"Stella...." Nafas You memburu dengan tangan gemetarnya mengambil satu foto milik Stella.

__ADS_1


Tetapi yang lebih mengejutkannya ialah foto-foto yang lain,,,, ialah foto Angelina bersama Stella.


"I... Ini..... Mengapa mereka berfoto bersama?" Dengan tangan diameter, You melihat foto-foto itu lalu mengambilnya satu persatu dan melihat ada banyak foto Stella bersama Angelina.


Hampir seluruh foto telah dilihat oleh You ketika dia melihat sebuah surat yang terletak di kotak itu.


Dia mengambil surat itu dari tumpukan foto-foto lalu melihatnya.


'Surat ini dari Stella untuk Angelina?? Dia,, jadi mereka bersaudara??' You tidak bisa menahan rasa sesaknya melihat tulisan-tulisan di surat yang diberikan Stella pada Angelina.


Pria yang berdiri dekat ranjang itu langsung tumbang di atas ranjang sembari memegang surat dan foto di tangannya.


You begitu sulit mempercayai kenyataan yang ada di hadapannya jadi pria itu menggertakkan giginya lalu menutup kembali kotak itu.


Setelahnya, pria itu keluar dari kamarnya lalu mengambil satu foto Angelina dan Stella untuk diberikan pada Kenan.


"Kau tahu mereka?!" Tanya You dengan tetapan mematikan dilontarkan pada Kenan.


"Ini,, Bukankah ini Nona Stella dan Nona Angelina?" Kenan bertanya dengan raut wajah yang takut menatap pria yang kini memberinya tekanan lewat tatapannya.

__ADS_1


"Banar!! Sekarang jelaskan padaku apa yang sudah kau selidiki hingga kau tidak melaporkan masalah ini?!!" Teriak You pada asistennya.


Kenan gelagapan, "Ini, tu--"


"Sialan!! Jangan coba membela dirimu dan cepat selidiki masalah ini dalam waktu 10 menit!!!" Bentak You pada Kenan lalu pria itu segera turun meninggalkan lantai 2.


Di dalam mobil, Kenan dengan cepat mengambil ipad-nya, ia menghubungi beberapa orang untuk mendapatkan informasi sesegera mungkin.


Sesekali Kenan melihat keatas di mana You sedang memegang erat kotak di tangannya sembari menatap keluar jendela.


Kenan bisa merasakan aura pria itu sangat menakutkan, dan dia merasa bahwa jendela yang ditatap oleh pria itu mungkin akan retak dalam beberapa waktu lagi.


Mereka hampir tiba di kantor ketika Kenan akhirnya merampungkan seluruh data pencariannya dan pria itu begitu gemetar menoleh pada You.


'Sial!! Tuan akan membunuhku jika mengetahui informasi ini. Karena kelalaianku menyelidiki masalah ini, Tuan jadi menyiksa adik dari kekasihnya sendiri!!' pikir Kenan berusaha menggerakkan bibirnya untuk berbicara.


"Tu,, tuan. In,, ini hasil penyelidikan saya." Dengan tangan gemetarannya, Kenan mengeluarkan iPad pada You yang kini menatapnya dengan tatapan dingin.


Menahan nafasnya, You mengambil iPad itu lalu memenjamkan matanya beberapa detik sebelum membaca semua informasinya.

__ADS_1


Kenan dan sang supir merasakan aura di mobil itu semakin mencekam di setiap pertambahan detiknya.


__ADS_2