Budak Ranjang Tuan Muda You

Budak Ranjang Tuan Muda You
81. Menyelidiki Stella


__ADS_3

You tersenyum menyengir, "Heh,, kau yakin hasil penyelidikanmu itu akurat?" Tanya You pada Kenan.


"Tuan, saya sudah menyelidiki semuanya, bahkan bukti-buktinya pun saya rekap dalam sebuah dokumen. Kalau Tuan mau melihatnya saya bisa membawanya Untuk Tuan." Ucap Kenan yang tidak mau berdebat dengan pria itu.


"Bawa kemari!" Perintah You pada asistennya.


"Baik Tuan," jawab Kenan lalu pria itu keluar dari ruangan You untuk mengambil berkas-berkasnya.


You terdiam melihat kepergian Keenan, dia tahu bahwa pria itu selalu mengatakan segala sesuatu dengan jujur .


Tetapi kali ini,, dia benar-benar tidak mengerti mengapa laporan Kenan sangat berbeda dengan kenyataan yang ia lihat.


Bella yang menjadi istrinya tidak pernah menggunakan kartu kredit yang ia berikan,, perempuan itu juga tidak pernah minum alkohol dan terlebih, tidak pernah keluar untuk bertemu dengan teman-teman sosialitanya.


You memikirkan hal itu sampai Keenan kembali ke ruangannya membawa berkas yang dimaksud oleh Kenan.


"Tuan, silakan periksa berkas ini, ini adalah riwayat perjalanan Nyonya dan juga riwayat belanja Nyonya." Kata Kenan menyerahkan dokumennya pada You.


You mengambil dokumen itu dan membacanya satu persatu, setidaknya, setiap satu minggu perempuan itu menghabiskan puluhan juta hanya untuk berbelanja.


Dalam satu minggu juga Bella tidak pernah absen mendatangi klub dan pertemuan dengan teman-teman sosialitanya terjadi sebanyak 4 kali dalam seminggu.

__ADS_1


Singkatnya, 24 jam hidup perempuan itu semuanya digunakan untuk bersenang-senang!! Tidak ada satupun hari yang digunakan untuk bekerja.


Yo melemparkan berkas itu ke meja, "Kalau begitu perempuan yang di rumahku itu, mungkinkah perempuan palsu?!" Ucapnya membuat Kenan kebingungan.


"Apa maksud Tuan?" Tanya Kenan.


"Selidiki kembali keluarga Burton," ucap You.


"Baik tuan," jawab Kenan lalu pria itu meninggalkan ruangan You dengan bingung.


Kenapa harus menyelidiki keluarga Burton?


...


Angelina mengantar Nyonya Jenkins 3 ke kamarnya lalu menyelimuti perempuan itu.


Nyonya Jenkins menatap Angelina dengan perasaan hangat, "Ingat untuk sering-sering datang kemari menjenguk Nenek." Kaya Nyonya Jenkins pada Angelina.


"Tentu saja, kapan-kapan aku akan datang lagi membawa masakan yang ku masak sendiri. Tapi Nenek tidak boleh lupa akan janji kita kalau mulai sekarang nenek harus rajin minum obat dan menghabiskan makanan nenek." Ucap Angelina.


"Aku tidak akan lupa," kata Nyonya Jenkins tersenyum.

__ADS_1


"Kalau begitu nenek istirahatlah," ucap Angelina merapikan selimut Nyonya Jenkins lalu perempuan itu meninggalkan kediaman keluarga Jenkins.


Angelina duduk di atas mobil ditemani Tiara dan Marlin beserta sang supir yang menyetir mobil.


Ia duduk melihat keluar Jendela mengingat tatapan You padanya.


'Pria itu jelas-jelas sangat mengenali mataku, dan satu-satunya orang yang memiliki mata yang mirip denganku adalah kakakku. Tulisan yang ada di pigura itu,,' Angelina tidak bisa menghilangkan kecurigaannya.


Perempuan itu lalu memeriksa ponselnya dan melihat sebuah alamat yang pernah dikirim oleh Stella padanya.


'Sepertinya Hari ini aku bisa mencari tahu tentang kakak.' pikir Angelina lalu dia melihat pada sopir, memberitahu alamat kakaknya.


"Nyonya mau pergi ke mana?" Tiara langsung bertanya saat mendengar alamat yang dikatakan oleh Angelina adalah sebuah pemukiman padat yang terletak di pinggir kota.


"Aku harus melakukan sesuatu, kalian hanya perlu mengantarku ke sana lalu kalian bisa kembali ke rumah." Ucap Angelina.


Tiara langsung protes, "Tapi Nyonya--"


"Jangan terus membantah, aku harus menyelidiki sesuatu dan kalau aku membawa kalian yang berpakaian seragam seperti ini, orang-orang akan merasa heran." Kata Angelina.


Tiara tidak membantah lagi, dia hanya menganggukkan kepalanya lalu dengan cemas menggigit bibir bawahnya.

__ADS_1


'Tempat itu adalah tempat berbahaya, banyak orang-orang jahat di sana.' Tiara merasa sangat cemas dalam hatinya.


.


__ADS_2