
You dan Angelina berakhir makan di kantin perusahaan di mana kantin tersebut telah kosong karena jam istirahat sudah berakhir.
"Maafkan aku," You tiba-tiba berbicara saat Angelina sedang membongkar kotak bekal yang ia dapatkan dari Marlin.
Jadi angelina mengangkat wajahnya menatap suaminya, "kau meminta maaf untuk apa?" Tanya angelina merasa aneh dengan permintaan maaf yang tiba-tiba dari suaminya.
Memangnya, kesalahan apa yang sudah dilakukan oleh pria itu?
"Aku minta maaf karena ibuku hampir saja melukaimu." Ucap You dengan suara yang mengandung penyesalan dan kesedihan menatap istrinya.
Ucapan pria itu membuat Angelina ternganga di tempatnya, jelas-jelas yang hendak di lukai oleh Nyonya Jenkins adalah pria itu sendiri, tapi malah mengkhawatirkan dirinya???
"Hah,,," Angelina menghela nafas lalu kembali menata makanan di hadapannya.
"Jagan meminta maaf, lagi pula ibumu hendak meracunimu sendiri supaya dia bisa membuat perempuan itu menjadi pahlawan tak bersayap untukmu." Ucap Angelina yang meski tahu bahwa suaminya tidak memperdulikan Sherin, tetapi dia tetap merasa kesal atas apa yang sudah terjadi.
Seandainya rencana Nyonya Jenkins benar-benar berhasil, maka dia tidak bisa membayangkan bagaimana dia akan membatalkan seluruh tulang Sherin saat perempuan itu mendekati suaminya di depan matanya sendiri.
"Tidak masalah kalau aku keracunan sampai sakit perut, tapi kalau istriku sampai sakit hati,, bagaimana aku akan memaafkan diriku sendiri?" Ucap You kini memeluk perempuan yang sedang sibuk menata makanan di atas meja.
__ADS_1
Pelukan dari You membuat Angelina menghentikan gerakan tangannya lalu perempuan itu mengusap kepala suaminya.
"Jangan khawatir, aku tidak semudah itu dihasut." Ucap Angelina.
"Aku tahu,," jawab You masih tetap merasa bersalah pada perempuan itu.
Kedua orang itu kemudian makan bersama sampai tiba-tiba ponsel You berdering.
"Ada apa?" Tanya You pada orang di seberang telpon.
"Maaf Tuan, tapi di sini ada pelayan dari kediaman utama yang katanya datang untuk menemui Nyonya besar, dia meminta untuk masuk ke dalam ruangan tuan."
Angelina bisa mengetahui apa yang sedang terjadi, jadi perempuan itu tertawa kecil sambil berkata, "ini adalah pelajaran untuk ibumu dan juga si pelakor itu. Jika mereka masih memiliki keberanian memprovokasi ku, maka aku tidak akan menahan diri untuk melakukan sesuatu yang lebih dari ini!!!"
You mengangkat alisnya sembari menatap istrinya dengan penasaran, "memangnya, apa yang akan kau lakukan?" Tanya pria itu.
"Hm,,," Angelina berpikir sesaat lalu lanjut berkata, "aku akan membawamu kabur dari hadapan mereka!!!" Tegas Angelina.
Jawaban Angelina langsung disambut tawa You sembari pria itu memeluk erat istrinya dengan hangat.
__ADS_1
"Sekarang pun, aku rela di bawah pergi oleh istriku!!!" Ucap You membuat Angelina mengerutkan keningnya.
Perempuan itu menatap suaminya dengan sinis, "kau tidak keberatan kalau aku memisahkan mu dengan keluargamu?" Tanya Angelina.
"Hm,, asalkan bersama istriku." Ucap You.
Jawaban pria itu kembali membuat Angelina tercengang lalu kembali berkata, "kau tidak takut dikatakan sebagai anak yang durhaka karena meninggalkan ibumu dan tidak menjaganya?" Tanya Angelina.
"Hm?!!" You mengangkat bahunya, "sekarang aku sudah berkeluarga, kemanapun aku pergi bersama istriku, itu adalah hal yang wajar. Aku tidak punya hak untuk menjaga ibuku, karena ibuku akan dijaga oleh ayahku, sementara aku bertugas menjaga istriku. Bukankah setelah menikah kedua orang dijadikan satu?
"Kalau tidak selalu bersama dan masing membiarkan orang lain mencampuri hubungan tersebut maka bukankah itu tidak bisa dikatakan satu?" Ucap You membuat Nagelina ternganga.
Pikiran pria itu benar-benar di luar nalar seorang anak!!!
"Jadi kalau suatu saat nanti semua anak-anak kita meninggalkan kita berdua, apa kau rela membiarkannya?" Tanya Angelina.
You tersenyum, "apakah anak-anak kita pernah meminta dilahirkan ke dunia? Mereka tidak pernah memintanya tapi kitalah yang menginginkan mereka, jadi kalau kita menahan mereka terus berada di sisi kita saat mereka ingin mencari kebahagiaannya di tempat lain, bukankah kita hanya menyiksa mereka? Jangan sampai mereka menyesal memiliki orang tua seperti kita!!" Ucap you.
Angelina berpikir tentang apa yang dikatakan oleh You, perempuan itu tidak sepenuhnya setuju dengan perkataan suaminya, tetapi apa yang dikatakan suaminya memang ada benarnya.
__ADS_1
"Ya,, meski kau berkata begitu pun, aku tidak akan tega memisahkanmu dengan orang tuamu. Mungkin hanya membiarkan mereka merasa cemas untuk beberapa saat saja." Kata Angelina.