Budak Ranjang Tuan Muda You

Budak Ranjang Tuan Muda You
74.


__ADS_3

You menggigit leher Angelina sampai kulit perempuan itu berdarah membuatnya merasakan darah Angelina di mulutnya.


Merasakan perempuan itu kini merontak, You dengan cepat menangkap tangan Angelina yang mendorongnya lalu mengunci tangan perempuan itu di atas kepala Angelina.


Ia menggunakan tangan yang lainnya menahan dagu Angelina untuk memberi pelajaran pada mulut perempuan sialan itu ketika dia terkejut menatap mata Angelina.


Mata yang pernah ia lihat pada Angelina dan sudah berhari-hari tidak muncul kini terlihat lagi di depannya.


Mata itu,, mata yang sangat mirip dengan mata Stella.


"Ada apa?!" Tanya Angelina tak dihiraukan oleh You karena pria itu lebih fokus memperhatikan mata perempuan yang sedang ia tindih.


Saat ini dia melihat Angelina seperti kekasihnya yang telah lama ia rindukan.


Dengan angan-angannya You menciumi Angelina dengan lembut dan memperlakukan perempuan itu layaknya kekasihnya.


Angelina mengerutkan keningnya merasakan sisa-sisa anggur yang tertinggal di mulut You dan perlakuan lembut pria itu, tetapi mau tidak mau dia mengikuti permainan You agar pria itu kelak tak lagi menyiksanya.


'Pria ini mabuk!'

__ADS_1


Mereka berciuman cukup lama dengan saling bertatapan, You merasakan gelora asmara yang telah lama ia kubur bersama kematian Stella kini bangkit lagi memenuhi hatinya.


"Stella," katanya di antara nafas tersengalnya lalu kembali mencium Angelina.


'Stella?' Angelina mengulangi ucapan you dalam hatinya sembari berpikir Mengapa pria itu memanggilnya dengan nama itu.


"Aku merindukanmu,," You kembali berbicara sembari menurunkan ciumannya ke leher Angelina.


"Ng!!" Angelina menegangkan tubuhnya saat You kembali mencium bagian yang tadi digigit pria itu, tetapi ketika Angelina berpikir pria itu ingin menggigitnya lagi agar dia kesakitan, dia malah terkejut ketika ia memperlakukannya dengan lembut.


"Apakah sakit?" Tanya You kembali menatap Angelina dengan mata pria itu sangat larut dalam fantasinya memikirkan Stella.


"Hah?" Angelina bertanya dengan bingung, ada dengan You?


"Aku merindukanmu,," katanya kembali mencium Angelina dengan tangan pria itu sudah berkelana di seluruh tubuh Angelina melepaskan satu persatu kancing piyama Angelina.


Angelina terus kebingungan, meski begitu dia mengikuti permainan You sampai mereka kelelahan dan nafas mereka tersengal setelah permainan panas mereka.


Angelina berbaring miring dengan you yang memeluknya dari belakang.

__ADS_1


'Apa yang terjadi? Mengapa pria ini tiba-tiba berubah memperlakukanku dengan lembut? Padahal,, baru tadi saja dia marah besar padaku karena aku sudah melukai neneknya,' Angelina bertanya-tanya dengan bingung.


Tiba-tiba dia merasakan pelukan You begitu erat di tubuhnya hingga punggungnya sangat erat menempel di dada bidang You.


"Stella,, apakah ini mimpi?" Tanya You dari belakang Angelina.


'Stella?' Angelina kembali teringat kalah pria itu terus menyebutkan Stella selama mereka bercinta.


Ia juga teringat akan figura yang diletakkan di ruang kerja You.


'Mungkinkah dia sebenarnya tidak melihatku sebagai Bella tetapi dari tadi dia menganggapku sebagai perempuan bernama Stella?? Tapi Mengapa nama itu sangat mirip dengan nama kakakku?' Angelina merasa nafasnya menjadi berat, karena sampai sekarang dia belum menyelidiki siapa kekasih kakaknya yang menjadi ayah dari bayi yang telah pergi bersama kakaknya.


"Stella,, siapa itu?" Angelina bertanya dengan jantung berdegup kencang.


"Apa yang kau tanyakan? Tentu saja kau,, kekasihku,, aku sangat senang, malam ini kita bisa bersama lagi," ucap You kembali menciumi punggung Angelina yang polos.


Angelina tetap diam, tetapi perempuan itu kini memikirkan ucapan You, 'Stella, kekasihnya?'


"Apakah,, kau dan Stella akan menikah?" Tanya Angelina dengan nafas tertahan.

__ADS_1


Dia hanya ingin memastikan Apakah Stella yang dimaksud pria itu adalah Stella yang sama dengan kakaknya.


__ADS_2