Budak Ranjang Tuan Muda You

Budak Ranjang Tuan Muda You
252. Nyonya Jenkins berubah pikiran


__ADS_3

Setelah tiba di rumah, Angelina dan You langsung naik ke kamar mereka, karena You mau agar istrinya beristirahat setelah lelah dalam perjalanan pulang balik ke rumah sakit.


Sementara Nyonya Jenkins, perempuan itu juga masuk ke kamarnya sembari berpikir tentang ucapan dokter di rumah sakit.


Menantunya tidak boleh stres, bahkan sedikitpun stress tidak boleh, sebab perempuan itu mengandung bayi kembar, dan kehamilan bayi kembar memiliki resiko yang lebih tinggi untuk keguguran daripada kehamilan biasanya.


"Bagaimana ini??? Dia juga pasti akan stres jika memikirkan aku yang tidak menerimanya sebagai menantu keluarga Jenkins. Kalau dia stres memikirkan itu, jjangan-jangan calon cucuku,,," Nyonya Jenkins duduk di meja riasnya sembari mengepal tangannya.


Tiba-tiba ponsel perempuan itu berdering.


Dring.....!!! Dring.....!!! Dring.....!!!


Nyonya Jenkins yang sedang cemas langsung mengambil ponselnya dan melihat panggilan dari salah satu teman sosialitanya.


Perempuan itu langsung menebak bahwa teman sosialitanya akan memberitahukan informasi tempat pertemuan mereka pada hari itu.


Jadi Nyonya Jenkins langsung mengangkat panggilan itu dan berkata, "halo Reni."

__ADS_1


"Halo Sintia, Aku ingin memberitahukan padamu bahwa pertemuan kita hari ini dilaksanakan di hotel Mega Cottages jam 4 sore." Ucap Reni dari seberang telepon langsung membuat Nyonya Jenkins menghela nafas.


"Bolehkah jadwalnya digeser ke jam 15.00? Aku hendak memperkenalkan menantu kepada kalian, dan dia sedang hamil, jadi tidak bisa keluar terlalu malam." Ucap Nyonya Jenkins langsung mengejutkan Reni di seberang telepon.


"Ahh,, Sherin sudah hamil? Bagus sekali, kalau begitu aku akan segera menghubungi yang lainnya. Aku tutup dulu teleponnya sekarang ya," ucap Reni langsung diikuti bunyi sambungan yang terputus.


Tut... Tut... Tut...


Nyonya Jenkins melihat panggilan yang diakhiri secara sepihak, lalu perempuan itu menghela nafas dan kembali melakukan panggilan telepon pada Reni.


Tetapi, panggilannya tertolak secara otomatis karena nomor yang dituju Nyonya Jenkins sedang berada dalam panggilan lain.


Jadi Nyonya Jenkins hanya menghela nafas meletakkan ponselnya, lalu perempuan itu keluar dari kamarnya dan mengetuk pintu kamar putranya dan Angelina.


'Ini pilihan yang tepat, aku tidak mau kehilangan cucu kembarku kalau Angelina sampai mengalami stres karena memikirkan aku yang tidak bisa menerimanya di keluarga Jenkins.' ucap Nyonya Jenkins dalam hati sembari mengetuk pintu kamar You dan Angelina.


Tok tok tok.....

__ADS_1


Clek!


Pintu kamar terbuka memperlihatkan You yang berdiri menatap ibunya dengan pria itu sedang memegang sebuah gelas kosong.


"Ibu? Ada apa?" Tanya You sembari menatap ibunya dengan hati yang tersenyum senang.


Dia sudah bisa menebak tujuan perempuan itu, tetapi dia tidak memperlihatkan ekspresi bahagianya di wajahnya.


"Apa kau mau turun mengambil air?" Tanya Nyonya Jenkins sembari melihat gelas kosong yang ada di tangan putranya.


"Ah,, ya, istriku merasa haus, jadi aku hendak mengambilkannya air putih. Tapi, ada apa Ibu tiba-tiba mengetuk pintu kamar kami?" Tanya You.


Nyonya Jenkins menghela nafas lalu dia mengulurkan tangannya mengambil gelas dari tangan putranya sembari berkata, "kau temanilah istrimu, biar ibu yang mendapatkan air putih untuknya."


Setelah berkata demikian Nyonya Jenkins langsung berbalik meninggalkan You yang sudah tersenyum melihat kepergian ibunya.


'Sepertinya Ibu berubah pikiran setelah mendengar kabar dari dokter. Ini sangat bagus!!!' pikir You dalam hati kembali menutup pintu kamar dan menghampiri istrinya yang sedang duduk menikmati cemilan ibu hamil.

__ADS_1


__ADS_2