Budak Ranjang Tuan Muda You

Budak Ranjang Tuan Muda You
43. Pakaian kumuh sang majikan


__ADS_3

Setelah pertengkaran di toko, Angelina langsung membawa Marilyn ke pusat kesehatan di pusat perbelanjaan tersebut.


Karena pusat perbelanjaan tersebut ditujukan untuk orang-orang kelas atas maka ruang kesehatan juga menyediakan dokter berpengalaman untuk menangani pengunjung di pusat perbelanjaan tersebut.


"Apa yang bisa kami bantu?" Seorang perawat bertanya pada 3 perempuan yang baru saja memasuki ruang kesehatan.


"Obati mereka berdua dan pastikan agar kalian memberikan obat yang terbaik agar lukanya tidak berbekas." Ucap Angelina pada sang perawat.


Sang perawat yang berdiri di sana kebingungan memandangi 3 perempuan di depannya, perempuan yang memakai pakaian yang lebih kumuh terlihat seperti seorang majikan, sementara dua perempuan yang memakai pakaian bermerek malah terlihat seperti pelayan yang mengikuti perempuan berpakaian kumuh itu.


Namun demikian perawat itu tidak lama memikirkannya, "Silahkan ikuti saya," katanya pada Tiara dan Marlin lalu perawat itu membawa mereka ke sebuah bilik kamar.


"Apakah kalian berdua baru saja berkelahi?" Tanya sang dokter yang kini memperhatikan dua perempuan di depannya tampak baru saja mendapatkan tamparan.


"Ya," jawab Tiara dan Marilyn secara serempak.

__ADS_1


"Hah,, kalian para wanita, Kenapa tidak menghargai tubuh kalian sendiri? Lihatlah sekarang,, wajah kalian,, ck,, benar-benar buruk." Kata Sang dokter mulai mengobati wajah Marlin dimana darah pada wajah perempuan itu telah mengering.


Perawat yang membantu dokter kembali mengingat perempuan yang tinggi tinggal di luar Jadi dia dengan rasa penasarannya bertanya, "Apa hubungan kalian dengan perempuan yang menunggu di luar?"


Tiara mengangkat wajahnya menatap perawat itu, "Dia adalah nyonya kami." Jawabnya.


Sang perawat mengerutkan keningnya lalu dia kembali berkata, "Kalian tidak sedang menipu kami bukan? Mana ada pelayan memakai pakaian yang lebih bagus daripada majikan?"


"Itulah kenyataannya, Nyonya kami baru saja membelikan pakaian untuk kami, tetapi sesuatu malah terjadi di toko tersebut hingga kami malah terluka seperti ini." Tiara bercerita sembari terus menghela nafas karena dia merasa sangat sedih dengan apa yang terjadi hari ini.


Mereka keluar untuk menemani Nyonya mereka bersenang-senang, eh malah berakhir membuat Nyonya mereka kerepotan karena menolong mereka.


Meski dalam hatinya dia merasa sangat heran karena perempuan yang memakai baju yang kumuh itu malah membelikan baju yang sangat mahal untuk para pelayannya.


Setelah 15 menit diobati, akhirnya Tiara dan Marlin bisa meninggalkan ruang kesehatan.

__ADS_1


"Sudah selesai," Angelina berdiri memperhatikan wajah Marlin yang telah diobati.


"Ya Nyonya,, maaf karena sudah merepotkan Nyonya. Kami keluar untuk menemani Nyonya berjalan-jalan, malah keluar merepotkan Nyonya." Ucap Marlin merasa bersalah pada Angelina.


"Kalian bicara apa? Apa yang sudah kalian lakukan yang merepotkan untukku? Lihat belanjaan di tangan kalian, Bukankah menyenangkan mendapat hadiah yang gratis dari perempuan sombong?" Angelina tersenyum menatap belanjaan di tangan Tiara dan Marlin.


Karena Sita ingin memanfaatkan mereka, maka kini malah berbalik,, dialah yang dimanfaatkan oleh mereka.


Marlin menunduk melihat banyaknya paper bag di tangannya, "Aku tidak menyangka kalau Nyonya benar-benar akan menyuruh kami membawa barang-barang ini." Katanya.


Angelina melambaikan tangannya lalu berjalan keluar dari ruang kesehatan sembari berkata, "Kalian tidak perlu merasa sungkan, bahkan barang-barang itu tidak sebanding dengan apa yang telah ia lakukan. Lain kali aku akan membuatnya membayar lebih banyak," ucap Angelina.


Tiara dan Marin tidak mengatakan apapun, mereka berdua hanya mengangguk ngangguk, tetapi perawat yang memperhatikan mereka, Dia terpaku di tempatnya, merasa bingung dengan tiga orang itu.


"Ada apa denganmu?" Tanya dokter.

__ADS_1


Perawat menggelengkan kepalanya, "Aku hanya bingung melihat mereka, majikan menggunakan pakaian yang lusuh tetapi pelayannya menggunakan pakaian branded."


"Ahh,, memang aneh," ucap Dokter itu.


__ADS_2