
Setelah acara baby shower selesai, Airin kembali menemui Hendra yang sudah berada di apartemennya.
"Tuan," ucap perempuan itu menyerahkan sebuah berkas yang ia dapatkan setelah membobol sebuah brankas rahasia di ruang kerja Tuan Jenkins.
"Bagus, ternyata aku bisa mengandalkanmu." Ucap Hendra mengambil berkas rahasia itu dan meletakkannya di samping.
"Tuan tidak berniat melihat isinya?" Tanya Airin yang merasa heran dengan tujuan mengambil berkas rahasia yang menjadi penopang bisnis dan kehidupan keluarga Jenkins.
Dia pikir berkas rahasia itu akan dipelajari oleh Hendra lalu menghancurkan keluarga Jenkins sampai berkeping-keping agar nanti Angelina bisa meninggalkan keluarga yang sudah melarat itu.
Tapi ternyata...?
Dugaannya salah!!!
"Siapa bilang aku mau menghancurkan keluarga Jenkins? Justru aku mau membuat mereka menjadi sangat berkembang dan membuat mereka bekerja sama dengan kita." Ucap Hendra semakin membuat Airin menjadi tidak mengerti dengan jalan pikiran Hendra.
"Apa maksud Tuan?" Tanya Airin yang tidak mengerti.
__ADS_1
Baru kali ini dia melihat Hendra membuat musuhnya menjadi lebih sukses, tidak seperti sebelum-sebelumnya ketika setiap musuhnya selalu ia hancurkan.
Hendra tersenyum, "Kau tidak perlu tahu apapun, sekarang juga kau pergi ke grup Rahaya dan katakan pada mereka bahwa kita akan bekerja sama dengan mereka.
"Atur semua itu sesuai dengan berkas ini, agar nanti kita lebih mudah bekerja sama dengan keluarga Jenkins." Ucap Hendra menyerahkan sebuah berkas yang sudah ia persiapkan.
Airin mengambil berkas itu lalu menatap Hendra dengan bingung.
Tapi, meski Dia sangat bingung, dia tidak berani bertanya apapun lagi dan hanya pamit meninggalkan ruangan Hendra.
Sementara Hendra, pria itu langsung tersenyum duduk di kursi kebesarannya sembari berpikir dalam hati, 'hanya perlu menunggu 1 bulan lagi, Angelina akan melahirkan lalu dia akan ikut bersamaku!!'
"You, cepat antar istrimu ke atas untuk beristirahat. Dia pasti sudah sangat lelah karena harus menyapa satu persatu tamu." Ucap Nyonya Jenkins pada anaknya.
"Baik Bu, kalau begitu kami pergi dulu," kata You langsung diangguki oleh semua orang, lalu pria itu membawa Angelina ke lantai atas.
Setelah tiba, Angelina dibantu oleh suaminya melepaskan gaunnya, juga dibantu mandi dan memakai pakaian tidur.
__ADS_1
"Apakah kau merasa lebih baik?" Tanya You ketika dia melihat wajah istrinya tampak sedikit lelah.
Angelina tersenyum sambil mengangguk, "aku selalu merasa lebih baik jika suamiku berada di dekatku. Sekarang temani aku tidur, aku mau tidur sambil dipeluk." Ucap Angelina dengan manja langsung membuat You tersenyum dan naik ke tempat tidur.
Pria itu hendak memeluk istrinya ketika Angelina lebih dulu berkata, "jangan tidur dulu, cium aku dulu!!"
Ucapan istrinya langsung membuat You terkekeh sembari menundukkan kepalanya dan mencium istrinya.
Cup cup cup!!!
Angelina tersenyum menikmati ciuman bertubi-tubi dari suaminya.
"Entah kenapa aku selalu ingin dicium olehmu setiap hari." Ucap Angelina kini beralih memeluk suaminya dengan erat sembari perempuan itu menyembunyikan wajahnya di dada suaminya.
"Aku juga suka mencium istriku setiap hari." Ucap You menciumi puncak kepala Angelina dengan tangan pria itu mengelus lembut punggung istrinya.
Angelina menikmati sentuhan-sentuhan suaminya, 'aku sangat menikmati momen-momen ini, tapi entah kenapa akhir-akhir ini aku terus teringat dengan ucapan Rossa.
__ADS_1
'Padahal, aku sudah selalu bertekad untuk tidak menghiraukan ucapan perempuan itu, tapi kenapa beberapa bulan ini terus saja terngiang-ngiang?' ucap Angelina dalam hati yang merasa begitu aneh dengan dirinya sendiri.