Budak Ranjang Tuan Muda You

Budak Ranjang Tuan Muda You
276. Darah tinggi kumat


__ADS_3

You yang sedang meeting di perusahaan begitu terkejut ketika ponsel yang diletakkan di sampingnya tiba-tiba bergetar memperlihatkan nama pemanggil adalah Angelina.


Pria itu terkejut, karena semenjak Angelina diterima oleh ibunya, Angelina jarang sekali meneleponnya di jam kerja, dan hanya meneleponnya ketika sore hari, menjelang jam pulang kantor.


Jadi ketika ponselnya bergetar di jam kerja seperti itu, maka You merasa sangat cemas, jadi dia langsung menghentikan rapat dan mengambil ponselnya untuk menjawab panggilan itu.


"Apa yang terjadi?"


"Tuan mengangkat teleponnya di tengah-tengah rapat seperti ini, Apakah ada sesuatu yang mendesak?"


Semua peserta rapat mulai berbisik-bisik karena You adalah orang yang paling disiplin dengan tidak memperbolehkan siapapun memegang ponsel ketika rapat sedang berlangsung.


Oleh sebab itu, melihat You yang mengingkari ucapannya sendiri langsung membuat semua orang merasa bahwa ada sesuatu yang tidak beres.


Dan benar saja, setelah menerima panggilan yang masuk, You kembali menghampiri semua orang dan melirik wakil CEO.

__ADS_1


"Lanjutkan rapatnya dan kirim hasil rapat padaku!" Tegas pria itu membuat wakil CEO begitu terkejut karena tidak menyangka bahwa suatu saat dia akan mendapat amanah untuk memimpin rapat bulanan perusahaan mereka.


Karena biasanya jika You tidak ada di kantor, maka yang melakukan segala sesuatu yang menjadi tugas pria itu adalah asisten nya.


Maka wakil CEO dengan segera tersenyum sambil berkata, "baik Tuan, Saya akan memastikan rapat ini berjalan dengan baik!"


You menganggukkan kepalanya, lalu dia menatap Brano yang berdiri di samping agar pria itu mengikutinya keluar meninggalkan tempat itu.


Wakil CEO yang baru pertama ditinggalkan untuk memimpin rapat merasa sangat senang jadi pria itu duduk di kursi milik You sambil menatap semua orang dengan perasaan yang begitu luar biasa.


Sementara You dan Brano, kedua orang itu sudah menaiki mobil dengan Brano yang menyetir, sementara You yang menekan-nekan layar ponselnya.


Setelah beberapa kali menekan layar ponselnya, pria itu menempelkan ponselnya ke telinganya.


"Ada apa?" Langsung tanya Tuan Jenkins dari seberang telepon karena pria itu juga sedang berada di kantornya memeriksa beberapa proyek perusahaan mereka yang memang selalu ia lakukan setiap hari.

__ADS_1


"Ayah harus cepat kembali ke rumah!" Tegas You tanpa menjelaskan keadaan Nyonya Jenkins, sebab dia takut hal itu akan mengagetkan ayahnya.


Tetapi, tanpa You mengatakannya pun, pria di seberang telepon sudah mengetahui ada sesuatu yang tidak beres di rumah, jadi pria itu langsung menutup panggilan putranya dan bergegas meninggalkan kantornya.


Duduk di dalam mobil, You mengepal erat tangannya memikirkan istrinya yang sedang sendirian menjaga ibunya.


Sesuai dengan kata dokter, perempuan itu tidak boleh cemas dan tidak boleh berpikir terlalu banyak, jadi dia merasa cemas Jika saja Angelina terkejut melihat ibunya yang tiba-tiba pingsan hingga mempengaruhi kehamilannya.


'Tapi kenapa bisa Ibu tiba-tiba saja pingsan? Bukankah segala sesuatu telah dibereskan? Hal apa lagi yang membebani pikiran ibu?' pikir You dalam hati merasa sangat cemas pada ibunya dan juga istrinya.


Hal itu karena Angelina belum mengatakan tentang kedatangan keluarga Firdani ke keluarga Jenkins, jadi pria itu tidak mengetahui apapun dan terus bertanya-tanya sepanjang jalan menuju kediamannya.


Dan akhirnya, setelah cukup lama merasa cemas dalam mobil, maka mereka tiba di kediaman keluarga Jenkins dan You segera berlari ke kamar ibu nya.


"Sayang," langsung ucap Angelina menatap suaminya yang datang tergesa-gesa.

__ADS_1


"Bagaimana keadaan ibu?" Tanya You sambil melihat ibu dan istrinya yang berada di atas ranjang.


"Dokter sudah memeriksa keadaan ibu dan dokter mengatakan bahwa darah tinggi ibu kembali kumat, itu sebabnya Ibu menjadi pingsan dan dalam keadaan yang tidak baik." Ucap Angelina sedang menatap cemas ke arah Ibu mertuanya.


__ADS_2