Budak Ranjang Tuan Muda You

Budak Ranjang Tuan Muda You
316. Penculikan


__ADS_3

(((Kailin: sepupu jauh You yang pernah memberi hadiah selendang pada Nyonya Jenkins.)))


"Mmm...!!! Mmm....!!!!" Kailin meronta-ronta ketika dia di bekap oleh beberapa orang pria, dan dimasukkan ke dalam sebuah mobil bersama dengan ibunya yang telah pingsan.


"Diam, atau ibumu meninggal!!!" Ancam salah seorang pria yang sedang menodongkan pisau di leher Mila sembari pria itu melemparkan tatapan tajamnya pada perempuan yang di bekap oleh salah seorang rekan kerjanya.


Dengan gemeter, Kailin menganggukkan kepalanya sembari perempuan itu melihat ibunya yang tak sadarkan diri dengan pisau yang diletakkan di lehernya.


"Bagus!" Ucap pria yang membekap Kailin lalu mendorong perempuan itu hingga Kailin hampir saja terjatuh.


"Apa yang kalian inginkan?" Tanya Kailin dengan tangan gemetar berusaha meraih tangan ibunya.


"Kalian berdua hanya perlu diam, maka kami tidak akan melukai kalian," ucap pria yang duduk di samping kailin.


Maka kalian tidak mengatakan apapun lagi, sebab dia takut jika dia dan ibunya sampai kenapa-kenapa jika mereka sampai membantah ucapan pria-pria yang sedang menculik mereka.

__ADS_1


Maka kalian tetap diam sampai mereka akhirnya tiba di sebuah ruangan yang kedap suara dengan ibunya yang dilemparkan secara sembarangan ke atas sofa.


"Ibu? Ibu?" Ucap Kailin menghampiri Mila dan berusaha membangunkan perempuan yang masih pingsan itu.


"Ibu sadarlah!!!" Ucap Kailin dengan suara setengah berteriak Akhirnya bisa menyadarkan Mila yang sedari tadi jatuh pingsan.


Perempuan itu kebingungan dengan situasi yang mereka hadapi, karena ada beberapa orang pengawal yang berdiri di ruangan itu sembari menatap tajam ke arah mereka.


"Ada apa ini?" Ucap Mila terkejut.


"Kita diculik dan mereka mengancam untuk membunuh kita kalau kita terlalu banyak berbicara." Ucap Kailin langsung mengejutkan Mila.


Tetapi Kailin belum sempat menjawab ucapan Mila ketika seorang pria yang diikuti seorang perempuan kini memasuki ruangan dengan langkah yang tegas dan angkuh.


"Si,, siapa kalian?!!" Tanya Mila dengan tatapan ketakutan ditujukan pada dua orang yang berjalan menuju mereka.

__ADS_1


"Kalian tidak perlu tahu siapa kami, yang jelas, sekarang aku akan mengatakan tugas kalian. Kau si perempuan tua akan pergi menghadiri acara baby shower keluarga Jenkins dan membawa perempuan ini ke acara tersebut!" Perintah sang pria pada Mila.


Lalu pria itu memindahkan tatapannya pada Kailin, "Sementara kau, perempuan yang buruk rupa, kau akan tetap tinggal di sini menjadi jaminan sampai ibumu berhasil menjalankan misinya!!!" Ucap pria yang misterius itu, lalu dia berbalik pergi seolah apa yang ia katakan sudah selesai.


Mila dan Kailin sama-sama tercengang di tempat mereka, karena tak menyangka bahwa tatapan pria yang baru saja pergi benar-benar membuat mereka terhipnotis hingga tak bisa mengatakan sepatah kata pun.


"A,,, apa katanya? Dia menyebutku sebagai perempuan yang buruk rupa?" Ucap Kailin benar-benar tak percaya dengan apa yang baru saja ia dengar.


"Jadi kalau sudah jelas, maka kau perempuan tua, cepat ikuti aku," ucap perempuan yang tadi bersama dengan pria misterius.


"Ini,, i,," Mila tak tega meninggalkan putrinya, sementara Kailin tak bisa ditinggalkan oleh ibunya.


Jadi kedua perempuan itu dengan tubuh yang gemetar dan menangis, mereka saling berpelukan, seolah tak mau dipisahkan.


Tetapi keduanya langsung dipisahkan oleh pengawal, dan Mila di bawa pergi menuju ke sebuah tempat lain, mengikuti perempuan yang berjalan lebih dulu.

__ADS_1


"Nyonya, perkenalkan namaku Airin, di acara baby shower nanti, aku yang akan menemani Nyonya pergi ke acara tersebut. Kami tidak akan mengapa-ngapa kan kalian sampai acara baby shower itu selesai." Ucap Airin langsung membuat Mila menelan air liurnya.


'Apa yang mereka inginkan hingga menculik kami seperti ini demi pergi ke acara baby shower keluarga Jenkins?' pikir Mila dalam hati sembari mengingat putrinya yang masih tertawan.


__ADS_2