
Setelah mendapatkan air putih dari dapur, Nyonya Jenkins kembali menghampiri pintu kamar You dan Angelina.
Tok tok tok...
Perempuan itu mengetuk pintu kamar sembari memegang segelas air putih di tangannya.
Setelah beberapa saat, pintu kamar kembali terbuka dan memperlihatkan You yang kini memegang handuk dan baskom kecil di tangannya.
"Masuklah Bu," ucap You sembari mengangkat tangannya yang menandakan bahwa pria itu tidak bisa membantu ibunya memegang gelas, karena seluruh tangannya sedang sibuk memegang barang.
Oleh karena itu, Nyonya Jenkins menganggukan kepalanya lalu dia masuk bersama putranya dan melihat Angelina yang setengah berbaring di kursi santai dalam kamar itu.
"Ibu,," langsung ucap Angelina ketika melihat kedatangan Nyonya Jenkins.
Perempuan itu hendak duduk dengan sopan ketika Nyonya Jenkins berkata, "tidak perlu memperbaiki posisi duduk mu, tetaplah seperti itu."
__ADS_1
Angelina langsung mengukir senyum di bibirnya lalu dia kembali duduk dengan tenang sembari melihat perempuan itu berjalan ke arahnya.
"Apa kau merasa lelah setelah kembali dari rumah sakit?" Tanya Nyonya Jenkins sembari menyerahkan jelaskan berisi air putih pada Angelina.
Angelina mengambil gelas air berisi air putih itu sambil berkata, "Terima kasih Bu, tapi aku baik-baik saja, hanya sedikit merasa kram di bagian perutku."
Setelah berkata demikian Angelina meneguk air putihnya sembari menatap Nyonya Jenkins yang langsung melihat ke arah perut bawahnya.
"Itu hal biasa saat hamil, apalagi kau hamil anak kembar. Jadi mungkin kau akan sering mengalaminya." Ucapnya Jenkins sembari memperhatikan putranya yang sedang memeras handuk di tangannya lalu pria itu perlahan meletakkan handuk tersebut di bagian perut Angelina.
Angelina menganggukkan kepalanya, "iya, terima kasih," ucap Angelina langsung dibalas anggukan suaminya.
"Baguslah,," kata You sembari mendaratkan sebuah ciuman lembut di kening istrinya.
Melihat putranya yang sangat memperhatikan Angelina, Nyonya Jenkins lalu berjalan ke arah sofa dan duduk di sana sembari melihat ke arah dua orang itu.
__ADS_1
Angelina yang menyadari bahwa mereka berdua telah mengabaikan Nyonya Jenkins langsung menyerahkan gelas ditangannya pada suaminya.
Perempuan itu lalu melihat ibu mertuanya, "Terima kasih karena Ibu mau menjengukku di kamar, bahkan tadi Ibu mau menemaniku pergi ke rumah sakit, aku merasa senang." Ucap Angelina disertai mata yang berkaca-kaca membuat Nyonya Jenkins tertegun di tempatnya.
Perempuan itu tak menyangka bahwa Angelina sesenang itu hanya karena dia datang menjenguk perempuan itu.
Jadi Nyonya Jenkins mengepal erat tangannya lalu perempuan itu berkata, "lain kali ibu akan menemanimu memeriksakan kandunganmu ke dokter. Juga akan menemanimu kalau You pergi bekerja. Oh ya, nanti sore akan ada pertemuan ibu dengan teman-teman ibu, kalau kau sudah merasa lebih baik nanti, Ibu harap kau mau pergi bersama ibu."
Ucapan Nyonya Jenkins langsung membuat Angelina dan You sangat terkejut, tangan kedua orang itu sama-sama mempererat genggaman mereka pada tangan pasangannya, lalu bertatapan selama beberapa detik.
Angelina maupun You Tersenyum bersama lalu Angelina kembali menatap Ibu mertuanya, "kalau begitu aku akan mengatakannya nanti kalau perutku sudah lebih baik. Tapi, Apakah ibu akan baik-baik saja kalau aku ikut? Bagaimana kalau aku merepotkan ibu?" Tanya Angelina dengan wajah yang tampak cemas.
Tetapi Nyonya Jenkins menggelengkan kepalanya, lalu berkata, "tidak perlu memikirkannya, ibu yang akan mengatur semuanya. Kalau begitu Kau suruh You untuk memberitahu Ibu kalau kau jadi pergi bersama ibu. Sekarang ibu harus pergi dulu ke kantor ayah kalian untuk mengantar sesuatu."
Angelina maupun You langsung menganggukkan kepalanya saat melihat Nyonya Jenkins sudah berdiri, "kalau begitu hati-hati di jalan Bu," ucap Angelina diangguki oleh Nyonya Jenkins lalu perempuan itu segera keluar meninggalkan Angelina dan You.
__ADS_1