Budak Ranjang Tuan Muda You

Budak Ranjang Tuan Muda You
280.


__ADS_3

"Tepat ketika pemakaman Putri keluarga Firdani selesai dilaksanakan. Saat itu Nyonya Firdani yang hendak meninggalkan pemakaman tak sengaja menabrak Sherin yang saat itu juga hendak pergi ke kuburan orang tuanya." Ucap You.


"Ah,, itu kebetulan sekali." Ucap Angelina menganggukkan kepalanya merasa bahwa Sherin terlalu beruntung.


"Ya,, Aku juga merasa itu sangat kebetulan. Dan kebetulan yang lainnya yang sangat aneh bahwa pada hari kecelakaan Putri keluarga Firdani, rumah yang ditempati Sherin tinggal mengalami kebakaran dan perempuan itu tak punya tempat tinggal. Jadi Nyonya Firdani berpikir untuk mengadopsi Sherin agar perempuan itu bisa tinggal di rumahnya." Ucap You.


"Ah,, itu dia!! Mungkinkah kecelakaan Putri keluarga Firdani sebenarnya bukan kecelakaan biasa, tetapi ada unsur kesengajaan di sana?" Ucap Angelina.


"Entahlah, lagi pula itu bukan urusan kita. Biarkan keluarga Firdani yang mengurus masalah keluarga mereka sendiri," ucap You.


Tetapi Angelina yang mendengar ucapan suaminya merasa bahwa dia bisa memanfaatkan masalah itu untuk membuat Sherin dibenci oleh keluarga Firdani.


Jadi perempuan itu diam-diam dalam hatinya memikirkan untuk menyuruh seseorang menyelidikinya.


Maka beberapa waktu setelah peristiwa itu, ketika Nyonya Jenkins sudah kembali pulih dan menemani Angelina setiap hari, maka Angelina diam-diam menggunakan komputer untuk menyelidiki masalah Sherin.


'Ah,, ini dia, restoran yang dikunjungi Sherin, satu hari sebelum kecelakaan. Di sana pasti ada CCTV yang memperlihatkan dengan siapa perempuan itu bertemu. Aku harus pergi ke sana dan menyelidikinya,' ucap Angelina menutup laptopnya lalu perempuan itu mengambil mantel dan bersiap untuk keluar.


Tetapi, ketika dia turun ke bawah, didapatinya Nyonya Jenkins sedang berjalan ke arahnya sambil membawa nampan berisi semangkuk cemilan dan teh.

__ADS_1


"Kau mau kemana?" Tanya Nyonya Jenkins yang kini memperlihatkan wajah cemasnya menatap menantunya yang terlihat ingin keluar rumah.


"Ah,, itu Bu, Aku hendak mencari udara segar. Hanya sebentar saja kok," ucap Angelina sembari dalam hatinya perempuan itu berharap agar Nyonya Jenkins tidak menawarkan diri untuk mengikutinya.


Tetapi keinginan perempuan itu tak terwujud, karena Nyonya Jenkins langsung memanggil seorang.


"Kemarilah," ucap perempuan itu pada seorang pelayan.


"Bawa ini ke belakang," perintah Nyonya Jenkins pada pelayan yang sudah menghampirinya lalu perempuan itu berbalik menatap Angelina.


"Kau tunggu sebentar, ibu akan menemanimu." Ucap Nyonya Jenkins langsung berlari ke kamarnya untuk mengganti pakaiannya.


'Akan sulit bagiku Untuk menyelidikinya jika Ibu pergi bersamaku. Ah,, kecuali kalau aku memberitahunya masalah itu!!!' ucap Angelina dalam hati lalu dia menimbang-nimbang pilihan yang akan ia ambil.


"Sayang, ayo," tiba-tiba suara Nyonya Jenkins mengagetkannya, membuat Angelina berdiri dan melihat ibunya yang sudah siap untuk keluar rumah.


Angelina langsung menganggukkan kepalanya, lalu kedua perempuan itu segera menaiki mobil dan mobil melaju meninggalkan kediaman utama keluarga Jenkins.


"Ke mana kita akan pergi?" Tanya Nyonya Jenkins pada menantunya.

__ADS_1


"Ke restoran di jalan xx," kata Angelina langsung diangkutin Nyonya Jenkins sebab dia tidak mengenal restoran itu.


Tetapi sang supir langsung mengikuti arahan Angelina, lalu mobil mereka dengan cepat melesat menuju jalan yang dimaksud oleh Angelina.


"Apa ini restorannya?" Tanya Nyonya Jenkins melihat sebuah restoran kecil yang tampak sudah tua.


"Iya Bu," jawab Angelina melemparkan senyum pada ibu mertuanya langsung membuat Nyonya Jenkins mengangguk lalu kedua perempuan itu turun dari mobil.


Nyonya Jenkins tidak terbiasa memasuki restoran kecil yang terlihat kumuh, tetapi melihat menantunya sangat bersemangat memasuki restoran itu, maka dia akhirnya menurunkan egonya dan mengikuti Angelina.


'Dari mana menantuku mengetahui restoran seperti ini?' pikir Nyonya Jenkins memperhatikan tempat itu di mana orang-orang Yang makan di dalam rata-rata orang-orang yang terlihat seperti preman.


"Halo, selamat datang," seorang pelayan dengan pakaian yang begitu seksi langsung menyambut mereka berdua membuat Nyonya Jenkins hanya bisa menahan rasa kesalnya.


"Kami ingin meja untuk dua orang," ucap Angelina langsung diangguki oleh pelayan itu lalu mengantar Angelina ke meja untuk dua orang.


Sambil duduk, Nyonya Jenkins memperhatikan pelayan yang ada bersama mereka, rok pendek ketat yang masih dibela sampai ke pinggul dan baju dengan leher V yang hampir memperlihatkan seluruh buah dadanya.


Sangat tidak nyaman untuk di pandang!!!!!

__ADS_1


__ADS_2