Budak Ranjang Tuan Muda You

Budak Ranjang Tuan Muda You
92. Selera yang aneh


__ADS_3

Setelah puas bermain-main di kampung kumuh, Angelina meninggalkan tempat itu dan kembali ke keluarga Hall.


Betapa terkejutnya ketika dia tiba rumah, rumah keluarganya telah rusak di seluruh sisi dan Bahkan barang-barang mereka dilempar keluar dari rumah.


Ia melihat banyak orang sedang membantu membersihkan puing-puing bangunan dan menyelamatkan barang-barang yang masih bisa terpakai.


Sementara ibunya yang menangis sedang ditenangkan oleh beberapa ibu-ibu tetangga mereka.


Angelina langsung berlari ke arah ibunya "Ibu,," katanya memeluk Raina.


"Putriku,," Raina balas memeluk Angelina sembari terisak dalam pelukan putrinya.


Sekarang rumah mereka sudah sangat berantakan, jadi tidak mungkin lagi ditinggali.


Sementara orang-orang yang datang merusak rumah mereka, tidak ada yang tahu dari mana asalnya dan siapa mereka!!


Angelina menenangkan ibunya sampai perempuan itu berhenti menangis dan sudah bisa menceritakan masalah yang terjadi.


"Ibu,, Sebenarnya apa yang terjadi? Mengapa rumah kita bisa dihancurkan seperti ini?" Tanya Angelina merasa bingung.


Satu-satunya orang yang selama ini berselisih paham dengan mereka adalah keluarga Buton, dan keluarga itu sudah dimusnahkan, tapi mengapa masih ada orang yang datang menjahati mereka hingga tega menghancurkan rumah mereka?


"Ibu tidak tahu siapa mereka, tapi mereka bilang ini semua karena kau." Ucap Raina sambil menghela nafas kembali meneteskan air matanya.

__ADS_1


"Apa maksudnya karena aku?" Tanya Angelina merasa bingung.


Raina menggelengkan kepalanya, "Ibu juga tidak mengerti, tapi orang-orang itu mengatakan kalau kau sudah membuat janji dengan seseorang lalu menyalahi perjanjian itu. Jadi akibatnya adalah rumah kita yang harus mereka hancurkan.


"Ayah mu berusaha melawan mereka, tapi ayah mu kalah dengan mereka. Jadi ibu hanya bisa menarik ayahmu supaya dia tidak dipukuli." Cerita Raina sambil melihat ke arah suaminya yang kini duduk bersama beberapa pria yang mengurutnya.


"Aku minta maaf Bu, ini salahku karena membuat perjanjian dengan keluarga Burton." Ucap Angelina.


"Apa?!! Keluarga Burton lagi?!!" Raina merasa sangat terkejut.


Keluarga Burton telah membunuh salah satu anaknya, dan sekarang mereka pun tidak puas hingga kini menghancurkan rumah mereka.


Perempuan itu menjadi sangat cemas apabila nanti keluarga Burton malah berniat melukai satu-satunya putrinya yang masih ia miliki.


"Tapi ayah dan ibu akan kesulitan bila berada di luar negeri karena ayah dan ibu tidak bisa bahasa asing. Bagaimana kalau aku mencari tempat tinggal yang lebih nyaman dan ayah untuk ibu? Aku mengenal seseorang yang bisa membantu kita," ucap Angelina.


Raina langsung mengangguk, "Baiklah, ibu percayakan saja semuanya padamu. Kau bisa berbicara dengan ayahmu." Ucap Raina yang sudah sangat cemas memikirkan nasib mereka.


Keluarga Burton seolah-olah tidak pernah puas menindas keluarga mereka, jadi tidak ada yang bisa mereka lakukan selain bersembunyi dari keluarga itu.


Akhirnya, setelah berbicara dengan ayahnya, ketiga orang itu meninggalkan desa.


Angelina membawa orang tuanya ke kampung kumuh dan menitipkannya pada Ruben.

__ADS_1


"Nyonya dan Tuan Bos tenang saja, lingkungan kami sangat aman karena dijaga dengan sangat ketat. Jadi kalian pasti bisa hidup dengan nyaman di sini." Ucap Ruben.


"Tapi,, kami tidak mungkin hanya tinggal saja, kami harus--"


"Jangan pikirkan itu!! Nona Bos sudah banyak berjasa untuk saya, Jadi kalian bisa bebas tinggal di sini." Ucap Ruben sembari tersenyum memperhatikan Angelina yang sedang membawa sebuah barang ke dalam rumah.


Angelina melihat ke arah tiga orang yang duduk di sekolah lalu berkata, "Ayah dan ibuku tidak akan bisa tinggal di sini dengan gratis. Aku yang akan mengirimkan uang untukmu setiap bulan, Tapi dapatkah kau membantu ayah dan ibuku mencari pekerjaan yang layak?"


Angelina sangat mengerti bahwa ayah dan ibunya tidak bisa tenang jika hanya duduk berpangku tangan, mereka memiliki jiwa pekerja keras.


"Tentu!! Tempat kami membutuhkan salah satu pihak keamanan. Meskipun gajinya tidak terlalu banyak tapi--"


"Tidak masalah,, Saya tidak memikirkan masalah gaji, yang penting saya punya pekerjaan yang layak." Ucap Burhan menyela ucapan Ruben.


Ruben mengangguk-angguk, "Bagus, kalau begitu sudah si putuskan! Lalu untuk Nyonya,, Sepertinya saya perlu waktu beberapa hari untuk mencari pekerjaan yang tepat untuk nyonya." Kata Ruben.


"Tidak masalah, selama beberapa hari menunggu, saya bisa membersihkan rumput-rumput liar yang tumbuh di depan rumah." Ucap Raina yang merasa bahwa pekerja di rumah milik Ruben sangatlah kurang hingga membiarkan halaman tidak terawat.


"Oh,, tidak,, rumput-rumput itu adalah tanaman kesayangan saya, tidak boleh dibersihkan bahkan hanya dipotong saja. Juga,, daun-daun yang berceceran itu tidak perlu dibersihkan pokoknya tidak perlu membersihkan bagian luar rumah." Ucap Ruben.


Raina hanya mengangguk-ngangguk dengan heran sebab dia merasa aneh, bagian dalam rumah tersebut sangat bersih dan indah, tapi di luarnya malah dibiarkan sangat berantakan.


Sungguh selera yang aneh.

__ADS_1


__ADS_2