Budak Ranjang Tuan Muda You

Budak Ranjang Tuan Muda You
125. Villa dihancurkan


__ADS_3

"Situasi sudah aman," suara seorang pria terdengar dari earpice yang dipasang Brano di telinganya.


Pria itu langsung menatap sang sopir lalu memberi perintah, katanya, "Jalankan mobilnya."


Sang supir tidak menjawab, tetapi pria itu langsung menuruti perintah Brano lalu mobil segera masuk ke halaman villa.


You langsung turun dari mobil lalu pria itu berjalan masuk disambut oleh seluruh pengawal yang sudah menguasai Villa tersebut.


"Nyonya tertidur di sofa." Ucap salah seorang pengawal lalu diikuti oleh You berjalan ke sofa dan melihat perempuan yang tertidur tanpa selimut.


Hati pria itu menjadi lebih hangat, dia langsung membawa Angelina ke gendongannya lalu keluar untuk membawa perempuan itu pergi dari tempat tersebut.


'Angelina, aku menjemputmu.' ucap You dalam hati sembari memandangi perempuan di pelukannya.


Mereka sangat terkejut saat seorang pria tiba-tiba berlari dari belakang paviliun.


"Lumpuhkan dia!!" Perintah salah seorang pria langsung membuat Arthur bersujud di lantai.


Pria itu memohon, "Tolong bawa saya juga, saya adalah teman Angelina yang ikut dikurung di sini karena Angelina tidak bisa makan apapun selain masakan yang saya buat.


"Kalau kalian tidak membawa saya, maka perempuan itu akan mati kelaparan dan bayi yang ada di kandungannya akan meninggal sebelum lahir ke dunia! Dia mengidam masakan saya!" Arthur berbicara dengan sangat cepat sebab dia sangat takut dengan pria yang berani datang ke tempat Hendra mengepung villa itu.


Dia bisa menebak dengan jelas bahwa pria itu bukanlah pria biasa-biasa saja, karena pria biasa-biasa saja tidak akan memiliki kemampuan untuk melawan Hendra.


You yang hendak memasuki mobil langsung menghentikan langkahnya lalu menatap ke arah Arthur.


"Hamil?" Pria itu bertanya sembari mengerutkan keningnya namun tatapannya jelas memberi tekanan pada Arthur agar pria itu menjawab dengan jujur.

__ADS_1


"Ya,, Dia sedang hamil dari seorang pria yang pernah menyiksanya. Katanya pria itu adalah pria yang memiliki kedudukan tinggi di negaranya dan,,, kandungannya sudah berumur 1 bulan lebih." Ucap Arthur.


"Siapa nama pria itu?" Tanya You.


"Oh,, itu, dia tidak mengatakannya tetapi pria itu adalah pria yang alergi terhadap kacang merah!!" Langsung jawab Arthur.


Mendengar itu, You langsung tersenyum karena dia adalah pria yang alergi terhadap kacang merah dan juga pria berkuasa di negara Angelina.


"Bawa dia bersama kita." Perintah You lalu pria itu masuk ke dalam mobil dengan Angelina tetap di pelukannya.


Tetapan You terkunci pada perut Angelina yang masih terlihat datar.


'Anakku?' You perlahan meletakkan tangannya di atas perut Angelina lalu merabanya dengan hangat.


"Sepertinya generasi kelima keluarga jenkins akan segera lahir." Brano berbicara sembari menatap ekspresi You yang tampak sangat langka mengetahui dirinya akan menjadi seorang ayah.


"Baik Tuan," jawab Brano lalu memberi kode pada sang supir hingga kecepatan mobil mereka bertambah.


Orang itu segera pergi ke kota seberang kota lalu menaiki pesawat untuk kembali ke negara mereka.


Sementara saat itu, di bandara yang sudah diisolasi dari warga sipil, sebuah pesawat dari negara xx baru saja mendarat.


Pesawat itu ialah pesawat kosong yang hanya diisi oleh boneka-boneka manusia.


Pesawat yang dikendalikan tanpa pilot, langsung dikepung oleh orang-orang milik Hendra.


Pintu pesawat terbuka lalu segerombolan orang-orang milik Hendra yang bersenjata lengkap segera memasuki pesawat

__ADS_1


"Bo,, boneka?" Semua orang terkejut melihat boneka-boneka manusia yang diletakkan di di setiap kursi penumpang.


5 detik kemudian,,, Boom!!!!


Pesawat itu meledak membunuh orang-orang Hendra yang berada di dalam pesawat dan diluar pesawat.


Ledakan yang dahsyat itu bahkan mencipratkan apinya ke pesawat lain yang terparkir di landasan tersebut hingga tiga buah pesawat langsung terbakar.


"Sial!!" Hendra yang berada di ruang kendali langsung membanting meja hingga komputer yang berada di atas meja terjatuh ke lantai dan hancur berkeping-keping.


Plak!!


Sebuah tamparan langsung di daratan Hendra di pipi Gilang karena kemarahannya pada pria itu.


Gilang langsung bersujud di lantai, "Maafkan saya Tuan." Ucap Gilang.


Saat itulah Hendra teringat akan Angelina yang ia tinggalkan di villa.


"Sial!! Kembali ke villa!!" Teriak Hendra lalu dia dan Gilang meninggalkan bandara menuju villa.


Di tengah perjalanannya, saat mereka masih berada dalam helikopter, kabar sudah datang bahwa seluruh orang-orang mereka telah dilumpuhkan.


Bahkan bukan vila saja, tempat penjualan senjata gelap pun telah dimusnahkan dan orang-orang yang memusnahkannya sudah kabur menuju kota tetangga dan menaiki pesawat ke negara xx.


@Interaksi


__ADS_1


Babnya ketahan sama editor, makanya lama up. Semoga kalian bisa melatih kesabaran diri menunggu up novel receh ini 🙏🙏


__ADS_2