
"Ada tulisannya," kata Raina langsung membaca perlahan tulisan pada kertas itu.
"Jika suatu saat aku pergi maka aku akan mengusahakan untuk bertemu denganmu lagi. Jika aku tidak pergi jauh maka kita akan bertemu di tempat biasa pada tanggal yang akan menyusul kuberikan padamu.
"Jika aku kesulitan menulis tanggal itu maka aku harap kau mencari nama aku di sosial media. Aku akan memberinya nama xx14529xxx." Ucap Raina membaca tulisan di surat itu lalu You langsung pergi mendapatkan laptop dan menyalakan laptop itu.
🐾🐾
You yang menyalakan laptop di apit oleh kedua ibunya dengan 2 perempuan itu membuka lebar-lebar kelopak mata mereka untuk melihat layar laptop yang sedang dioperasikan oleh You.
Tak tak tak....
Jari-jari You bergerak dengan cepat di atas keyboard laptop lalu akhirnya sebuah pencarian terbuka memperlihatkan sebuah akun dengan nama xx14529xxx.
"Itu dia akunnya, akun xx14529xxx, cepat klik!!" Ucap Nyonya Jenkins yang sudah tidak sabar untuk melihat isi akunnya.
You pun merasakan jantungnya berdegup amat kencang ketika dia melihat nama akun itu, dan dengan satu kali klik akun itu kemudian terbuka.
Tiga orang yang ada di sana tercengang melihat akun itu. Tidak ada aktivitas apa pun, tidak ada foto profil tidak ada identitas apapun di sana hanya namanya saja yang dibuat.
__ADS_1
"Kenapa tidak ada apapun? Mungkinkah bukan ini yang dimaksud?" Kata Nyonya Jenkins yang merasa sangat heran.
Mereka sudah bersangat berharap akan menemukan sesuatu ataupun sedikit informasi yang ditinggalkan Angelina di sana, tapi kecewa harus mereka rasakan saat tidak menemukan apapun.
"Apakah nama akunnya sudah cocok?" Ucap Raina kembali mengambil surat yang mereka dapatkan di laci lalu perempuan itu mencocokkan nama akunnya.
Tetapi, berapa kali pun dia mencocokkannya, tetap saja nama akun itu sudah tepat.
"Akun ini dibuat sebelum Angelina pergi." Tiba-tiba ucap You sambil meletakkan laptopnya lalu pria itu bersandar dengan mata terpejam.
Artinya, tidak ada yang menjamin bahwa istrinya baik-baik saja meskipun ada informasi dari istrinya. Jadi pria itu menjadi sangat cermas lagi memikirkan keadaan istrinya sekarang.
"Jangan khawatir, mungkin saja saat ini Angelina belum sempat memeriksa akunya. Cobalah cek secara berkala siapa tahu nanti kau bisa mendapat informasi dari sana." Kata Raina berusaha menghibur You.
Nyonya Jenkins juga berpikir, sama jadi perempuan itu berkata, "pokoknya Kau jangan menyerah saat ini sedang sangat merindukanmu dan anak-anak kalian."
Oeeeee.... Oeeeee...... Oeeeee....
Oeeeee.... Oeeeee...... Oeeeee....
__ADS_1
Oeeeee.... Oeeeee...... Oeeeee....
Tiba-tiba suara tangisan bayi dari kamar sebelah langsung membuat ketiga orang itu tersentak lalu mereka bertiga langsung pergi ke sana untuk melihat keadaan bayi-bayi kembar itu.
Ketiganya menangis secara bersamaan dan tampak tidak baik-baik saja.
Sementara di tempat lain, Angelina baru saja selesai merias dirinya sendiri lalu dia keluar dari kamar dan melihat Hendra tepat berdiri di depan pintu kamarnya.
"Ayo makan malam bersama," ucap Hendra sembari mengulurkan tangannya sebagai tanda agar Angelina menyambut uluran tangannya.
Tetapi, Angelina tidak menyambut uluran tangan itu, dia hanya berjalan mendahului Hendra sambil berkata, "tidak perlu pegangan tangan, aku bisa pergi tanpa harus dipegang."
"Baiklah," jawab Hendra dengan pasrah lalu dia mengejar perempuan itu dan mereka berjalan sejajar untuk menuju ke sebuah restoran yang telah dipesan oleh Hendra.
Setelah mereka tiba, pelayan menyajikan makanan yang sebelumnya telah dipesan oleh Hendra, lalu mereka makan berdua dengan Hendra yang melihat Angelina tampak sangat tidak berselera makan.
Perempuan itu hanya memainkan makanan di depannya dan tidak memasukkannya ke dalam mulutnya.
Setelah beberapa saat, dia memperhatikan tubuh Angelina yang begitu kurus, hal itu membuatnya merasa tidak baik.
__ADS_1
'Apa sebaiknya aku ikuti saran dokter? Karena kalau dia seperti ini terus, dia akan sakit lagi.' ucap pria itu dalam hati sembari mengepal kuat tangannya.