
Di kota H, Angelina terus berlatih bela diri, sepanjang hari yang ia lakukan hanyalah mengajak teman-temannya untuk bertarung.
Hal itu berlangsung selama 1 bulan hingga membuatnya banyak mengalami masalah kesehatan seperti keseleo, tangan bengkak dan masalah lainnya.
Sampai larut malam pada pukul 11.00, dia merasa sangat lelah lalu perempuan itu mengambil sebotol air mineral dan meneguknya sampai habis.
Ketika dia selesai meminum air, perempuan itu tiba-tiba merasa sakit pada perutnya, jadi Angelina berjalan ke klinik kesehatan yang terletak tak jauh dari gedung pelatihan.
"Oh, hei, kau datang lagi? Ada keluhan apalagi kali ini?" Tanya sang dokter yang selama 1 bulan ini sudah terlalu akrab dengan Angelina karena perempuan itu berkali-kali datang ke tempatnya dengan berbagai keluhan.
"Uh,, kali ini bukan karena lenganku patah atau kakiku keseleo, kali ini aku merasa aneh pada perutku." Ucapin Angelina sembari berjalan ke arah sebuah kursi dan duduk di sana menghadap pada sang dokter yang sedang memperhatikannya.
"Coba ceritakan padaku bagian perut mana yang sakit dan bagaimana rasa sakitnya?" Tanya sama dokter sembari mengambil stetoskopnya untuk dipersiapkan memeriksa Angelina.
__ADS_1
"Perut bagian bawahku yang saki, dan sakitnya seperti ketika aku sedang menstruasi. Padahal aku belum datang bulan." Kata Angelina diangguki ke dokter.
Sang dokter berjalan ke samping ranjang lalu menatap Angelina dan berkata, "Berbaringlah di sini sebentar."
"Baik Dok," jawab Angelina segera diperiksa oleh sang dokter.
"Apa yang dokter lakukan?" Tanya Angelina saat melihat sang dokter kini mendorong sebuah meja komputer ke arahnya.
"Kau bilang perut bagian bawahmu yang sakit. Jadi kemungkinan ada masalah dengan rahimmu. Apakah beberapa hari ini kau mengalami keputihan atau menstruasi mu tidak teratur?" Tanya sang dokter mulai membantu Angelina menarik celananya agak ke bawah.
"Baiklah, kita akan tahu sebentar lagi." Ucap dokter mengoleskan gel pada perut bagian bawah Angelina lalu perempuan itu mulai melakukan USG pada Angelina.
Setelah beberapa saat, sama dokter mengerutkan keningnya melihat layar monitor yang memperlihatkan keadaan Angelina.
__ADS_1
"Ada apa dok?" Tanya Angelina.
"Aku tidak yakin, tapi dari yang kulihat ini sepertinya kau sedang mengandung." Ucapdokter yang memang tidak yakin karena dia bukanlah dokter kandungan yang bisa mengetahui lebih spesifik tentang kehamilan yang berusia muda.
Dia hanya dokter umum yang bertugas di klinik.
"Eh??" Angelina begitu terkejut melihat ke arah monitor yang dimiringkan dokter padanya, lalu dia membelalakkan matanya, "Apakah itu penyakit atau sebuah janin?" Tanyanya pada dokter saat melihat gumpalan hitam di dalam rahimnya.
"Aku bukan dokter kandungan, jadi aku tidak bisa memberitahumu dengan jelas, tetapi yang ku ketahui bahwa kemungkinan besar kau sedang mengandung. Aku sarankan kau memeriksanya ke dokter kandungan agar hasilnya lebih akurat." Ucap dokter.
"Be,, benarkah?" Angelina merasa sangat shock, perempuan itu segera duduk setelah Dokter membersihkan perutnya.
"Iya, apalagi kau mengeluh perut bagian bawahmu terasa sakit, jadi sebaiknya kau lebih cepat menemui dokter kandungan. Dia akan memeriksa ilmu lebih baik daripada aku." Kata Sang dokter.
__ADS_1
Angelina terdiam mendengarkan sang dokter, 'Tidak mungkin.. Bukankah waktu bersama dengan pria itu aku selalu mengkonsumsi pil KB? Mengapa bisa hamil?' Angelina bertanya-tanya dalam hatinya.