
"Sepertinya kau baik-baik saja. Jadi aku akan pergi." Kata Angelina segera berdiri untuk meninggalkan You. Pria itu masih bisa berdebat, jadi tentu saja baik-baik saja.
Tapi kemudian tangannya di cekal oleh You.
"Jangan,, aku masih membutuhkanmu." Ucap You menahan kram pada tangannya.
"Oh, tapi aku lihat kau baik-baik saj,," Angelina menghentikan ucapannya saat melihat You hendak terjatuh ke lantai.
Perempuan itu langsung menopang tubuh You.
"Kau baik-baik saja?" Tanya Angelina.
"Tidak, aku tidak baik," ucap You dengan mata setengah tertutup.
"Aku akan panggil dokter," ucap Angelina hendak membaringkan You ketika You malah memeluknya.
"Aku tidak butuh dokter, aku butuh kau di sini." Ucap You menyandarkan kepalanya di bahu Angelina.
Deg!
Deg!
Deg!
Angelina terpaku merasakan tubuh hangat You.
'Kenapa aku begini? Kenapa jantungku menunjukkan ciri-ciri menyukai You?' Angelina terkejut dengan reaksi dirinya sendiri.
__ADS_1
Seumur hidupnya, ini pertama kalinya ia merasa begitu.
"Syukurlah kalian di sini,, aku merindukan kalian berdua. Sekarang aku merasa lebih baik." Tiba-tiba suara You semakin membuat Angelina terhenyak.
"Kau jangan banyak bicara. Kembali lah berbaring," ucap Angelina mendorong You.
Tapi perempuan itu terkejut saat menyadari tubuh You tampak lebih lemah dari sebelumnya. Beban tubuh You yang diberikan padanya juga semakin berat, jadi Angelina makin panik.
"Hei,, kau,, kau mendengarku?" Tanya Angelina yang panik menyadari You yang sangat lemah.
Perempuan itu berharap You akan menjawabnya, tapi You hanya diam saja, hal itu semakin membuat Angelina menjadi lebih khawatir.
"Hei..." Angelina berusaha menyadarkan pria itu, tapi You tetap tak bergeming.
Akhirnya Angelina kembali membaringkan You lalu perempuan itu dengan panik keluar dari ruangan.
Brano yang melihat kepanikan Angelina langsung berlari memanggil dokter.
Sementara Angelina, perempuan itu kembali ke kamar untuk mengawasi You yang terbaring lemah.
Setelah panik beberapa menit, akhirnya dokter dan Brano memasuki kamar.
"Cepat!!" Sentak Angelina pada sang dokter.
Dokter tidak menjawab, dia hanya mendekati You lalu melakukan pemeriksaan pada pria itu.
Setelah beberapa saat, Dokter menatap Angelina, "Dia baik-baik saja," ucapnya.
__ADS_1
"Kau yakin?!" Angelina bertanya tak percaya, jelas wajah You tampak begitu buruk, bahkan pria itu baru saja pingsan, tapi kenapa dokter....?
"Iya, dia hanya tidur saja. Jadi biarkan dia beriatira--"
"Hanya tidur katamu?! Tapi barusan dia pingsan!! Kami sedang berbicara, lalu dia tiba-tiba tak sadarkan diri." Ucap Angelina bersikukuh.
Brano yang berdiri agak jauh bisa menebak apa yang terjadi, jadi pria itu berkata, "Nyonya, tolong jangan panik, sebaiknya kita percaya pada dokter."
Angelina menatap Brano lalu melihat You, 'Benar juga, kenapa aku begitu panik? Terjadi sesuatu pun, tidak terlalu masalah denganku.' pikirnya dalam hati.
"Kalau begitu saya permisi," kata dokter ketika melihat tidak ada lagi yang berbicara.
"Baik Dok, saya akan mengantar Dokter." Ucap Brano segera mengantar dokter keluar dari kamar You.
Pria itu tak lupa mengunci pintu kamar agar rencana Tuannya berjalan lancar.
'Dasar Tuan, aktingnya sangat bagus sampai membuat Nyonya hampir gila.' pikir Brano dalam hati.
Sementara dalam kamar, Angelina masih menatap You dengan kesal. Perempuan itu masih bingung dengan dirinya yang entah bagaimana bisa begitu panik dengan keadaan You.
'Ini pasti karena ucapan ibu. Karena aku hanya khawatir pada bayiku,' ucap Angelina dalam hati lalu berjalan ke arah pintu untuk pergi dari situ.
Tetapi perempuan itu mengeryit saat ia berusaha membuka pintu, namun pintu itu terkunci.
"Pengawal?!" Ucap Angelina memanggil orang di luar.
Tidak ada yang menjawab, jadi perempuan itu kembali memanggil beberapa kali lagi.
__ADS_1
'Sial.. apakah pintunya macet? Atau ada yang sengaja mengunci dari luar?' Angelina mendesah kesal.