Budak Ranjang Tuan Muda You

Budak Ranjang Tuan Muda You
200. Cincin di tangan Sherin


__ADS_3

'Kebetulan sekali Angelina datang di saat seperti ini. Dia pasti akan terbakar setengah mati melihat cincin yang kemarin ia temukan di kantor suami nya malah berakhir di jari manis Sherin.' Ucap Nyonya Jenkins dalam hati.


"Masuk!!" Perintah Nyonya Jenkins membuat pintu kamar langsung terbuka.


Angelina masuk diikuti oleh kedua pelayan yang membawa meja kecil berisi makanan yang telah disiapkan oleh Angelina untuk ibu mertuanya.


Sesaat, Angelina memperhatikan wajah Sherin yang tampak menatapnya dengan senyum provokasi.


'Ada apa dengan perempuan ini?' pikir Angelina dalam hati lalu memindahkan tatapannya menatap ibu mertuanya.


"Ibu, aku datang membawakan makanan yang baik untuk sakit perut ibu," ucap Angelina.


"Kau tidak perlu repot-repot, Sherin sudah di sini membawakanku makanan," ucap Nyonya Jenkins sembari menoleh melihat Sherin.


Dengan senang hati Sherin tersenyum dan mengambil kotak bekal yang tadinya di letakkan di meja, "aku akan menyuap ibu." Ucap Sherin.

__ADS_1


"Hm,, sudah ada Sherin di sini yang membantuku jadi kau jadi kalau boleh menyuruh pelayanmu untuk pergi." Ucap Nyonya Jenkins.


Angelina tidak mau berdebat dengan orang yang sakit, jadi perempuan itu langsung menganggukkan kepalanya sembari berkata, "baik Bu."


Angelina lalu menoleh pada pelayannya, "ayo pergi dari sini." Kata Angelina melangkahkan kakinya hendak meninggalkan kamar itu ketika Nyonya Jenkins mencegahnya.


"Kau tidak perlu pergi, cukup pelayanmu saja yang pergi. Duduklah di sini." Kata Nyonya Jenkins.


Angelina memperhatikan Nyonya Jenkins dan Sherin yang menatapnya dengan tatapan yang tampak mengandung tipu muslihat, 'apalagi yang mereka berdua rencanakan? Tapi daripada bertengkar, lebih baik aku menuruti mereka saja.' Pikir Angelina dalam hati lalu menarik kursi ke sisi ranjang dan duduk di sana.


"Cincin di jari manismu, apakah itu cincin moon white diamond ring?" Tanya Angelina langsung menghentikan gerakan tangan Sherin lalu perempuan itu semakin memperlihatkan cincin di jari manisnya pada Angelina.


"Hm,, ibu memberikanku cincin ini. Katanya dari You," ucap Sherin dengan senyum mengembang menatap cincin di jari manisnya.


Sementara Angelina, perempuan itu mengalihkan pandangannya dari cincin di tangan Sherini dan menatap ibu mertuanya.

__ADS_1


"Ibu, apa itu benar?" Tanya angelina dengan tangan terkepal terkuat namun suaranya masih biasa-biasa saja. Berusaha dikendalikan dengan baik agar tetap tenang.


Nyonya Jenkins mengangguk, "ya, you memberikannya pada ibu untuk diberikan pada calon istrinya yang ibu restui. Makanya ibu memberikannya pada Sherin." Kata Nyonya Jenkins tersenyum senang menatap Sherin.


"Terima kasih Bu, pokoknya setelah Angelina melahirkan, aku akan merawat bayi nya dengan baik dan juga menjadi istri yang terbaik untuk You serta menantu yang baik untuk keluarga Jenkins." Kata Sherin sangat senang sambil melirik Angelina dengan senyum provokasi.


"Ah,, begitu." Ucap Angelina tersenyum meski tangannya semakin kuat dikepalkan karena dia merasa marah kepada dua orang di depannya yang sudah mengambil barang yang seharusnya menjadi miliknya.


"Kau tidak marah 'kan?" tiba-tiba tanya Nyonya Jenkins.


"Hm?" Angelina menatap ibu mertuanya, "kenapa aku harus marah?" Tanya Angelina.


Nyonya Jenkins tersenyum, "Ya,, karena ibu tahu kau sangat menginginkan posisi Nyonya Jenkins 5, tapi sayangnya ibu malah memberikan cincin ini pada orang lain. Hah,, bagaimanapun, sebagai ibunya, aku pantas menentukan apapun yang akan berada di hidupnya.


"Termasuk seorang istri yang akan menemaninya hingga dia tua nanti." Kata Nyonya Jenkins semakin membuat Angelina marah sampai level yang sudah tidak bisa lagi ia control.

__ADS_1


Pokoknya, amarahnya harus di keluarkan agar dua perempuan itu mengetahui siapa yang berusaha mereka tindas!!!!


__ADS_2