Budak Ranjang Tuan Muda You

Budak Ranjang Tuan Muda You
274. Pembicaraan sudah tak bisa dilanjutkan


__ADS_3

Setelah kabar dari Tiara, maka Angelina bersama Nyonya Jenkins langsung berjalan ke depan dan terkejut melihat keluarga Firdani sudah menunggu mereka untuk diizinkan masuk ke kediaman mereka.


Nyonya Jenkins tidak mau berurusan lagi dengan mereka jadi dia hendak mengusir kedua perempuan itu.


"Apa lagi yang kalian inginkan di rumah kami? Cepat pergi dari sini sebelum Saya memanggil satpam untuk mengusir kalian!!!" Tegas Nyonya Jenkins yang merasa bahwa tidak ada yang perlu didengarkan dari keluarga itu.


Tetapi Nyonya Firdani berkata, "aku minta maaf karena datang secara tiba-tiba seperti ini. Tetapi ada hal mendesak yang perlu kami bahas sebentar. Hanya 10 menit saja, biarkan kami masuk."


Ucapan Nyonya Firdani sama sekali tidak ingin didengar oleh Nyonya Jenkins, jadi perempuan itu melambaikan tangannya untuk mengusir kedua orang itu.


Tetapi Angelina yang ada di sampingnya, perempuan itu mengepal erat tangannya lalu dia menghampiri Ibu mertuanya sambil berkata, "berikan saja mereka masuk Ibu lagi pula hanya 10 menit saja. Mungkin saja mereka memang datang untuk hal yang penting."


Angelina merasa bahwa keluarga Firdani tidak akan puas jika mereka tidak mengizinkan kedua perempuan itu untuk masuk, jadi lebih baik mengizinkannya sebentar sebelum mengusirnya.

__ADS_1


Nyonya Jenkins langsung menatap Angelina dengan cemas karena dia takut perempuan itu menjadi stres karena berhubungan lagi dengan keluarga Firdani.


Tapi melihat Angelina yang menganggukan kepalanya sebagai pertanda bahwa dia baik-baik saja, maka Nyonya Jenkins hanya bisa menghela nafas, lalu membiarkan kedua perempuan itu memasuki kediaman mereka.


Setelah semua orang duduk di ruang tamu, maka Sherin mengelilingkan pandangannya di sekitar rumah itu sebab Dia sedang mencari keberadaan You.


Melihat itu, Nyonya Jenkins menjadi sangat tidak senang, jadi dia menatap ketus pada dua orang di depannya, "cepat katakan apa yang ingin kalian sampaikan, karena kami tidak punya banyak waktu untuk berurusan dengan sembarang orang!" Ucap Nyonya Jenkins dengan suara yang datar mengandung kemarahan.


Mendengar Nyonya Jenkins yang sudah bersikap ketus padanya, maka Sherin hanya bisa menghela nafas, lalu perempuan itu mengusap perut datangnya sambil berkata, "aku sudah memeriksakan diri ke dokter, dan memang benar bahwa aku positif hamil. Ini adalah surat hasil pemeriksaannya."


Tetapi Nyonya Jenkins sama sekali tidak menghiraukannya dan perempuan itu malah berkata, "anak itu belum tentu bagian dari keluarga Jenkins! Jadi aku tidak akan berbasa-basi lagi dan sekarang juga cepat tinggalkan rumah ini jika sudah tidak ada lagi yang ingin kalian sampaikan!!!"


Ucapan Nyonya Jenkins yang begitu tegas langsung membuat Sherin menggertakkan giginya, lalu perempuan itu langsung memberikan jurus akting wajah menyedihkan nya.

__ADS_1


"Hiks,,, hiks,,," Sherin terisak sambil memeluk ibunya, "Ibu, aku benar-benar tidak pernah melakukan hal seperti itu dengan pria lainnya. Aku sudah bilang pada ibu bahwa tanda-tanda yang ada di tubuhku itu sepenuhnya hanyalah sebuah make up yang kubuat dengan tanganku sendiri!!!


"Ibu juga tahu, setelah semua kebohonganku terbongkar, tanda-tanda itu langsung menghilang dari tubuhku karena aku sudah menghapus seluruh make up nya!!!" Ucap sering sembari menjaga air matanya yang terus keluar membasahi pipinya.


"Tenanglah,," ucap Nyonya Firdani menenangkan putrinya lalu perempuan itu menatap Nyonya Jenkins sambil berkata, "apa yang dikatakan putriku itu benar, tanda-tanda itu hanya terbuat dari make up. Jadi tolong percaya dia bahwa anak yang ada di kandungannya adalah anak yang dialiri oleh darah keluarga Jenkins."


Nyonya Jenkins jelas percaya bahwa Nyonya Firdani tidak akan berbohong, sebab perempuan itu terkenal sebagai perempuan yang jujur.


Apalagi, ketika Sherin ketahuan berbohong, Nyonyanya Jenkins jelas memperhatikan bahwa Nyonya Firdani juga sangat terkejut dan tidak menyangka akan sikap putrinya.


Jadi begitu mendengarnya, Nyonya Jenkins langsung merasakan kepalanya yang menjadi pusing karena tidak menyangka bahwa apa yang dikatakan oleh Sherin itu memang benar.


Melihat ibunya yang tanpa agak pucat, maka Angelina langsung memegang perempuan itu sambil berkata, "Ibu baik-baik saja?"

__ADS_1


"Pembicaraan ini sudah tidak bisa dilanjutkan lagi, tolong kalian segera pergi dari rumah ini!!!" Tegas Nyonya Jenkins dengan nafas yang terasa sesak.


__ADS_2