
Setelah mengobati dua perempuan yang terluka, Angelina diikuti oleh Tiara dan Marlin memasuki sebuah toko kosmetik yang paling populer di pusat perbelanjaan tersebut.
Ada banyak kaum sosialita yang memenuhi toko itu untuk memburu produk-produk kecantikan milik mereka.
"Wahh,, seumur hidupku, ini pertama kalinya aku melihat surga untuk para wanita!!!" Tiara berseru sangat senang sembari melayangkan pandangannya ke seluruh tempat di toko tersebut.
Mendengar ucapan Tiara, Angeline hanya tersenyum lalu melangkah ke sebuah rak pajang yang dijaga oleh seorang pelayan berpakaian biru toska.
"Halo,, selamat datang," sang pelayan menyapa dengan hormat pada Tiara dan Marlin yang menggunakan pakaian branded.
Sementara Angelina, dia memandang acuh tak acuh pada perempuan itu sebab dari pakaian Angelina saja dia sudah bisa menilai kalau perempuan itu hanya datang untuk menjilat dua perempuan lain yang dibalut pakaian bermerek.
"Wah,, pelayan di sini lebih ramah daripada toko sebelumnya." Tiara tersenyum senang melihat pelayan itu memperlakukan mereka dengan baik.
"Kau benar," jawab Marlin berada dalam suasana hati yang baik sembari melihat Angelina yang menatap sebuah produk kecantikan.
"Apa yang bisa saya bantu?" Sang pelayan bertanya pada Tiara dan Marilyn.
__ADS_1
"Oh, tidak ada, kami hanya melihat-lihat." Jawab Tiara sembari memperhatikan berbagai alat kosmetik yang dijual di tempat itu.
"Ah, begitu ya,, kalau begitu silahkan melihat-lihat dan panggil saya jika kalian membutuhkan sesuatu." Ucap pelayan itu.
"Baik," jawab Tiara dan Marlin secara bersamaan.
"Nyonya,, pelayan di sini sangat baik, semoga saja di tempat ini tidak terjadi keributan seperti toko sebelumnya." Ucap Tiara.
"Ya,, lihatlah beberapa alat kosmetik untuk kalian berdua. Dan jangan lupa membeli beberapa lotion untuk kulit kalian," ucap Angelina.
"Benarkah,, tapi nyonya kami--"
Setelah beberapa waktu melihat-lihat, Angeline akhirnya menetapkan pilihannya pada satu set kosmetik yang sudah ia coba dan terlihat cocok di kulitnya.
Perempuan itu melihat para pelayan yang sibuk melayani tamu lalu menunggu sampai salah seorang pelayan selesai melayani tamu.
"Maaf, saya ingin--"
__ADS_1
"Ada apa?! Sudah puas melihat-lihat?! Kalau begitu silakan keluar dari toko kami supaya tidak mengganggu pembeli yang lainnya," kata pelayan yang sedari tadi memperhatikan Angeline hanya mencoba berbagai produk di kulitnya.
Dia sudah mendapati banyak orang seperti Angelina, mereka hanya datang untuk mencoba produk mereka tanpa ada niat untuk membeli,, lebih tepatnya, mereka tidak memiliki uang untuk membeli.
Penampilan mereka seperti Angelina, sangat-sangat kumuh!!! Semua yang ada tuh di tubuh mereka adalah barang-barang murahan!!
"Bagaimana kalau ini??" Tiba-tiba sang pelayan mendengar Tiara dan Marilyn yang berbincang-bincang lalu pelayan itu mengabaikan Angelina dan berjalan ke arah 2 perempuan itu.
"Nona memilih produk yang sangat bagus, itu adalah keluaran terbaru kami dan sangat cocok untuk kulit seperti yang Nyonya miliki. Memberikan efek lembut bercahaya dan bla bla bla...." Sang pelayan menjelaskan panjang lebar tentang khasiat dari produk yang sedang dilihat oleh Tiara.
"Benarkah?? Wah,, bagus sekali,, kalau begitu Kami akan membeli ini sebanyak 2 buah." Ucap Tiara merasa sangat senang.
Ini pertama kalinya dia akan mencoba sebuah produk mahal yang sering dipakai oleh wanita-wanita sosialita.
"Baik, kalau begitu saya akan membungkusnya, apakah dibungkus terpisah atau--"
"Di satukan saja supaya nanti tidak repot membayarnya." Ucap Tiara.
__ADS_1
"Baik, kalau begitu saya akan membungkus kan dua buah untuk Nona," kata Sang pelayan lalu perempuan itu pergi untuk membungkus kan kosmetik yang telah dipilih oleh Tiara dan Marilyn.
Dari tempatnya, Angelina memperhatikan pelayan itu lalu menghela nafas, 'Kenapa semua orang di tempat ini selalu memandang dan menilai pengunjung dari pakaian mereka?? Dasar menyebalkan!!!' gerutunya dalam hati.