
Angelina menunduk lalu memberanikan dirinya berkata, "Bayi ini tidak ada hubungannya denganmu, Jadi kau tidak perlu membuang-buang waktu untuk mengurusinya."
Ucapan Angelina bagai batu besar yang diletakkan di pundak Hendra.
"Apa katamu?!!" Tanya Hendra sembari memegang bahu dan dagu Angelina, ia memaksa perempuan itu menatap matanya.
Angelina menarik nafas dalam-dalam dan menghembuskannya secara perlahan untuk mendapatkan kekuatan berbicara dengan pria yang kini menatapnya dengan dingin.
"Maaf, tapi bayi dalam kandunganku memang tidak ada hubungannya denganmu. Aku akan mengatasi semuanya sendiri dan kau bisa mengurusi dirimu sendiri." Ucap Angelina lalu dia melepaskan tangan Hendra dari tubuhnya.
Perempuan itu lalu berjalan meninggalkan Hendra yang kini terpaku di tempatnya.
Hendra tercengang dengan rasa tak percayanya atas fakta tentang Angelina.
"Sial!! Angelina berani bermain api di belakangku?! Bahkan perempuan itu sampai mengandung anak dari lelaki lain?" Ucap pria itu dengan tangan terkepal dan mata yang tampak kosong.
Alfa yang merupakan asisten Hendra langsung mendekati pria itu. Dia sudah menunggu selama 15 menit dan Hendra belum bergerak sedikitpun.
"Tuan," ucap Alfa dengan hati-hati tanpa berani menatap wajah Hendra.
Namun, pria itu sangat terkejut ketika Hendra malah berbalik memukulnya hingga dia tersungkur ke tanah.
__ADS_1
Saat akan berusaha bangkit, Alfa melototkan matanya melihat Hendra malah menunduk ke arahnya lalu dia menjadi sasaran amukan pria itu.
Buk buk buk....
Alfa hanya bisa melindungi wajahnya agar terhindar dari pukulan Hendra.
Bisa berakibat fatal jika wajahnya lah yang rusak, karena ketampanan seorang pria adalah salah satu senjata mematikan untuk memikat perempuan.
"Astaga!!! Security!! Security!!" Salah seorang ibu-ibu yang melihat perkelahian di depan rumah sakit kini berteriak-teriak memanggil security.
Security belum datang saat dua orang pria yang keluar dari rumah Sakit kini berlari ke arah dua orang yang berkelahi untuk memisahkan mereka.
Namun, mereka berhenti ketika Alfa yang dipukuli kini berteriak, "Jangan!! Jangan pisahkan kami!!!"
Namun ibu-ibu yang melihat hal tersebut merasa sangat tidak pantas dengan adegan itu.
Apalagi, di sekitar mereka banyak orang-orang yang lalu-lalang membawa anak kecil dan sekarang berkerumun melihat kejadian itu.
"Mengapa kalian berhenti?!! Cepat pisahkan mereka atau pria yang ada di bawah itu akan bonyok dan lumpuh!!!" Teriak ibu-ibu dengan kepanikannya.
"Benar sekali, kalian laki-laki jangan diam saja!! Cepat pisahkan mereka!!" Salah seorang perempuan lain juga berbicara lalu diikuti perempuan-perempuan lain yang mengutarakan pendapat mereka.
__ADS_1
Tetapi Alfa yang mendengar itu menjadi semakin panik sembari menahan rasa sakit dari pukulan Hendra.
"Tidak!! Tolong jangan pisahkan kami! Jangan mendekat!!!" Teriaknya dengan nafas tersengal.
Jika mereka mencegah Hendra memukulinya, maka nantinya hukuman yang ia dapat malah jauh lebih buruk daripada yang sekarang.
Tetapi, dua pria yang kini dibantu oleh security tidak bisa lagi dia hentikan.
Dua pria itu bersama tiga orang security mendekati mereka dan menarik Hendra darinya.
"Sial!!" Hendra begitu marah karena pelampiasan amarahnya diganggu, tetapi melihat orang-orang di depannya dia tersenyum dingin. Ada banyak orang yang mengantri untuk menjadi tempat pelampiasan amarahnya?
Dengan senang hati!!!
Kelima orang yang baru saja menarik Hendra langsung berkeringat dingin saat melihat tatapan Hendra, mereka jelas tahu bahwa pria itu bukan pria biasa-biasa saja.
Dan dalam detik berikutnya dua orang ditarik oleh Hendra lalu dengan gerakan secepat kilat keduanya langsung tumbang menimpa Alfa yang hendak berdiri.
Dengan begitu, Alfa kembali tumbang, plus ditimpa oleh dua orang security.
Buk buk buk....
__ADS_1
"Ya ampun!! Pria ini gila!!" Semua orang yang berkerumun kini menjauh dan bersembunyi karena takut jika Hendra kemudian menarik mereka untuk di hantam.