
Setelah Nyonya Jenkins mengaku kenyang, Angelina meletakkan kembali piringnya lalu Marlin dan Tiara membereskan piring-piring tersebut.
"Nenek, sekarang waktunya makan obat," kata Angelina melihat ke arah sang perawat yang sedari tadi berdiri di sudut kamar.
Perawat tersebut langsung mengambil obat Nyonya jenkins lalu menyerahkannya pada Angelina.
"Obat itu pahit, tenggorokan nenek selalu tidak nyaman setiap kali meminumnya. Pagi ini nenek sudah makan banyak jadi tidak perlu lagi minum obat." Ucap Nyonya Jenkins memandangi obat herbal yang ada di tangan Angelina.
Dia benar-benar sudah muak dengan obat itu.
"Tapi Nenek, makanan yang tadi nenek makan tidak bisa menggantikan khasiat obat ini. Minum saja sedikit Lalu setelah itu aku akan mengajak nenek berjalan-jalan ke taman." Ucap Angelina.
"Kau mau menemani nenek berjalan-jalan di taman?" Tanya Nyonya Jenkins dengan mata berbinar-binar.
Selama ini, semua orang hanya akan memperhatikannya ketika kondisinya sedang drop, lalu ketika dia sedang baik-baik saja, tidak ada satupun orang yang memperhatikannya dan dia hanya ditemani oleh sang perawat.
Jadi ketika ada anggota keluarga jenkins yang mau menemaninya untuk berjalan-jalan, Nyonya Jenkins 3 merasa sangat senang.
__ADS_1
"Nenek,, Apakah Nenek berpikir aku membohongi nenek? Ayo minum obat ini dan aku akan membuktikan pada nenek bahwa aku sama sekali tidak berbohong." Ucap Angelina.
"Baiklah, setelah ini kau harus menemaniku jalan-jalan." Nyonya Jenkins kembali mengingatkan Angelina lalu perempuan itu mengambil cawan dari tangan Angelina.
Menahan rasa pahit dari obat, Nyonya Jenkins pelan-pelan menghabiskan obat di cawan tersebut.
Setelah obat itu habis, Angelina mengambil cawan dan menyerahkannya pada sang perawat.
Setelah itu Angelina mengambil kursi roda lalu membawanya ke dekat Nyonya Jenkins
Perempuan itu lalu menatap You, "Bantu nenek naik kursi roda." Perintahnya.
Nyonya jenkins tampak tersenyum senang saat Angelina sudah mendorongnya keluar kamar, "Apakah seharian ini kau akan menemaniku berjalan-jalan?" Nyonya Jenkins bertanya pada Angelina.
"Kalau nenek menginginkannya, aku bisa melakukannya. Tapi nenek harus janji, setelah ini Nenek tidak boleh lagi menolak untuk minum obat, apa lagi menolak untuk makan." Ucap Angelina.
Nyonya Jenkins senyum senang "Itu mudah sekali!! Nenek akan berjanji untukmu." Ucap Nyonya Jenkins.
__ADS_1
"Kalau begitu kita sudah sepakat." Kata Angelina terus mendorong Nyonya jenkins ke arah taman.
You berdiri memandangi kepergian 3 orang itu, 'Aku harus ke kantor lalu menanyakannya pada Kenan.' ucap You dalam hati lalu pria itu segera meninggalkan kediaman keluarga jenkins.
Begitu tiba di kantornya, You langsung memanggil Kenan ke ruangannya.
"Tuan," ucap Kenan saat dia sudah berdiri di depan You yang sedang duduk di kursi kebesarannya.
"Perempuan yang kunikahi itu, kau bilang karakternya sangat buruk?" Tanya You memandangi Kenan yang berdiri di depannya.
Kenan mengangguk, "Benar Tuan, dari penyelidikan yang saya lakukan perempuan itu sangat suka mabuk-mabukan dan terlebih dia adalah perempuan yang susah untuk diatur. Juga, dia adalah perempuan yang gila harta dan paling suka berbelanja menghabiskan uang orang tuanya.
"Dia menghabiskan lebih banyak waktunya bergaul dengan kawan sosialitanya untuk membahas berbagai barang-barang yang sedang tren." Jawab Kenan.
You tersenyum menyengir, "Heh,, kau yakin hasil penyelidikanmu itu akurat?" Tanya You pada Kenan.
Kenan berdiri dalam keheranannya, pria di depannya itu tidak pernah meragukan informasi yang ia berikan karena selama ini dia selalu menyelidiki segala sesuatu secara akurat sebelum melaporkannya pada You.
__ADS_1
Tapi sekarang,, You tiba-tiba mempertanyakan keakuratan informasi yang ia berikan?