
Tak tak tak....
Angelina menarikan jari-jari lentiknya di atas keyboard mengerjakan beberapa tugas yang harus ia selesaikan pada hari itu.
"Lina, Tolong kerjakan yang ini juga," ucap sala seorang perempuan memberikan sebuah berkas pada Angelina.
"Baik," jawab Angelina mengambil berkas itu lalu dia kembali fokus pada pekerjaannya.
Pada jam makan siang, perempuan itu pergi ke kantin perusahaan dan duduk di sana sendirian.
'Hah,,, ini adalah hari perjanjianku untuk bertemu dengan suamiku, tapi aku sama sekali tidak bisa pergi. Hendra selalu membawa orang-orang untuk berada di dekatku. Bahkan dia mengawasiku dengan CCTV dan semua komputer beserta ponsel yang diberikan padaku telah diretas olehnya.' ucap Angelina dalam hati, ia merasa sangat kesal, lalu dia meninggalkan makan siangnya dan pergi ke toilet.
Begitu dia memasuki toilet wanita, seorang wanita berpakaian serba hitam juga memasuki toilet jadi Angelina menghela nafas dan tahu bahwa dia tidak bisa melakukan apapun.
Brak!!
Angelina membanting pintu salah satu bilik toilet karena merasa sangat kesal.
'Aku tidak bisa minta tolong pada siapapun, karena perempuan itu terus mengikutiku.' kesal Angelina dalam hati yang tahu benar bahwa kemanapun dia pergi dia selalu diawasi dan apapun yang ia katakan pada orang lain akan selalu diawasi.
__ADS_1
Tak tak tak....
Tiba-tiba suara sepatu hak tinggi memasuki kantor lalu bilik di sebelah Angelina tiba-tiba saja terbuka dan terisi oleh perempuan yang menggunakan sepatu hak tinggi itu.
'Aku ada ide,,' tiba-tiba Angelina memikirkan sesuatu dan dia merogo sakunya dan mengambil sebuah kertas kecil yang ia selipkan di sana dan sebuah pena yang didesain untuk disimpan di dalam saku.
Setelah itu, dia menulis sesuatu pada kertas itu dan menyelipkannya di bawah lubang toilet.
Perempuan yang duduk di balik toilet merasa kebingungan dengan kertas itu tapi dia tetap mengambilnya dan membacanya.
*Saya sedang diawasi di sini, bisakah saya meminjam ponsel Anda sebentar? Tolong buat ketukan dua kali jika bisa dan satu kali jika tidak bisa.*
Setelah membaca itu, perempuan itu mengerutkan keningnya dan berpikir sesaat.
Jadi dia sengaja menghentakkan hak tingginya di lantai sebanyak 3 kali.
Angelina mengerutkan keningnya mendengar kode itu, 'aku hanya memberinya dua pilihan yaitu mengetuk satu kali atau mengetuk dua kali, tapi kenapa Dia mengetuk 3 kali?' pikir
Angelina dalam hati.
__ADS_1
Setelah beberapa saat berpikir, dia kembali mendengar ketukan dua kali Lalu setelah itu diikuti ketukan satu kali.
'Apa maksudnya?' pikir Angelina dalam hati lalu kemudian dia menulis sebuah pesan lain.
*Tolong tulis di sini,* tulis Angelina lalu dia memberikan sebuah kertas pada perempuan di sebelahnya beserta dengan pena miliknya.
Perempuan itu menerimanya lalu beberapa saat kemudian kertas dan pena itu dikembalikan.
*Aku tidak bisa mempercayai begitu saja, di ponselku ada begitu banyak data.*
Angelina membaca tulisan itu lalu dia kemudian berpikir, 'aku tidak bisa sekarang, sekarang sudah terlalu lama, penjaga itu pasti sudah curiga.'
Setelah demikian, dia kembali menulis pesan singkat di kertas miliknya lalu menyerahkannya pada perempuan di sebelahnya lalu dia keluar dari toilet.
Begitu keluar, Angelina langsung ditatap tajam oleh penjaga wanita yang berpakaian serba hitam, tetapi Angelina mengabaikannya dan memilih mencuci muka.
Setelah mencuci muka dia menemukan perempuan yang tadi berada di balik toilet dekatnya kini telah keluar dan menatapnya di cermin.
"Kau juga bekerja di sini?" Tanya perempuan itu.
__ADS_1
Angelina yang mengelap wajahnya dengan tisu langsung menoleh pada perempuan itu, "Ya," jawab Angelina dengan singkat lalu perempuan itu segera keluar diikuti perempuan berjas hitam.
'Aku harap perempuan itu bisa membantuku,' ucap Angelina dalam hati sembari melangkah keluar dari toilet.