
Ariston yang berada dalam kamar menatap perempuan yang terbaring lemah di tempat tidur, lalu pria itu berbalik menatap sang dokter.
"Tolong perhatikan dia, saya memiliki tamu di luar yang harus saya urus sebentar." Ucap pria itu langsung diangkuti oleh sang dokter.
"Tuan tenang saja, saya akan menjaganya di sini," ucap dokter itu lalu membiarkan Ariston keluar dari kamar.
Begitu mendengar suara pintu yang dibuka, Angelina yang berdiri menatap langit di luar apartemen langsung berbalik menatap Ariston yang sedang memegang senter hp.
Tatapan mereka baru bertemu beberapa detik ketika lampu telah menyala kembali.
"Ah,, syukurlah," ucap Angelina lalu dia kembali membuka gorden dan melihat bahwa masih ada beberapa tempat yang lampunya tidak menyala.
"Di sini ada generator." Ucap Ariston sembari berjalan ke arah dapur untuk membuat minuman.
"Ahh begitu," ucap Angelina sambil tersenyum, lalu perempuan itu kembali duduk di sofa.
Sementara Ariston yang sudah berada di dapur, pria itu membuat teh herbal sembari mengeluarkan sebuah kotak berisi obat.
__ADS_1
'Ini memang terlihat curang, tapi aku tidak punya pilihan lain.' pikir pria itu lalu membubuhkan sedikit obat ke dalam teh milik Angelina.
Setelah selesai mengaduk teh, pria itu lalu keluar dan meletakkan teh itu di depan Angelina.
"Ah,, sebenarnya Tuan tidak perlu repot-repot seperti ini,' ucap Angelina yang kini semakin merasa tidak enak pada pria yang terus membantunya.
Tapi Ariston berkata, "tidak, ini sudah menjadi kewajiban tuan rumah untuk melayani tamunya. Tapi, Saya dengar Nyonya sedang dalam keadaan hamil, dan sekarang sudah jam 21.00. Apakah Nyonya sudah mengantuk?"
Angelina memang sudah merasa mengantuk, tetapi dia bukan perempuan yang akan tidur di rumah seorang lelaki.
Jadi perempuan itu berkata, "Tuan Ariston tenang saja, saya tidak terbiasa tidur cepat."
Ariston tersenyum, kemudian berdiri untuk meninggalkan tempat tidur, dan sebelum pergi, pria itu masih menoleh ke arah Angelina, lebih tepatnya ke arah teh yang telah dibuat oleh pria itu untuk diminum oleh Angelina.
'Itu adalah obat tidur khusus, dia tidak akan menyadari dari aromanya, apalagi teh herbal yang kugunakan itu ialah teh herbal dengan aroma yang unik.' pikir Ariston dalam hati sambil melangkahkan kakinya menjauhi Angelina.
Sementara Angelina yang memperhatikan sikap Ariston, perempuan itu mengerutkan keningnya, 'aku merasa aneh dengannya. Selain itu, aku memang merasa familiar dan merasa pernah bertemu dengannya. Tapi,,, kapan?' ucap perempuan itu dalam hati sembari menghela nafas.
__ADS_1
Dia Lalu mengulurkan tangannya mengambil teh yang terletak di meja.
Sebelum meminumnya, tentu saja Angelina harus berhati-hati, jadi dia mencium aroma teh itu dan merasakan bahwa teh itu memiliki aroma yang unik.
"Halo," tiba-tiba sapaan seorang dokter perempuan yang tadi menyapa Angelina membuat Angelina mengangkat wajahnya dan tersenyum.
"Halo, Bagaimana kabar adik tuan Ariston?" Tanya Angelina dengan tangan perempuan itu terus memegang gelas berisi teh.
Dokter perempuan itu duduk di depan Angelina sambil menganggukkan kepalanya, "keadaannya mulai membaik, sekarang hanya perlu menunggu," ucap perempuan itu lalu memperhatikan teh yang ada di tangan Angelina, "Teh itu,,?"
Angelina langsung menatap teh di tangannya lalu dia berkata, "ini teh yang dibuatkan tulang Ariston untuk saya."
"Ahhh, dia memberikanmu teh itu." Ucap perempuan itu sembari melihat perut Angelina yang sedikit membuncit, jadi dia mengerti mengapa Ariston memberinya teh khusus untuk ibu hamil.
Tetapi Angelina yang bingung, perempuan itu berkata, "Ada apa dengan teh ini?"
Dokter perempuan itu tersenyum, "ah,, aku merasa aneh saja kalau dia menyimpan teh seperti itu di rumahnya. Dari aromanya aku bisa langsung tahu bahwa itu adalah teh khusus untuk ibu hamil, karena dulu ketika aku mengandung, aku juga dibelikan teh seperti itu oleh suamiku." Ucap dokter perempuan itu langsung membuat Angelina menatap teh yang ada di gelasnya.
__ADS_1
Teh untuk ibu hamil?