Budak Ranjang Tuan Muda You

Budak Ranjang Tuan Muda You
196. Tiara yang pemalu


__ADS_3

Creeeeeeetttttttttttt.......!!!!!


Sherin melototkan matanya dan perutnya terasa mual mencium aroma busuk yang dikeluarkan oleh Nyonya Jenkins.


Detik berikutnya....


Huek!!!!


Huekkk!!!!


Perempuan itu terasa akan mengeluarkan seluruh isi ternyata.


Untung saja dia masih bisa menahannya dan berlari keluar ruangan You untuk mencari toilet lain.


Sementara You dan Angelina, kedua orang itu langsung tersadarkan lalu You menarik istrinya keluar dari ruangan.


"Kita makan di luar saja," ucap You membawa perempuan itu keluar dari ruangan nya dan mereka bertemu Marlin di lift.


"Tuan, Nyonya?" Marlin menyapa kedua orang itu dengan rasa bingung melihat wajah mereka tampak agak pucat.


"Berikan bekal itu, lalu pergilah menemani Tiara." Ucap Angelina langsung membuat Marlin menyerahkan sala satu kotak bekal di tangannya lalu perempuan itu keluar dari lift.


Setelah berjalan beberapa langkah dari lift, Marlin mengerjapkan matanya saat melihat Tiara sedang berdiri di ujung koridor sembari menutup mulut dan hidung nya.


Di tangan perempuan itu terdapat sebuah ponsel yang di pegang dengan erat.


Mariln pun menghampiri perempuan itu, "Apa yang kau lakukan?" Tanya Marlin pada Tiara.

__ADS_1


Tiara tidak mengatakan apapun, ia hanya dari kode agar perempuan itu mendekat ke arahnya, jadi Marlin terus kesana dan terkejut melihat lantai yang sangat berantakan.


Penuh dengan muntahan.


"Ngg!!" Marlin pun menutup mulut dan hidung nya selalu menarik Tiara dari tempat itu.


Tiara langsung klang kabut saat ia ditarik menuju ke depan pintu ruangan You.


Karena disana ada pengawal yang sedang berjaga.


"Apa yang kau lakukan?!! Lepaskan!!" Teriak Tiara dengan panik menarik tangannya dari genggaman Marlin.


Tetapi usahanya sia-sia, sebab Marlin memegang tangannya dengan erat hingga mereka tiba di depan sang pengawal.


"Ada apa dengan kalian?" Tanya Sang pengawal dengan tatapan intens menatap Tiara yang wajahnya tampak pucat dan berkeringat di keningnya.


Marlin menatap pria di depannya lalu berbalik menatap Tiara, "ya, ada apa?" ucap Marlin menatap intens Tiara sebagai pertanda agar perempuan itu menceritakan apa yang sudah terjadi.


"Apa ini?" Ucap Marlin menekan tombol putar pada layar ponsel tiara.


Huek!!!


Huek!!!


Di situ tampak jelas bagaimana keadaan memprihatinkan Sherin yang sedang muntah di depan toilet, lalu perempuan itu berlari menuju toilet.


"Ini menjijikkan!!!" Gerutu Marlin langsung mematikan ponsel itu dengan rasa kesalnya menatap Tiara.

__ADS_1


"Untuk apa kau merekam hal begini?" Tanya Marlin dengan wajah jijiknya menatap perempuan yang terus tertunduk di depannya.


"Itu,, aku sangat kesal dengannya, jadi aku merekam kejadian memalukan nya. Mungkin saja itu akan berguna untuk Nyonya." Ucap Tiara langsung membuat Marlin dan sang pengawal kini berpikir di tempatnya.


Berapa detik kemudian marlin mengangguk, "ah,, benar juga, kalau hal ini tersebar, maka perempuan itu pasti akan merasa malu!!" Ucap Marlin.


Tetap menunduk, Tiara ikut mengganggukkan kepalanya, "I,, iya,, kalau begitu, bolehkah aku menunggu di sana?" Tanya tiara sembari berbalik untuk melangkahkan kakinya untuk meninggalkan tempat itu.


Tetapi Marlin malah menahannya sembari menatap sang pengawal di depannya.


"Aku membawa bekal yang cukup untuk dimakan bertiga, Bagaimana kalau kita makan bersama?" Tanya Marlin.


Kebetulan juga saat itu sang pengawal sudah merasa lapar, jadi dia langsung menganggukkan kepalanya sehingga membuat Marlin merasa senang.


Perempuan itu lalu menarik Tiara ke sebuah meja yang tak jauh dari tempat mereka duduk.


"Nah kalau kita makan di sini, kau masih tetap bisa mengawasi pintu ruangan Tuan muda." Kata Marlin menatap sang pengawal sembari memaksa Tiara untuk duduk.


Sang pengawal memperhatikan sikap Tiara yang tampak begitu aneh, "Mm,, ya, tapi sepertinya temanmu tidak terlalu suka jika aku makan bersama kalian, jadi--"


"Ha?!" Marlin terkejut lalu menatap Tiara, "apa itu benar?" Tanya Marlin.


"Tid,, tidak!!!" Teriak Tiara yang tak bisa mengontrol dirinya sendiri.


Teriakan perempuan itu membuat Marlin dan pengawal begitu terkejut hingga kembali membuat Tiara begitu malu.


'Astaga!! Kenapa aku??' Perempuan itu menutup wajahnya dengan kedua tangannya, tak berani lagi menatap Marlin dan sang pengawal.

__ADS_1


"Uh,, Sepertinya kami cari tempat lain saja untuk makan," ucap Marlin pada pengawal di depannya, lalu perempuan itu memisahkan satu porsi makanan untuk pengawal sebelum membawa bungkusan yang lainnya.


"Silahkan makan ini," ucap Marlin melemparkan senyumnya pada sang pengawal lalu menarik Tiara meninggalkan tempat itu.


__ADS_2