
Setelah You selesai mencuci sayur, pria itu tidak mengganggu Angelina lagi dan hanya berbalik meninggalkan dapur untuk kembali ke kamarnya.
Angelina menghela nafas lega lalu perempuan itu melanjutkan pekerjaannya di dapur hingga Raina kembali dengan sekantong kacang merah di tangannya.
"Ibu,," Angelina merasa sangat senang, ia langsung mengambil kacang merah dari tangan ibunya lalu perempuan itu segera mencucinya sampai bersih.
Keduanya memasak bersama dengan Angelina yang merebus kacang merah itu secara terpisah.
Karena mereka membuat bakso ikan, maka ketika bakso ikan akan dicetak, Angelina langsung mencari akal agar ibunya meninggalkan dapur.
"Ibu, Apakah di kebun ada buah semangka?" Tanya Angelina.
"Ah,, tentu! Ada banyak sekali buah di kebun, dan buah semangkanya sudah siap di petik. Apakah kau mau Ibu memetiknya untukmu?" Tanya Raina dengan mata bersinar menatap putrinya.
Angelina dengan antusias menganggukan kepalanya, "Ya! Aku tiba-tiba saja menginginkannya, jadi kalau tidak merepotkan,,,"
"Tentu saja tidak! Biar Ibu pergi memetiknya sekarang." Ucap Raina langsung meninggalkan dapur.
__ADS_1
Begitu melihat ibunya pergi, Angelina tersenyum lalu dia memisahkan adonan dan mencampur sebagian adonan dengan kacang merah yang telah Ia haluskan sebelumnya.
Setelah itu, Angelina mencetak bakso ikan dan memberi tanda pada bakso ikan yang mengandung kacang merah.
Dia kemudian melanjutkan masaknya dengan normal sampai akhirnya semua orang kini berkumpul di meja makan untuk makan malam bersama.
"Angelina, layani suamimu," ucap Raina pada putrinya saat melihat perempuan itu tampak terdiam menatap makanan di meja.
"Ah, baik!" Seru Angelina langsung mengambil sebuah mangkok untuk You lalu perempuan itu mengambil bakso ikan yang telah Ia beri tanda.
'Mampus!! Aku berharap dia akan sekarat karena alergi!!!' pikir Angelina dalam hati meletakkan mangkok yang telah berisi bakso ikan di depan You.
You mencicipi air bakso lalu bisa merasakan bahwa air bakso itu telah bercampur dengan kacang merah.
"Hm, kenapa tidak dimakan? Apakah masakan ibuku tidak enak?" Tanya Angelina melihat pada You yang tampak terdiam menatap bakso ikan di hadapannya.
Dia sengaja mengatakan 'masakan Ibuku' agar dia mengerti bahwa pria itu tidak boleh menolak masakannya.
__ADS_1
"Ah, tidak, tentu saja makan ini sangat lezat, hanya saja aku merasa terharu karena bisa makan bersama Kalian bertiga." You menjawab lalu pria itu berusaha bersikap tenang memakan satu persatu bakso yang ada di piringnya.
Dia tidak mungkin membuat Ibu mertuanya kecewa karena sudah bersusah payah memasak namun menantunya tidak memakannya.
Sementara Raina yang memperhatikan Angelina yang makan, perempuan itu langsung bertanya, katanya, "Mengapa kau hanya makan nasi dan sayur?"
Angelina mengangkat wajahnya lalu melemparkan senyum pada ibunya, "Ibu, Tidakkah kau lihat kalau tubuhku semakin gemuk? Aku harus diet supaya kecantikanku tetap terjaga dan suamiku yang tampan ini tetap setia berada di sisiku." Ucap Angelina melemparkan senyumnya pada You.
'Hm,, Tentu saja aku tidak mau memakan sup ikan itu karena sup tersebut sudah mengandung kacang merah yang bisa membuat mual-mual!!' pikir Angelina dalam hati.
Sementara You yang makan, ia merasa dadanya mulai sesak, pria itu mengepal erat tangannya menatap Angelina, "Hm,, bagaimanapun keadaan istriku, aku akan tetap berada di sisimu." Ucap You dibalas senyuman Angelina.
"Tapi tetap saja, pokoknya aku akan terus menjaga kecantikanku." Kata Angelina kembali fokus pada makanan di piringnya.
Sedangkan You, pria itu berusaha menekan gejala alerginya dengan meminum banyak air putih sembari memasukkan satu persatu bakso ikan ke dalam mulutnya.
'Aku bisa menahan ini, untunglah tadi sebelum makan aku sudah memakan obat alergi. Setelah makan aku juga akan memakan obat alergi lagi supaya gejala alerginya tidak semakin parah.' pikir You dalam hati sembari berusaha menelan makanan yang sangat menyakitinya.
__ADS_1
Dari sudut matanya, Angelina melirik mangkok You yang hanya tersisa kuahnya saja, 'Hm, bagus sekali. Meskipun aku tidak tahu mengapa dia benar-benar berpura-pura untuk menghabiskan makanan itu, tapi yang penting rencanaku berhasil!!' pikir Angelina merasa sangat senang.