
"Apakah Ayah sudah mendapat nama untuk ketiga cucu ayah?" Angelina bertanya setelah dia sudah dua hari berada di rumah sakit, namun Ayah mertuanya masih belum mengatakan apapun soal nama anak-anak mereka.
"Jangan khawatir, Ayah sudah menemukannya, tapi akan mengatakannya besok, karena besok, pendeta dari kuil akan datang kemari untuk berdoa." Ucap Tuan Jenkins langsung diangguki oleh Angelina.
"Baiklah Ayah," jawab perempuan itu langsung tersenyum.
Maka begitu, semua orang tampak bahagia dan tidak ada satupun yang tinggal di rumah mereka semua tinggal di rumah sakit untuk menjaga ketiga bayi yang beberapa kali dalam semalam sangat rewel karena merasa lapar.
Pada keesokan paginya, Angelina sudah bisa berjalan-jalan, jadi You membawanya ke taman rumah sakit untuk berjalan-jalan saat ketiga bayi mereka sedang tertidur.
"Pasti kau merasa sesak terus berada dalam kamar selama dua hari ini." Ucap You langsung diangguki oleh Angelina.
"Aku memang merasa sedikit bosan, tapi aku sangat senang melihat anak-anak kita tampak sangat sehat. Apalagi kakek nenek mereka yang terlihat sangat bahagia menggendong cucu-cucu mereka." Kata Angelina sembari menggenggam erat tangan suaminya ketika mereka berada di bawah sebuah pohon yang cukup rindang.
Perempuan itu kemudian menghentikan langkahnya dan balik menatap suaminya dengan lembut, "kalau sampai apa yang dikatakan Rossa itu terjadi, aku mau kau menjaga putra-putra kita dengan baik. Aku harap, meski aku tidak ada di samping mereka, mereka masih tetap--"
"Ssttt...!!" You langsung meletakkan jari telunjuknya di bibir istrinya, "Jangan mengatakan hal yang tidak masuk akal, Aku di sini akan selalu menjagamu, jadi tidak akan ada yang akan mengambilmu dariku." Kata pria itu langsung memeluk Angelina dengan erat.
Angelina menikmati pelukan itu, 'Aku berharap saat ini juga waktu terhenti,,, supaya kehangatan ini bisa kurasakan selama-lamanya.' ucap perempuan itu dalam hati sembari meneteskan air matanya.
__ADS_1
Setelah beberapa saat berpelukan, You melepaskan pelukan mereka dan melihat istrinya kembali menangis.
"Kau menangis lagi,," ucap pria itu langsung menyeka air mata Angelina lalu mendaratkan sebuah ciuman di ujung hidung Angelina.
Ketika dia hendak menarik kembali bibirnya dari hidung Angelina, istrinya dengan cepat mengulurkan tangannya ke belakang lehernya dan menariknya hingga mereka berciuman dengan lama.
Tak jauh dari tempat itu, Hendra yang sudah menyamar menjadi seorang dokter memandangi kedua orang itu sembari mengepal erat tangannya.
'Sudah cukup bagi keluarga Jenkins, mereka sudah mendapatkan 3 orang cucu, dan ke depannya perusahaan mereka akan berkembang pesat. Maka Hari ini aku akan membawa Angelina pergi bersamaku.' ucap pria itu dalam hati sembari menatap tajam pada dua orang yang sedang menikmati ciuman mereka di bawah pohon yang rindang.
Dia menunggu cukup lama hingga kedua orang itu selesai berciuman, lalu You membawa istrinya untuk kembali ke ruang perawatan.
"Ahh,, sayang, Coba lihat itu," ucap Angelina menunjuk ke arah Vending Machine.
"Baiklah, kalau begitu Tunggu di sini sebentar dan aku akan mengambil beberapa koin." Ucap You segera meninggalkan istrinya dan berlari ke arah kamar untuk mendapatkan koin.
Sementara Angelina, perempuan itu berjalan ke arah Vending Machine dan berdiri di sana melihat macam-macam minuman yang ada di dalam mesin tersebut.
"Hei,," tiba-tiba sebuah suara yang familiar terdengar dari gerakan Angelina hingga perempuan itu berbalik menatap pria itu.
__ADS_1
"Kau??"
"Sudah saatnya kita pergi," ucap pria itu menyerahkan selembar kertas dan sebuah pena untuk menulis pesan terakhir yang akan diberikan pada You.
"Itu,, bisakah Kau membiarkan aku tinggal sebentar lagi? Paling tidak sampai jam makan siang saja," kata Angelina dengan mata memerah menatap pria di depannya.
Dia masih ingin mengetahui nama bayi-bayinya.
Tetapi Hendra menggelengkan kepalanya, "30 menit lagi pesawat kita lepas landas, jadi aku tidak bisa menunda-nundanya." Ucap Hendra.
"Tapi,,, kau bisa menyuruh mereka mengundur penerbangannya, aku--"
"Kau mau menunda-nunda waktu? Mau membuatku berubah pikiran dan--"
"Baiklah, aku akan menulis sekarang." Kata Angelina dengan cepat menulis di kertas itu lalu dia menyerahkan kertas itu pada Hendra untuk dicek isinya oleh pria itu.
Setelah selesai dicek oleh Hendra, Angelina lalu menyisipkannya di bagian atas Vending Machine.
"Bagus," ucap Hendra dengan senyuman lalu membawa perempuan itu pergi.
__ADS_1
Sambil melangkah, Angelina terus menangis sesegukan mengingat suami dan anak-anaknya.
'Maaf,, maaf,, ibu harus pergi, tapi akan kembali lagi,, ibu janji,, ibu janji,,, janji!!!' ucap Angelina dalam hati.