
You yang menatap ibunya begitu cemas akan kedua perempuan itu, dia hendak membawa Angelina meninggalkan kamar itu agar Angelina tidak cemas melihat ibunya.
Tapi dia juga tidak tega untuk meninggalkan ibunya yang sedang sakit sendirian di dalam kamar.
Jadi pria itu menghela nafas sambil melihat ke arah pintu, berharap ayahnya segera datang agar masing-masing suami mengurusi istri mereka.
"Ibu,, Apakah ibu sudah bisa mendengarku?" Tanya Angelina menatap ibunya yang sedari tadi tampak sesak dan memejamkan matanya.
Dan akhirnya, perempuan itu menganggukkan kepalanya meski hanya sebuah anggukan kecil yang sangat pelan.
"Syukurlah,," kata Angelina merasa lega melihat perempuan itu sudah menganggukkan kepalanya sebagai pertanda bahwa keadaan Nyonya Jenkins sudah semakin membaik.
__ADS_1
Saat itu juga, Tuan Jenkins telah tiba di kamar tersebut, lalu pria itu langsung naik ke ranjang memegang tangan istrinya dengan cemas.
"Akhirnya ayah di sini juga, kalau begitu, aku akan membawa istriku ke kamar kami." Ucap You langsung menyambar istrinya dari tempat tidur membuat Angelina merasa begitu terkejut.
"Ah!" Pekikan Angelina yang ditahan tak dihiraukan oleh You yang sudah membawa perempuan itu kembali ke kamar mereka.
Begitu tiba di dalam kamar dan Angelina didudukkan di samping ranjang, Angelina langsung menatap suaminya dengan kesal, "Ada Apa denganmu? Ibu sedang sakit begitu dan kau malah membawaku pergi dari sana, Bagaimana kalau Ayah kerepotan menjaga ibu?" Ucap Angelina langsung berdiri untuk kembali ke kamar Ibu mertuanya ketika You malah menariknya kembali.
You langsung duduk di pinggir ranjang lalu menundukkan istrinya di pangkuannya sembari kedua tangannya memeluk perempuan itu dengan erat.
"Apa yang kau maksud? Justru kalau kita di sini, aku lebih cemas lagi memikirkan Ibu, sebab aku tidak bisa melihat keadaannya!" Ucap Angelina sembari mengerutkan keningnya menatap suaminya yang begitu aneh.
__ADS_1
Ibu dari pria itu sedang sakit, tetapi pria itu malah menghawatirkan orang yang sedang baik-baik saja.
Namun You menghela nafas, lalu kembali mengeratkan pelukannya pada istrinya sembari pria itu berkata, "kau jangan mencemaskan istri orang lain saja, suamimu dan anakmu yang ada bersamamu juga harus kau cemaskan.
"Sudah ada Ayah yang menemani ibu di sana, dan ada juga Dokter serta pelayan yang menjaganya. Jadi kau harus tetap diam di sini dan jangan kembali lagi melihat ibu sampai kesehatan ibu pulih.
"Aku tidak mau kau cemas melihat ibu yang dalam kondisi tidak baik, kalau kau cemas padanya, maka kehamilanmu akan terpengaruh." Ucap You sembari memejamkan matanya mencium puncak kepala istrinya.
Angelina yang mendengarkan ucapan suaminya langsung mengerti kekhawatiran pria itu, jadi dia membalas pelukan suaminya sambil menyembunyikan wajahnya di lekuk leher suaminya.
"Maaf, aku memang cemas melihat kondisi ibu, tapi berada di sini juga semakin membuatku cemas karena tidak bisa memastikan kondisinya." Ucap Angelina sembari memejamkan matanya berusaha menenangkan diri agar dia tidak terlalu memikirkan Ibu mertuanya.
__ADS_1
"Jangan cemas, Ibu sudah biasa pingsan seperti itu jika dia terlalu marah. Tapi kondisinya akan segera membaik setelah dia ditangani oleh dokter." Ucap You sembari menimbang-nimbang dalam hatinya, apakah sekarang waktu yang tepat untuk menanyakan penyebab ibunya kembali pingsan, ataukah harus menanyakannya di lain waktu saja.
"Aku tahu,, kalau begitu aku tidak akan mencemaskan Ibu lagi." Kata Angelina kemudian menuruti suaminya karena dia juga tidak mau jika sampai kandungannya kenapa-napa.