
Menahan rasa terkejutnya dalam hati, Tuan Jenkins mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi untuk kembali ke kediamannya.
'Apa? Jadi Angelina adalah anaknya Raina?' pria itu menggunakan satu tangannya memegang setir sementara tangan yang lain memijat kelilingnya yang terasa berdenyut.
'Jadi perempuan itu sudah menikah dan bahkan memiliki seorang putri? Tapi,,' Tuan Jenkins menggelengkan kepalanya, 'tidak!! Apa yang ku pikirkan sekarang? Mau menikah, punya anak, atau sudah memiliki cucu pun, tidak ada lagi hubungannya denganku. Tapi yang masalah adalah, kenapa perempuan itu menjadi ibu dari Angelina??' ucap Tuan Jenkins dalam hati yang merasa kepalanya hendak meledak.
Ketika dia muda, dia bertemu dengan Raina ketika dia mengalami sakit keras yang mengharuskannya menginap di sebuah sebuah Villa yang terletak di desa Z.
Mereka berdua memiliki hubungan yang sangat dekat sampai suatu ketika, saat dia merasa bahwa Raina begitu sempurna sebagai seorang perempuan, dia mengatakan perasaannya pada Raina.
Sayang sekali, Raina menolaknya dengan alasan bahwa keluarga mereka tidak akan setuju dengan hubungan itu.
"Sial!!!" Buk buk buk!!!
Pria itu memukuli setir dengan keras karena tidak menyangka bahwa kisahnya yang dulu akan dilalui oleh putra-putri mereka.
__ADS_1
'Ini tidak benar, aku harus menenangkan pikiranku sebelum memikirkan masalah ini,' ucap Tuan Jenkins dalam hati sembari mempercepat laju kendaraannya hingga Dia tiba di kediaman utama keluarga Jenkins.
Pria itu langsung memasuki rumah dan pergi ke kamarnya mendapati Nyonya Jenkins yang belum tidur, perempuan masih sementara duduk di meja rias.
Perempuan itu menunggu suaminya dengan gugup, sebab Nyonya Jenkins terlalu takut bila saja suaminya sampai melukai Putra mereka karena emosi yang menguasainya.
Jadi begitu Tuan Jenkins memasuki kamar, Nyonya Jenkins segera menghampiri suaminya dan berkata, "bagaimana?"
Perempuan itu menunggu suaminya menjawab sembari membantu suaminya melepaskan jasnya, tetapi belum sampai selesai melepaskan jas Tuan Jenkins ketika Nyonya Jenkins terkejut saat suaminya malah membentaknya.
"Ada apa? Mengapa kau membentak ku?" Tanya Nyonya Jenkins yang merasa bingung dengan kelakuan suaminya.
Menyadari kesalahannya, Tuan Jenkins tidak berniat untuk meminta maaf dan hanya berbalik meninggalkan Nyonya Jenkins sembari pria itu melemparkan jasnya ke lantai.
'Sial!! Apa yang terjadi? Pertemuanku dengan Raina tidak mungkin mempengaruhi ku sampai seperti ini!!' ucap Tuan Jenkins dalam hati sembari melepaskan seluruh pakaiannya dan memakai pakaian tidur.
__ADS_1
Begitu keluar dari ruang ganti, didapatinya Nyonya Jenkins masih duduk di meja rias sembari menatap ke arahnya.
"Kau tidak bertengkar dengan Putra kita kan? Kau tidak melukai Putra kita 'kan?" Dua pertanyaan dari Nyonya Jenkins membuat Tuan Jenkins berhenti di tempatnya lalu pria itu menggelengkan kepalanya.
Tuan Jenkins sama sekali tidak ingin berbincang-bincang dengan istrinya, jadi pria itu langsung naik ke tempat tidur dan membungkus dirinya dengan selimut sembari berbaring memunggungi istrinya.
"Ada apa dengannya?" Nyonya Jenkins bertanya-tanya dalam hati sembari perempuan itu berjalan ke atas ranjang dan ikut tidur.
Setelah beberapa menit, Tuan Jenkins tidak bisa tidur, jadi pria itu kembali bangun dan mengambil sebotol minuman dan rokok, lalu berjalan ke arah balkon kamar.
Nyonya Jenkins yang belum tidur membuka matanya dan pergi mengintip suaminya.
'Kenapa dia?' perempuan itu bertanya-tanya dalam hati.
Sebab suaminya bukanlah pria peminum maupun perokok, tetapi ketika pria itu berada dalam keadaan yang stres, maka biasanya suaminya memang menggunakan rokok dan minuman keras untuk menenangkan diri..
__ADS_1
Hati Nyonya Jenkins menjadi sangat cemas, tetapi dia tidak berani mengganggu suaminya dan hanya berpikir bahwa pria itu sedang memikirkan masalah keluarga mereka.