
Pada akhirnya, Angelina terkurung dalam kamar You karena pintu yg tak bisa di buka.
Perempuan itu duduk menahan rasa kesalnya sambil bermain ponsel.
Ketika dia masih sibuk bermain ponsel, tiba-tiba suara You mengejutkannya.
"Ngggg!!!!"
"Ngggg!!!!"
"Ngggg!!!!"
Angelina ingin mengabaikannya, tapi beberapa kali You bersuara, dia bisa mendengar bahwa pria itu benar-benar kesakitan, jadi dia menghela nafas mendekati You.
Terlihat kening pria itu dipenuhi keringat, dan wajah yabg pucat tampak tidak nyaman dalam tidurnya.
'Apakah dia begitu kesakitan?' Angelina mengerutkan keningnya sebagai rasa tak percayanya melihat You yang tampak tak berdaya.
"Kau baik-baik saja?" Tanya Angelina akhirnya memaksa dirinya menyeka keringat You.
"Ngggg!!!!" Rintihan You mengejutkan Agelina karena tangan pria itu ikut bergerak memegang tangan Angelina.
"Ngggg!!!!"
__ADS_1
Angelina mengerutkan keningnya saat merasakan cekalan tangan You begitu erat. Beberapa saat kemudian, pria itu membawa tangan Angelina ke bagian wajahnya.
'Apakah pria ini hanya modus?" Angelina bertanya-tanya dalam hati, tapi melihat begitu banyaknya keringat You yang keluar, Angelina akhirnya pasrah lalu membiarkan pria itu.
'Baiklah, kali ini saja!' ucap Angelina dalam hati, ia membiarkan You melakukan apa pun yang ia inginkan.
Beberapa menit kemudian, terlihat You menjadi lebih baik, tapi kekuatan cekalan pria itu belum melembut.
Bahkan ketika Angelina berusaha menarik tangannya, You tampak mengerutkan keningnya dan menahan tangan Angelina.
"Milikku!!" Ucap You mempertahankan tangan Angelina dengan kedua tangannya.
'Milikmu? Maksudmu tanganku ini milikmu?!!' Angelina mendesah kesal, tapi dia tetap membiarkan You.
Begitu You merasakan Angelina mendekat ke arahnya, pria itu tersenyum puas melepaskan tangan Angelina, lalu berbalik memeluk pinggang Angelina dengan kepala di letakkan di paha Angelina
"Hmmm...." Suara You yang panjang, tampak sangat menikmati posisi mereka.
Padahal, pria itu menahan kesakitan luar biasa karena posisinya, tapi karena Angelina menjadi bantalnya, maka You menahannya.
Menahan sakit yang luar biasa membuat keringat kembali memenuhi keningnya.
Hal itu membuat Angelina merasa bahwa pria itu tidak berpura-pura.
__ADS_1
'Mungkin dia hanya ingin dekat dengan anaknya. Lagi pula, ia melakukannya di bawah alam sadarnya,,,,,' Angelina mengeryit, 'Kalau dia melakukannya di bawah alam sadarnya, maka mungkinkah pria itu benar-benar,,,,,' Angelina terpaku.
Dia tidak menyangkah kalau You yang kejam berubah jadi lembut. Tapi saat mengingat bagaimana semua orang menceritakan pria itu,, Angelina semakin ragu dengan apa yang ia alami.
Perempuan itu memikirkannya sampai akhirnya You bergerak.
"Mm...." You membuka matanya, dia pikir Angelina tertidur, tapi tatapan mereka malah bertemu.
"Maaf," ucap You langsung berusaha bangun.
Dia sudah tertangkap basah, jadi tidak bisa lagi berpura-pura.
Tapi begitu ingin bergerak, You merasakan seluruh tubuhnya sangat kesakitan.
"Ng!!" Pria itu mengeryit menahan sakit, keringatnya berbulir di wajahnya yang pucat.
"Diamlah!" Ucap Angelina menahan tubuh You agar tetap pada posisi yang sama.
Perempuan itu bisa menebak kalau You sedang kesakitan, jadi dia merasa iba pada pria itu.
"Tidak,, aku sudah memb...." Suara You terputus kala pria itu menggertakkan giginya menahan sakit.
"Diamlah," ucap Angelina menekan tubuh You agar pria itu berhenti bergerak.
__ADS_1
Hal itu membuat You merasa sangat senang, tapi dia tetap berpura-pura menahan kesakitannya.