Budak Ranjang Tuan Muda You

Budak Ranjang Tuan Muda You
78. Mata Angelina


__ADS_3

"Apa?!! Bagaimana bisa kau berpikir bahwa istrimu menggangguku?!! Cepat panggil dia kemari!! Aku tidak akan sarapan kalau dia tidak menemaniku!!" Kata Nyonya Jenkins memarahi cucunya.


Nyonya jenkins 4 langsung mendekati Ibu mertuanya lalu memegang tangan perempuan tua itu, "Ibu,, Jangan keras kepala, kemarin saja dia sudah berani membawa Ibu ke lantai 2 dan memberi Ibu alkohol. Kalau dia masih datang juga maka hari ini, mungkin saja dia akan membawa ibu keluar dari kediaman keluarga jenkins. Sebaiknya ibu lupakan--"


"Hais!! Jaga bicaramu!!" Nyonya jenkins 3 menghentakkan tangannya agar tidak disentuh oleh menantunya, "Dia tidak akan mencelakaiku! Kemarin itu aku yang memaksanya pergi ke lantai 2! Aku juga yang memaksanya untuk membukakan botol anggur untukku.


"Lagi pula, dokter sudah mengatakan kalau aku tidur nyenyak kemarin malam dan semua itu berkat cucu menantuku yang menghiburku!! Jika tidak ada vucu menantuku, Apakah kalian pikir kalian mau menghiburku?!


"Semakin tua aku, kalian semakin mengabaikanku!! Kalian bahkan menyiksaku dengan hanya membiarkanku berkeliling di sekitar kamarku saja!! Hais!! Aku sangat sakit hati dengan semua orang di rumah ini!!" Nyonya jenkins 3 berbicara sembari memukul-mukul dadanya.


"Ibu, Jangan keras kepala seperti ini," Nyonya Jenkins 4 berusaha menghentikan mertuanya memukul-mukul dadanya tetapi perempuan tua itu kembali menghempaskan tangannya.


"Kubilang jangan sentuh aku!!! Pokoknya kalau cucu menantuku tidak ada di sini maka aku tidak akan sarapan dan tidak mau minum obat!!!" Ucap Nyonya jenkins 3 membuat semua orang menghela nafas.


Dokter yang melihat kejadian itu segera berkata, "Saya rasa menantu kalian memang tidak melakukan kesalahan, alkohol dalam jumlah sedikit tidak akan berpengaruh buruk pada kesehatan Nyonya Jenkins 3, apalagi Nyonya sangat menyukai menantu kalian.

__ADS_1


"Sebaiknya membiarkan dia bertemu dengan cucu menantunya, suasana hatinya yang baik juga berpengaruh besar terhadap kesembuhannya." Saran sang dokter.


Rian mendengarkan ucapan sang dokter dan merasa bahwa apa yang dikatakan dokter itu adalah hal yang benar jadi dia menatap You.


"Pergilah, bawa istrimu kemari." Ucap Rian pada You


"Baiklah," kata You berjalan keluar dari kamar.


Baru saja pria itu membuka pintu kamar Nyonya Jenkins saat melihat Angelina berdiri bersama dua pelayannya di depan kamar.


Pria itu mengerutkan keningnya melihat dua pelayan yang bersama Angelina sudah membawa nampan berisi makanan.


Pria itu terpaku saat ia melihat mata Angelina, mata yang sudah ia cari selama beberapa waktu sejak terakhir kali ia melihatnya.


Sekarang, mata itu kembali muncul di hadapannya.

__ADS_1


"Aku baru saja tiba karena aku datang untuk meminta maaf pada nenek." Ucap Anglina menatap You.


Ia memperhatikan bagaimana pria itu terpaku menatap matanya, jadi Angelina semakin yakin dalam hatinya bahwa pria itu ada hubungannya dengan kakaknya.


"Apakah aku boleh masuk melihat nenek?" Tanya Angelina tanpa berhenti menatap You.


You tidak mendengarkan ucapan Angelina sebab ia terlalu fokus memperhatikan mata Angelina.


Jadi mereka berdua hanya saling diam menatap sampai beberapa menit lalu pintu kamar terbuka.


"Lho Bella, kau sudah di sini, cepatlah masuk dan bantu nenekmu sarapan." Kata Rian saat melihat Angelina.


"Ah. Baik Ayah," ucap Angelina lalu Rian dan sang dokter yang keluar dari kamar memberi jalan untuk Angelina.


You akhirnya tersadar dari keterpakuannya lalu ia melihat punggung Angelina yang menjauh darinya.

__ADS_1


'Mata itu....' You langsung mengejar Angelina ke dalam kamar.


Sekali lagi, dia sangat ingin memastikannya.


__ADS_2