
Di salah satu rumah sakit, Sherin terbaring lemas di tempat tidur setelah ia menangis selama berjam-jam.
Nyonya Jenkins yang dari tadi menenangkan perempuan itu tak mampu membuat Sherin tenang, jadi dia dengan cemas duduk di samping ranjang Sherin sembari menggenggam tangan perempuan yang sudah tak mampu lagi menangis.
Sherin hanya berbaring dengan air mata yang sesekali merembes keluar sembari dalam hatinya perempuan itu menggerutu kesal, 'Kenapa perempuan ini hanya berdiam diri menemaniku di sini? Setidaknya kan dia seharusnya menghubungi You agar pria itu datang kemari untuk meminta maaf padaku!!
'Atau paling tidak dia harus menghubungi suaminya agar datang kemari menyelesaikan masalah yang telah dibuat oleh putranya!!!' ucap Sherin dalam hati sembari tangan yang tak dipegang oleh Nyonya Jenkins sedang terkepal kuat menahan kekesalannya.
Setelah beberapa saat, Nyonya Jenkins kembali menarik selembar tisu dan mengelap air mata Sherin, "Apakah perasaanmu sudah lebih tenang?" Tanya Nyonya jenkins sembari memandangi wajah Sherin yang tampak tidak baik dengan mata yang begitu bengkak.
Sherin menggelengkan kepalanya, lalu perempuan itu kemudian berkata dengan suara yang pelan dan parau, "ibu, ibu harus membuat You bertanggung jawab atas apa yang ia lakukan. Karena jika tidak, maka aku tidak tahu apakah aku masih bisa hidup setelah ini, dan apakah masih ada lelaki yang akan menerimaku dalam keadaan seperti ini?!!" Ucap Sherin dibarengi air mata yang bercucuran di pipinya.
__ADS_1
Nyonya Jenkins begitu sakit hati melihat perempuan cantik itu menderita, jadi dia dengan pelan mengelap air mata Sherin yang terus bercucuran lalu berkata, "kau jangan bersedih, Pokoknya Ibu akan pastikan kalian berdua menikah. Jadi jika kau sudah baikan katakan pada Ibu supaya Ibu bisa segera menelpon Ayah mertuamu."
Ucapan Nyonya Jenkins langsung membuat Sherin merasa kegirangan dalam hatinya lalu perempuan itu berakting memaksakan senyumnya sembari menganggukkan kepalanya.
"Aku sudah baik-baik saja, Ibu bisa menelpon ayah mertua. Tapi Ibu juga harus menelpon orang tuaku karena masalah ini tidak bisa disembunyikan begitu saja," ucap Sherin yang harus membuat keluarganya ikut mendesak keluarga Jenkins untuk segera menikahinya.
Nyonya Jenkins langsung menganggukkan kepalanya, "kau tenang saja, ibu akan menghubungi semuanya, karena keluarga Jenkins akan selalu bertanggung jawab atas apa yang telah mereka lakukan. Kalau begitu, tenanglah di sini dan ibu akan menelpon di luar," ucap Nyonya Jenkins langsung dijawab anggukan Sherin.
Begitu memberitakan kabar pada suaminya, pria di seberang telepon begitu terkejut dengan kelakuan putranya.
"Jadi anak sialan itu segera pergi setelah melakukan hal buruk itu pada Sherin?!! Dia mau mempermalukan keluarga kita?!!!" Gerutu Tuan Jenkins begitu marah dari dalam telepon membuat Nyonya Jenkins menghela nafas.
__ADS_1
Perempuan itu memegang erat ponsel yang menempel di telinganya lalu kembali berkata, "itulah yang terjadi, dan sekarang ia tidak mau mengangkat teleponnya karena dia sedang bersama dengan Angelina. Cepatlah datang kemari karena aku juga akan menelpon calon besan kita!! Sebab bagaimanapun, hal buruk ini tidak mungkin kita sembunyikan dari mereka."
"Baiklah, kau tetap di situ menjaga Sherin dan aku yang akan berbicara dengan keluarga Firdani" Ucap Tuan Jenkins langsung di iyakan oleh Nyonya Jenkins lalu panggilan telepon itu di akhiri.
Setelah menutup panggilan telepon itu, Nyonya Jenkins tersenyum senang, 'tidak apa mereka menikah karena kecelakaan seperti ini. Yang penting aku menemukan menantu yang luar biasa yang benar-benar setara dengan keluarga kami!!' ucap Nyonya Jenkins dalam hati lalu perempuan itu kembali ke kamar dan menemani Sherin.
@interaksi
Ya udah, nanti kalo tahun baru matahari baru updated banyak.. kalo sekarang mah blom bisa update banyak....
__ADS_1