Budak Ranjang Tuan Muda You

Budak Ranjang Tuan Muda You
146. Brano menyamar jadi pengawal


__ADS_3

Setelah hampir 1 jam berada di dapur, akhirnya bubur kacang merah dan bubur kacang hijau telah selesai dibuat oleh Raina.


Perempuan itu langsung menyuruh Tiara dan Marlin memanggil Angelina di taman, agar perempuan itu berpindah ke ruang makan untuk makan.


"Ibu," ucap Angelina memasuki ruang makan lalu perempuan itu duduk di salah satu kursi kosong.


"Ini dia,, ibu membuat bubur ini, spesial untukmu." Ucap Raina meletakkan bubur kacang merah di depan Angelina membuat perempuan itu langsung terhenyak.


"Ibu,, ini, bubur kacang merah?" Tanya Angelina menahan rasa mualnya.


"Iya, Bukankah kemarin kau menyuruh ibu untuk membeli kacang merah karena kau ingin memakannya? Makanya sekarang ibu memasakkan bubur kacang merah untukmu." Ucap Raina sembari duduk di samping Angelina menatap putrinya yang tampak tidak berselera menatap bubur buatannya.


"Eh, ibu,, aku rasa,," Angelina menelan air liurnya dia begitu bimbang, sebab Dia tidak bisa makan kacang merah.


"Hah,, ibu sudha tahu," ucap Raina kembali mengambil bubur kacang merah dari depan Angelina lalu perempuan itu menggantinya dengan bubur kacang hijau.


"Makanlah yang ini, Ibu tidak akan tega menyiksa putri dan juga calon cucu ibu." Ucap Raina mengambil sendok lalu perempuan itu mencicipi bubur kacang merah yang ia ambil dari Angelina.


Angelina terpaku menatap ibunya, "Ibu sudah tahu?" Tanya Angelina.


"Hm, Ibu sudah tahu semuanya, dan Ibu tidak menyangka kalau Putri Ibu begitu kejam pada suaminya." Ucap Raina menghela nafas lalu dia menatap putrinya dengan tajam, "apa yang sudah dilakukan suamimu hingga kau begitu benci padanya? Sampai tega membuatnya tersiksa dan mengusirnya dari sini?" Tanya Raina.

__ADS_1


Angelina terhenyak mendengar pertanyaan ibunya, tentu saja dia tidak bisa mengatakan bahwa pria itu telah menyiksanya dengan kejam, bahkan pria itu juga gagal menjaga kakaknya hingga kakaknya meninggal.


"Ibu, maaf, tapi aku tidak bisa menceritakannya pada ibu." Ucap Angelina sembari tertunduk memainkan bubur kacang hijau di depannya.


"Ibu tahu kalau kau sudah berumah tangga, dan ibu sudah tidak berhak lagi mencampuri urusan rumah tanggamu. Tapi ibu hanya ingin putri ibu bahagia, bukannya selalu murung setiap hari." Ucap Raina menatap putrinya yang terus tertunduk menghindari tatapannya.


"Aku mengerti Bu, aku akan memikirkannya lagi." Ucap Angelina membuat Raina langsung menghela nafas.


"Bagus, kalau begitu habiskan buburmu lalu pergilah beristirahat. Ingat untuk tidak membawa kemarahan mu terlalu lama, karena kemarahan tidak bisa menyelesaikan masalah." Ucap Raina diangguki oleh Angelina.


'Hah, Ibu benar-benar membela pria itu.' gerutu Angelina dalam hati karena merasa tak bisa untuk melawan ibunya.


Perempuan itu berusaha menahan rasa kesalnya di depan ibunya sampai tiba-tiba Tiara berlari menghampiri mereka.


"Di depan ada tamu yang mengaku sebagai pengawal Tuan Jenkins. Katanya dia ingin bertemu dengan nyonya." Ucap Tiara.


"Oh," ucap Angelina dengan singkat karena perempuan itu tidak mau peduli, dia hanya tertunduk menyendok bubur lalu melahapnya.


"Angelina, cepat habiskan bubur mu lalu pergi temui pengawal suamimu. Mungkin saja dia ingin menyampaikan sesuatu yang penting." Ucap Raina saat melihat putrinya begitu acuh tak acuh.


"Baik Bu," jawab Angelina sembari menghela nafas.

__ADS_1


Setelah Angelina menghabiskan buburnya, dia akhirnya berdiri lalu mengikuti Tiara ke depan Villa.


Terlihat Brano yang berpakaian pengawal sedang berdiri memegang sebuket bunga.


"Nyonya," Brano langsung menunduk pada Angelina saat melihat perempuan itu.


"Ada apa?" Tanya Angelina melihat bunga yang dipegang oleh Brano.


"Tuan muda menyuruh saya menyerahkan bunga ini pada nyonya." Ucap Brano menyerahkan bunga pada Angelina.


Meski Angelina tidak mau menerima bunga itu, tetapi dia tidak mau jika ibunya sampai menggerututinya lagi karena begitu keras kepala, makanya dia menerima bunga itu.


"Katakan pada tuanmu mudamu supaya tidak pernah lagi mengirim bunga kemari." Perintah Angelina.


Brano tertegun beberapa detik lalu menunduk tak berdaya.


"Maaf Nyonya, tapi kalau saya mengatakan hal itu maka sayalah yang akan dibunuh oleh Tuan Muda jadi,, bolehkah nyonya tidak memerintah saya untuk mengatakan hal itu pada Tuan?" Tanya Brano.


Angelina langsung mengerutkan keningnya menatap pria di depannya, tidak mungkin seorang pengawal You memiliki nyali yang sangat kecil.


"Kita bicara sebentar," ucap Angelina melirik Tiara, memberi kode pada perempuan itu agar tidak mengikuti mereka.

__ADS_1


"Baik Nyonya," kata Brano langsung mengikuti Angelina yang berjalan ke arah taman.


Umpannya telah dimakan oleh Angelina.


__ADS_2