Budak Ranjang Tuan Muda You

Budak Ranjang Tuan Muda You
161.


__ADS_3

You berbaring sambil memejamkan matanya, pria itu masih agak khawatir jika Angelina pergi, jadi dia menahan diri untuk tidur selama beberapa menit.


Saat itulah Brano Kembali memasuki ruangan dengan sebuah informasi.


"Pelayan telah tiba," katanya.


"Suruh dia masuk," ucap Angelina langsung diangguki Brano, lalu pria itu segera memanggil Tiara ke dalam kamar.


"Nyonya," ucap Tiara dengan suara setengah berbisik, karena takut bila suaranya membangunkan pria yang sedang tidur.


"Bagaimana keadaan orang di rumah?" Tanya Angelina sambil mengambil benda yang dibawa okeh Tiara.


"Semua dalam keadaan baik," jawab Tiara sambil meletakkan bekal yang dititipkan oleh Raina.


"Apa ibuku yang memasaknya?" Tanya Angelina menatap kotak bekal yang diletakkan Tiara.


"Ya, Ada bubur dan juga makanan untuk Nyonya." Ucap Tiara tersenyum.


Angelina mengangguk membuka kotak di tangannya lalu melihat beberapa obat di dalamnya.


Ia mengambil sala satu dan menyerahkannya pada Brano.


"Ini obat penawar untukmu," ucap Angelina.


"Terima kasih Nyonya," kata Brano merasa lega.

__ADS_1


Beberapa jam terakhir dia sudah merasakan gejala dari racun yang diberikan padanya, tapi sekarang ia merasa lega karena sudah punya obat penawar.


Berikan ini pada pengawal Hendra, tapi tahan sampai tengah malam nanti." Ucap Angelina menyerahkan botol berwarna coklat lalu mengambil botol lain pula.


"Yang ini, paksa pengawal itu meminumnya," ucap Angelina.


"Baik Nyonya," jawab Brano menatap botol di tangannya lalu pria itu segera keluar untuk melakukan perintah Angelina.


You yang mendengar percakapan mereka berada dalam keadaan dilema, ia sangat penasaran dengan apa yang terjadi hingga Angelina kembali berhubungan dengan Hendra.


Tapi pria itu berusaha menahan diri agar tidak membuka mata.


"Nyonya, mengapa kemarin malam Nyonya tidak kembali? Ibu Nyonya sangat khawatir sampai tidak tidur selama semalam. Dia pikir terjadi sesuatu yang seirus pada Tuan," ucap Tiara.


"Ahh, kalau begitu saya akan memberitahukannya pada Ibu Nyonya." Ucap Tiara mengangguk.


"Baiklah, kau bisa pulang," ucap Angelina.


"Baik Nyonya," jawab Tiara segera keluar dari ruangan tersebut.


Sementara Angelina, perempuan itu menyalakan TV lalu duduk sambil menonton.


Ia menunggu sampai hampir ketiduran, barulah You terbangun.


"Apa kau lapar?" Langsung tanya Angelina sambil mendekati You lalu membantu pria itu duduk.

__ADS_1


"Haus," kata You memperbaiki posisi duduknya.


Angelina langsung membantu pria itu minum lalu dia memanggil Brano agar pria itu menyiapkan makan siang untuk You.


You memperhatikan Angelina dengan seksama, pria itu merasa gunda dalam hatinya melihat Angelina hanya berwajah datar saja, tak ada sedikitpun senyuman di wajah perempuan itu.


"Apa kau lelah? Kau bisa pulang untuk istirahat." Ucap You menatap perempuan itu.


Angelina yang sedang mengelap gelas langsung menoleh pada You.


"Aku akan pulang setelah kau makan siang," ucap Angelina kembali mengabaikan tatapan You.


"Baiklah," jawab You dengan hati tak rela untuk membiarkan perempuan itu pergi darinya.


Mereka berdua terdiam sampai para pelayan masuk ke kamar membawa makanan.


Keduanya sementara makan bersama saat You menatap Angelina lalu bertanya, katanya, "Kenapa kau tidak pernah tersenyum saat bersamaku?"


Pertanyaan You langsung membuat Angelina menghentikan kunyahan nya lalu menatap pria di depannya, "Apa katamu?" Tanyanya merasa aneh.


"Aku hanya berharap kau tersenyum padaku," kata You membuat Angelina mematung.


Dia benar-benar tak bisa percaya dengan apa yang ia dengar.


"Aku tidak memaksamu," ucap You saat melihat perempuan di depannya kini mematung setelah permintaannya.

__ADS_1


__ADS_2