
Angelina memasuki kamar dan melihat kedua Nyonya jenkins sedang duduk di pinggir ranjang.
"Ibu, Nenek," sapa Angelina mendekati kedua perempuan itu.
Nyonya Jenkins 3 yang melihat kedatangan cucu menantunya langsung berbinar-binar menatap perempuan itu dan mengulurkan tangannya ke arah Angelina.
"Cucu menantu ku, kemarilah, dekat-dekat dengan nenek," ucap Nyonya jenkins 3 merasa sangat senang dengan kedatangan Angelina.
Angelina tersenyum mendekati perempuan tua itu lalu tangan mereka saling berpegangan.
"Bagaimana kabar nenek?" Tanya Agelina.
"Baik!! Berkat kurma yang kau berikan pada nenek kemarin malam, nenek bisa tidur dengan sangat nyenyak. Tadi pagi nenek bangun subuh-subuh sekali dan merasa sangat segar." Cerita Nyonya Jenkins dengan kegembiraan yang meluap-luap.
"Ah,, begitu,, baguslah" Angelina mengangguk-angguk, sudah semalaman dia panik karena mengira Nyonya Jenkins pingsan akibat ulanya.
Ternyata perempuan tua itu hanya tertidur.
Ibu mertua Angelina yang duduk di samping Nyonya Jenkins 3 kini melihat Angelina dan berkata, "Lain kali kau tidak boleh bertindak sembarang. Memberikan alkohol pada nenek itu sangat berbahaya, Untung saja kemarin malam kau hanya memberikannya sedikit jadi kesehatan nenek tidak terganggu."
__ADS_1
Angelina menatap Ibu mertuanya dengan tatapan menyesal, "Maafkan aku Bu, lain kali aku tidak akan mengulanginya lagi." Ucap Angelina.
"Baiklah, sekarang bantu nenekmu makan, ibu harus mempersiapkan diri karena hari ini ada arisan." Kata Nyonya jenkins 4.
"Baik Bu," jawab Angelina lalu melihat perempuan itu meninggalkan kamar.
Ketika pandangan Angelina mengikuti kepergian Ibu mertuanya, dia juga tak sengaja menatap You yang berdiri menatapnya.
Hati perempuan itu berdesir tak karuan, tapi dengan cepat Angelina mengalihkan pandangannya dari You lalu menatap Nyonya Jenkins 3.
"Aku membawa beberapa makanan yang dimasak di kediamanku, Bagaimana kalau nenek mencobanya sedikit?" Tanya Angelina sembari mengeratkan genggamannya di tangan Nyonya jenkins 3.
"Berikan nampan itu padaku dan dapatkan sebuah meja untuk Nenek," ucap Angelina langsung diikuti oleh Tiara.
Setelah beberapa menit Tiara keluar dari kamar, perempuan itu kembali dengan sebuah meja kecil lalu meletakkannya di depan Nyonya Jenkis.
Angelina dan Marlin langsung mengatur makanan di atas meja lalu dengan hati-hati Angelina mengambil sebuah piring dan menaruh beberapa jenis makanan di piring itu.
"Kau memasak begitu banyak makanan, semuanya terlihat sangat enak." Kata Nyonya jenkins memperhatikan makanan-makanan yang tertata di atas meja.
__ADS_1
"Bukan aku yang memasaknya tapi dua pelayanku ini yang memasaknya. Lain kali aku akan memasak sendiri untuk nenek." Kata Angelina mengambil sendok.
"Kalau begitu nenek akan menantikan saat untuk mencoba masakanmu." Ucap Nyonya Jenkins.
"Baik Nek," kata Angelina mulai menyuapi perempuan tua itu.
Perlahan-lahan Nyonya jenkins mengunyah makanan yang masuk ke mulutnya lalu menelannya.
"Hm,, dua pelayanmu ini sangat pandai memasak." Ucap Nyonya Jenkins membuat Tiara dan Marlin langsung tersenyum kegirangan.
"Nenek benar-benar pandai menilai masakan. Aku juga sangat senang dengan masakan mereka, setiap kali mereka memasak rasanya selalu pas di lidah." Ucap Angelina.
Terus bercakap-cakap, akhirnya sedikit demi sedikit makanan yang ada di piring telah habis berpindah ke perut nyonya Jenkins.
You yang memperhatikan itu, sangat terkejut karena selama ini neneknya sangat sulit untuk makan, bahkan jika makan pun hanya menghabiskan sedikit makanan.
Dan yang lebih membuat You tertegun di tempatnya adalah bagaimana cara Angelina begitu baik mengambil hati neneknya.
'Sebenarnya, siapa perempuan ini? Mengapa dia sangat berbeda dengan yang diceritakan oleh Kenan? Lalu, mata perempuan itu,, mengapa berbeda-beda setiap kali aku melihatnya?' You mengeryit memikirkannya.
__ADS_1