
Di sebuah tempat yang diterangi cahaya remang-remang, seorang pria duduk sembari mengepalkan tangannya.
"Keluarga Firdani tidak bisa dimanfaatkan untuk mengacaukan hubungan You dengan Angelina." Ucap Hendra sambil menggertakkan giginya dengan pikiran pria itu sedang mencari ide lain yang bisa ia lakukan.
Setelah beberapa saat pria itu membuka matanya dan berkata, "hubungi partner kerjasama kita dan suruh mereka untuk memulai rencananya. Ini harus dipercepat!!!"
"Baik Tuan," jawab Gilang lalu pria itu segera meninggalkan Hendra dan memulai rencana mereka.
Hendra yang ditinggalkan oleh asistennya tetap duduk dalam rasa tenangnya sambil berkata dalam hati, 'bagaimanapun caranya, aku akan mengembalikan Angelina ke tanganku. Tidak ada yang bisa mengambilnya dariku, sebab sejak awal, perempuan itu sudah menjadi milikku!!!'
__ADS_1
Maka pria itu menunggu selama beberapa Minggu lamanya sampai seluruh rencana berhasil disusun dengan baik.
Saat itu dia sudah bersiap-siap untuk pergi menemui Angelina ketika Gilang memasuki kamarnya, "Tuan, saya sudah menyiapkan stylish profesional untuk Tuan. Identitas baru juga telah dibuat dan saya pastikan Tuan akan menjadi bagian dari grup Rahaya.
Tuan adalah perwakilan dari grup Rahaya yang berusaha mendapatkan kerjasama dengan kita, dan sekarang tuan akan kembali ke perusahaan untuk melanjutkan pekerjaan Tuan di perusahaan." Ucap Gilang menyerahkan sebuah dokumen yang berisi identitas baru Hendra.
Hendra mengambil dokumen itu dari asistennya, lalu membacanya secara sekilas, "atur bahwa kerjasama dengan kita telah dibatalkan, karena grup Rahaya memilih bekerja sama dengan keluarga Jenkins. Dengan begitu mereka tidak akan waspada pada kita." Ucap Hendra dengan kilatan mata kepuasan bersiap untuk memulai pertempurannya.
"Kalau begitu, berikan semua dokumennya padaku dan aku akan mempelajarinya di pesawat." Ucap Hendra langsung di iyakan oleh Gilang, lalu pria itu segera keluar dari ruangan Hendra untuk mengatur segala sesuatu yang diperintahkan oleh Hendra.
__ADS_1
Sementara itu, Nyonya Jenkins yang sudah merasa sangat senang karena kedua cucunya yang berada di akhir rahim Angelina baik-baik saja dan sangat sehat, ia langsung pergi kekeluarga Rahaya.
"Bibi," Rossa sangat terkejut ketika Nyonya Jenkins kembali menghampirinya.
Nyonya Jenkins langsung melemparkan senyum ke perempuan itu lalu dia berkata, "semua yang kau ramalkan itu, aku yakin akan terjadi. Dan sekarang, dapatkah kau meramal kembali tentang nasib buruk yang kau ramalkan untuk keluarga kami? Mungkin saja nasib buruk itu sudah bisa dilihat dan kita bisa mencari cara untuk mencegahnya terjadi."
Ucapan Nyonya Jenkins langsung membuat Rossa tersenyum lalu dia memperhatikan wajah perempuan di depannya dan berkata, "aku harus melihat menantu Nyonya untuk memastikan hal itu. Karena sebelumnya aku melihat menantu Nyonya membawa berkat bagi keluarga Nyonya, tapi ada sesuatu yang terselubung di wajahnya. Mungkin saja dia juga adalah penyebab nasib buruk untuk keluarga kalian."
Ucapan Rossa langsung membuat Nyonya Jenkins mengepal erat tangannya dan sangat terkejut dengan ucapan perempuan itu.
__ADS_1
Tetapi Nyonya Jenkins langsung menganggukkan kepalanya lalu dia segera membawa Rosa untuk pergi ke rumahnya.