Budak Ranjang Tuan Muda You

Budak Ranjang Tuan Muda You
47. Nyonya asli


__ADS_3

"Bodoh!! Nyonya Kami sekarang ada di hadapanmu dan kau baru saja mendorongnya ke samping!!!" Teriak Marlin yang sudah hilang sabar.


Sang pelayan mengerjapkan matanya lalu melihat Angelina yang berdiri di sampingnya.


Orang yang baru saja dia dorong ke samping??


Bukankah itu,, si gelandangan dengan pakaian lusuh???


"Nyo,, nyonya kalian" pelayan itu berbicara dengan terbata-bata sembari menunjuk Angelina.


"Dasar tidak sopan!!! Beraninya kau menunjuk Nyonya kami?!!" Marlin memukul tangan pelayan itu.


Sangat tidak sopan bagi seorang pelayan untuk menunjuk seorang Nyonya seperti Angelina, apalagi yang merupakan Nyonya dari keluarga jenkins.


Segera, wajah pelayan itu menjadi pucat pasi dan tubuhnya gemetar mengetahui bahwa orang yang baru saja ia hina ternyata adalah.....!


Sekarang dia baru sadar dengan apa yang dikatakan Angelina ketika dia membentak perempuan itu saat ingin membayar pesanannya.

__ADS_1


"Nyo,,Nyoanya,, tolong maafkan saya!! Saya benar-benar tidak tahu kalau Nyonya adalah--"


"Sudah, aku tidak punya banyak waktu untuk dibuang-buang." Kata Angelina lalu berbalik meninggalkan toko tersebut diikuti Tiara dan Marilyn.


Sang pelayan yang melihat kejadian itu langsung bergetar di tempatnya, ia ingin mengejar Angelina tetapi kakinya seperti agar-agar yang lemas tak bisa digerakkan.


Perempuan itu terjatuh ke lantai dengan sekujur tubuhnya dipenuhi keringat.


Bagaimana dia akan membayar barang belanjaan yang telah ia input??


"Dasar pelayan, inilah yang menjadi balasan buat pelayan yang merasa sombong. Dia pikir dia sudah begitu hebat saat mereka bekerja di toko terkenal seperti ini,,"


"Nasib pelayan itu sungguh sangat tidak beruntung, aku yakin setelah ini dia mungkin akan dikirim ke rumah psk supaya dia bisa melunasi utangnya."


Bisik bisik orang sekitar yang sedari tadi memperhatikan pelayan itu langsung membuat sang pelayan bergetar di tempatnya dan tak mampu lagi mengangkat wajahnya.


Sementara Angelina yang meninggalkan toko itu, dia berjalan dengan kesal mencari toko kosmetik lainnya.

__ADS_1


Dia berhenti ketika melihat sebuah toko kosmetik yang cukup ramai, dia ingin masuk ke toko kosmetik itu tetapi dia sungguh malas meladeni para pelayan yang begitu sombong.


"Nyonya, kenapa tidak masuk?" Marlin akhirnya bertanya saat melihat Angelina hanya memandangi toko tanpa ada niat untuk melangkahkan kakinya ke sana.


Angelina menghela nafas, "Aku merasa lelah, kita kembali saja," ucap Angelina.


Angelina melangkahkan kakinya untuk menjauhi toko itu ketika seorang pelayan menghampirinya, "Nona,, silakan masuk dan lihat produk kami, Nona pasti tidak akan kecewa dengan produk yang kami tawarkan." Ucap pelayan itu.


Angelina menghentikan langkah kakinya lalu melihat pelayan tersebut, "Menurutmu, dengan penampilanku seperti ini. Apakah aku bisa membeli produk dari toko kalian?" Tanya Angelina.


"Eh??" Pelayan itu kebingungan.


Apa maksudnya dengan bertanya seperti itu?


"Kami baru saja keluar dari toko kosmetik yang ada di sana tetapi kami tidak jadi membeli produknya karena pelayan itu menghina Nyonya kami tak mampu mengeluarkan uang untuk membelinya." Ucap Tiara saat melihat pelayan tersebut kebingungan.


"Ah begitu, Nona tenang saja, pemilik toko kami adalah orang yang dermawan. Toko kami diperuntukkan untuk kalangan menengah sampai sosialita. Kalian bahkan bisa mendapatkan diskon sebanyak 10% untuk pembelian pertama jika Nona mau menjadi salah satu anggota member di toko kami," ucap pelayan itu dengan ramah.

__ADS_1


"Benarkah?" Tanya Angelina yang merasa tak yakin.


"Tentu saja, silahkan masuk," ucap pelayan itu.


__ADS_2