Budak Ranjang Tuan Muda You

Budak Ranjang Tuan Muda You
147. Rencana berhasil


__ADS_3

Angelina dan Brano akhirnya duduk di meja taman.


Brano duduk dengan gugup, sementara Angelina duduk dengan santai sembari mengelupasi satu persatu kelopak bunga yang diberikan oleh You.


Beberapa menit duduk, Angelina kemudian mengangkat wajahnya menatap pria yang tampak ketakutan di depannya.


"Apakah kau pengawal yang tidak dekat dengan tuan mudamu?" Tanya Angelina yang berpikir bahwa jika pria di depannya adalah pengawal yang dekat dengan You, maka tidak mungkin pria itu begitu ceroboh hingga tidak bisa menyembunyikan perasaanya.


"Ya, saya adalah pengawal tingkat paling bawah. Saya biasanya melakukan berbagai pekerjaan kecil seperti mengantar sesuatu. Tapi kali ini tiba-tiba saja saya mendapat pekerjaan besar karena atasan saya ingin mempromosikan saya." Jawab Brano.


"Hm,, begitu ya." Angelina mengangguk.


"Iya," jawab Brano.


"Kalau begitu, aku ingin meminta bantuan padamu." Ucap Angelina langsung membuat drama mengangkat wajahnya karena terkejut bahwa Angelina ingin meminta sesuatu darinya.


"A, apa yang Nyonya Inginkan?" Tanya Brano.


"Aku ingin kau mencari tahu berbagai hal tentang Tuan mudamu lalu menyampaikannya padaku, kalau kau berhasil melakukannya, aku akan membuatmu menjadi pengawal pribadiku. Bagaimana?" Tanya Angelina.

__ADS_1


Brano sangat terkejut, dia tidak mengangkah bahwa Angelina memiliki niat untuk memata-matai suaminya sendiri.


Bahkan, penawaran yang diberikan Angelina pada pengawal tingkat bawah begitu fantastis, bisa menjadi pengawal pribadi Nyonya Jenkins!!!!


"Nyo,, nyonya yakin? Mau menjadikan saya pengawal pribadi jika saya berhasil?" Tanya Brano tergagap.


"Iya, tentu! Jadi, kalau kau setuju, kau bisa memberitahuku beberapa hal yang kau ketahui tentang tuan mudamu." Ucap Angelina.


Brano memperhatikan Bagaimana Angelina begitu bersemangat, tentu saja jika dia tidak sedang berpura-pura maka saat ini dia akan meminta perempuan itu menandatangani kontrak.


Namun kontrak itu tidaklah penting untuknya, jadi dia mengangguk dengan antusias dan berkata, "saya bisa memberitahu Nyonya, tapi Nyonya harus menepati janji Nyonya untuk mengangkat saya menjadi pengawal pribadi nyonya." Ucap Brano.


Brano mengangguk, "saya percaya pada nyonya. Tapi saya tidak yakin apakah informasi-informasi yang saya miliki sekarang bisa berguna untuk nyonya atau tidak." Ucap Brano ragu-ragu.


"Tidak masalah, informasi apapun itu pasti akan sangat berguna." Ucap Angelina.


"Baik Nyonya, jadi yang saya ketahui hanyalah tentang Tuan yang secara pribadi memilih satu persatu bunga ini untuk dirangkai buat nyonya. Bahkan pembungkusnya pun dipilihkan sendiri oleh Tuan, tapi Tuan menyuruh saya untuk mengantarkannya karena Tuan tidak mau jika Nyonya berpikir bahwa Tuan terlalu memperhatikan Nyonya hingga menyuruh pengawal terbaik untuk mengantarkannya." Ucap Brano langsung membuat Angelina tercengang.


"Kau mengatakan ini dengan jujur dan bukan karena disetting oleh You 'kan?" Tanya Angelina.

__ADS_1


"Nyonya,, saya mana berani berbohong. Kalau Nyonya tidak percaya, saya bisa memberikan buktinya," ucap Brano langsung mengeluarkan sebuah voice recorder yang selalu ia bawa bersamanya.


"Ini,, Saya selalu membawa benda ini kemanapun saya pergi, karena saya biasanya tidak terlalu tanggap mendengar perintah dari atasan saya, jadi saya merekam semuanya agar bisa didengarkan kembali." Ucap Brano membuat Angelina menyipitkan matanya mengambil voice recorder tersebut.


Angelina kemudian menyalakannya dan terkejut dengan suara yang muncul.


"Apa?! Kau yang ditugaskan untuk mengantar bunga pada nyonya?!!" Terdengar suara seorang pria.


"Eh,, Nyonya,, bukan,, bukan itu!! Biar saya yang mengaturnya untuk nyonya." Ucap Brano dengan tangan terulur hendak mengambil voice recorder dari tangan Angelina.


Tetapi Angelina malah menjauhkannya lalu berkata, "kau beli voice recorder yang baru, dan ini akan ku tinggalkan sebagai bukti bahwa kau telah mengikat janji denganku. Sekarang pergilah dan lakukan tugasmu dengan benar." Perintah Angelina.


"Ta,, tapi Nyo--"


"Membantah?!!" Angelina langsung melototi Brano membuat pria itu langsung tertunduk lalu berjalan pergi dengan punggung yang terlihat ditekan.


Angelina memperhatikan hal tersebut dan tersenyum bahwa dia sudah mendapatkan orang yang bisa ia percaya memata-matai You.


Tapi perempuan itu tak tahu saja, bahwa setelah memasuki mobilnya, Brano langsung tersenyum, "Nyonya akhirnya termakan umpanku. Aku yakin setelah Nyonya mendengarkan voice recorder itu, dia akan langsung merubah pikirannya tentang tuan muda." Ucap Brano tersenyum.

__ADS_1


__ADS_2