Budak Ranjang Tuan Muda You

Budak Ranjang Tuan Muda You
172.


__ADS_3

Angelina mengerjapkan matanya lalu melihat tempat asing yang ia tempati.


Perempuan itu lalu menunduk melihat tangan yang melingkar di pinggangnya, lalu berbalik mendapati You sedang memeluknya.


"Sudah bangun?" Ucap You mendaratkan sebuah ciuman di bibir istrinya.


"Hm... Dimana kita?" Tanya Angelina sembari mengingat kejadian terakhir di mana mereka hendak pergi ke villa yang ditempati oleh Ayah dan ibunya.


Tapi kini... Berakhir di mana?


"Kita ada di hotel," jawab You sembari menempelkan dahinya ke dahi istrinya hingga hidung mereka pun ikut bertabrakan lalu pria itu memejamkan matanya.


'Bagaimana kalau apa yang ku pikirkan itu benar? Tapi kenapa Angelina mencari pria yang meracuniku secara diam-diam? Angelina masih berusaha melindunginya?' You merasa sangat dilema dalam hatinya sebab dia begitu sulit untuk membaca isi pikiran Angelina.

__ADS_1


"Bukankah kita hendak pergi ke villa? Mengapa malah berakhir di hotel?" Tanya Angelina sembari memperhatikan wajah suaminya yang sedang memejamkan matanya.


"Mana bisa aku membawa istriku ke villa ketika hatinya ingin pergi ke gunung selatan?" Ucap You tanpa membuka matanya hingga pria itu tidak melihat raut wajah terkejut Angelina.


"Bagaimana kau tahu?" Tanya Angelina menjauhkan wajahnya dari wajah you agar dia bisa melihat pria itu dengan jelas.


Saat itu You membuka matanya lalu menatap istrinya yang belum bisa menenangkan raut wajahnya.


"Kau bilang kau ingin mendapatkan ramuannya untukku? Jadi aku akan menemanimu pergi." Ucap you semakin membuat Angelina terkejut sekaligus merasa bersalah sebab dia telah membohongi pria itu.


You bisa membaca pikiran istrinya jadi pria itu mengeratkan pelukannya sembari berkata, "aku sudah tahu semuanya, ramuan yang selama ini aku minum bukanlah ramuan yang sama dengan yang ibu bawakan. Karena ramuan yang di bawah oleh ibu adalah ramuan yang mengandung racun yang kau kira sebagai racun dari negara C."


Perkataan You membuat Angelina tak bisa menyembunyikan apapun lagi, oleh karena itu dia berpasrah lalu kembali membuat wajahnya menempel pada wajah suaminya.

__ADS_1


Perempuan itu memejamkan matanya seraya menggerakkan bibirnya, "maaf, aku pikir aku bisa menyelesaikan masalah ini tanpa merepotkanmu," ucap Angelina menyesal.


"Jadi apa alasanmu mencari tahu orang di balik racun tersebut? Apakah kau ingin melindunginya atau--"


"Sialan!! Kenapa aku harus melindunginya?" Angelina memghela nafas kesal lalu memejamkan matanya, "aku tidak melakukannya untuk melindungi orang itu, tapi karena aku hanya tidak suka ada orang yang begitu licik melukai suamiku, hanya ingin memberinya sedikit pelajaran," kata Angelina membuat You terdiam, ternyata bukan karena alasan lain, tapi karena dirinya??


Pria itu jadi menyesal telah meragukan Angelina, jadi dia mengeratkan pelukannya sambil berkata, "maaf."


"Kenapa kau jadi minta maaf?" Tanya Angelina merasa aneh, sebab dialah yang seharusnya minta maaf karena telah menyembunyikan hal besar dari pria itu.


Tetapi You berkata, "Harusnya aku lebih mempercayaimu."


Angelina terdiam mendengar ucapan suaminya, meski dia tidak tahu apa yang membuat suaminya berkata seperti itu, tetapi perkataan You terdengar seperti ucapan yang tulus penuh penyesalan, tetapi juga menjadi sebuah peringatan untuk nya agar dia juga lebih mempercayai pria itu.

__ADS_1


'Aku tidak pernah merasakan perasaan bersalah seperti ini pada seorang pria, tapi harusnya ini wajar karena aku merasakannya pada orang yang sudah beberapa kali membuatku berdebar.' pikir Angelina dalam hati.


"Lain kali, aku juga akan lebih mempercayai mu." Kata Angelina kini tersenyum mengulurkan tangannya melingkar di leher You.


__ADS_2