Budak Ranjang Tuan Muda You

Budak Ranjang Tuan Muda You
143. Tidak pernah tulus


__ADS_3

Setelah ibunya pergi, Angelina kemudian menghela nafas meraih handle pintu untuk memasuki kamar.


'Hah,, kali ini aku benar-benar tidak bisa berpisah dengan pria itu karena Ibu pasti akan curiga kalau kami tidur berpisah.' pikir Angelina sembari mendorong pintu kamar.


Buk!


Pintu kamar itu tidak bisa terbuka dengan sempurna karena sesuatu menghalangi pintu tersebut, jadi Angelina mengeluarkan kepalanya mengintip benda yang menghalangi pintu untuk terbuka.


Perempuan itu menyipitkan matanya melihat You yang terbaring di lantai dengan tubuh pria itu tampak begitu pucat mengeluarkan keringat dingin.


'Kenapa dia?' Angelina berusaha masuk ke dalam kamar lewat celah pintu yang kecil lalu menutup pintu tersebut.


Perempuan itu memandangi keadaan you dan melihat nafas pria itu sangat pendek hingga dadanya naik turun dengan cepat.

__ADS_1


"Hei,, bangun!" Ucap Angelina menendang kecil kaki pria itu karena merasa bahwa pria itu terlalu pandai bersandiwara hingga berpura-pura kesakitan.


Namun, telah beberapa kali menendang, pria di lantai benar-benar tidak bereaksi, jadi Angelina menghela nafasnya lalu berlutut di samping You.


'Apakah dia benar-benar sakit?' Angelina bertanya dalam hati sembari mengulurkan tangannya memeriksa tubuh You.


'Astaga,, dia benar-benar kesakitan! Pernafasannya terganggu, muncul ruam di kulitnya, detak jantungnya juga melemah. Dia tidak berpura-pura!' Angelina memijat keningnya memikirkan untuk membiarkan pria itu ataukah menolong nya.


'Pria ini sudah terlalu banyak melakukan kejahatan untukku, Jadi apa yang ia alami saat ini benar-benar pantas untuk ia dapatkan. Tapi kalau pria ini mati di rumah ini, bukan ke ayah dan ibuku juga akan terseret?' Angelina menghela nafas dengan kesal lalu perempuan itu berdiri menggeledah kamar.


Setelah menyuapi obat, Angelina kemudian mengangkat pria itu ke arah ranjang lalu menyelimutinya dengan baik.


"Sial!! Aku tidak melakukan ini karena peduli padanya, aku melakukan ini demi menyelamatkan dan melindungi ayah dan ibuku!!" Ucap Angelina menggerakkan gigi sembari memandangi You yang tampak lebih baik dari sebelumnya.

__ADS_1


Setelahnya, Angelina masuk ke kamar untuk mandi dan begitu terkejut saat ia keluar dari kamar mandi, You sudah duduk di tempat tidur.


"Terima kasih," suaranya tampak sangat lemah, dengan pria itu menatap Angelina yang dibalut handuk piyama.


"Terima kasih untuk apa? Kau pikir aku yang menyelamatkanmu? Mimpi saja!" Kesal Angelina berjalan ke ruang ganti dan melihat ruang ganti tersebut dipenuhi oleh pakaian-pakaian modis untuknya.


'Ck!! Apakah pria itu berpikir aku akan tersentuh dengan apa yang ia lakukan? Bahkan jika pria itu memberiku setumpuk berlian, aku juga tidak akan pernah tersentuh!!!' gerutu Angelina dalam hati.


Namun perempuan itu tetap mengambil satu set pakaian yang nyaman untuknya, lalu mengenakannya.


Setelah berganti pakaian, Angelina keluar mendapati You yang masih terduduk di tempat tidur.


'Apakah pria itu sungguh-sungguh tidak marah karena aku memberinya kacang merah? Hah,, tidak! Dia pasti menahan amarahnya karena rasa bersalahnya atas apa yang sudah ia lakukan padaku.' ucap Angelina dalam hati yang berpikir bahwa apa yang dilakukan You tidak pernah tulus untuknya, semuanya dilakukan pria itu demi menghilangkan rasa bersalahnya.

__ADS_1


Dan Angelina, dia tidak akan memberikan kesempatan pada pria itu untuk menghilangkan rasa bersalahnya.


Biarlah You terus hidup dalam rasa bersalahnya sepanjang sisa hidupnya!!


__ADS_2