Budak Ranjang Tuan Muda You

Budak Ranjang Tuan Muda You
159.


__ADS_3

Setelah menunggu 3 menit, Angelina akhirnya keluar dari ruangan, ia mendapati Gilang yang berjaga di depan pintu.


Tampak pria itu kebingungan melihat Angelina hanya keluar sendirian.


"Dimana Tuan?" Tanya Gilang memperhatikan Angelina.


"Masuklah," ucap Angelina sembari memasuki ruangan.


Gilang langsung mengikuti perempuan itu, ia sangat terkejut melihat Hendra kini terduduk lemas di kursi, wajah pria itu bukan pucat, tapi berwarna biru.


"Kau!!" Gilang langsung menghampiri Hendra dan memeriksa pria itu.


Masih bernafas, tapi terlihat nafasnya sangat pendek dan tenang.


"Penawar racunnya hanya ada padaku, dia akan mati dalam 15 menit jika dia tidak memakannya." Ucap Angelina dengan santai duduk di kursi.


"Kau..!! Bisa-bisanya kau melakukan ini pada orang yang memperlakukanmu dengan sangat baik?!!" Gilang merasa sangat kesal melihat Angelina.


"Hah,, memangnya apa yang kulakukan? Aku bukan berniat membunuhnya, aku hanya memberinya pelajaran kecil. Jadi jangan buang-buang waktu untuk berdebat denganku!! Cepat bawa pengawalku kemari!!" Perintah Angelina menatap tajam pria di depannya.


"Kau!!!" Gilang masih ingin marah, tapi pria itu tak punya kesempatan.


Ingin berkelahi dengan Angelina pun, dia tahu kalau orang yang bisa mengalahkan Angelina hanya Hendra. Jadi dia langsung berjalan pergi.


"Kalau pengawal ku sampai terluka, maka bosmu yang akan menanggungnya!!" Angelina berteriak pada Gilang sebab dia takut kalau pria itu masih berani macam-macam.

__ADS_1


Setelah Gilang pergi, Angelina langsung melihat pria di depannya, masih berusaha membuka matanya menatap Angelina dengan tatapan marahnya.


"Kau berani melukai You, maka kau harus menanggungnya juga, tapi karena selama ini kau sudah memberiku tempat tinggal, maka aku tidak terlalu menagihmu. Anggap saja kita sudah impas. Namun lain kali, jika kau masih berani muncul di negara ini, maka lihat bagaimana aku membuatmu menyesal!!" Ucap Angelina penuh amarah pada pria di depannya.


Tentu saja Hendra tak bisa menjawab, pria itu hanya diam sampai Gilang kembali bersama beberapa tim medis dan beberapa pengawal yang mengikut untuk berjaga.


Tatapan Angelina tertuju pada Brano, "Kau baik-baik saja?" Tanya Angelina.


"Iya, saya baik-baik saja Nyonya," jawab Brano dengan keheranan meliputi dirinya.


Tak begitu yakin bagaimana Angelina bertindak hingga bisa menundukkan semua orang di tempat itu.


"Bagus, kalau begitu ayo kita pergi." Ucap Angelina langsung berdiri.


"Bagaimana dengan penawarnya?" Tanya Gilang sambil menatap cemas pada Hendra yang sudah ditangani oleh pihak kesehatan yang ia bawa.


Angelina terdiam sesaat lalu berkata, "Biarkan satu pengawalmu ikut dengan kami, aku akan mengirim obat penawarnya padanya." Ucap Angelina mengejutkan Gilang.


"Apa katamu?? Kau bilang waktunya cuma 15 menit?" Tanya Gilang yang menghitung waktunya kini tersisa beberapa menit saja.


"Oh, aku bilang begitu ya.... Lalu apa hubungannya denganku? Kecuali kalau kau tidak mau obat penawarnya, maka--"


"Kau akan menurutimu," Sela Gilang.


"Bagus!!" Ucap Angelina tersenyum lalu perempuan itu berjalan pergi.

__ADS_1


Tak lupa pula ia mengambil bubur yang sudah ia siapkan untuk You pada kotak lain di dapur.


Lalu mereka mengendari mobil menuju rumah sakit dengan pengawal Hendra yang duduk di sala satu kursi.


"Maaf Nyonya, kalau boleh tahu, bagaimana Nyonya bisa--"


"Jangan banyak berbicara, bukankah mereka memberimu racun?" Tanya kembali Angelina mengejutkan Brano.


"Bagaimana Nyonya tahu?" Tanya Brano tak percaya.


"Tentu saja, aku akan memberikanmu penawar nya nanti." Ucap Angelina mengeluarkan ponselnya menelpon Tiara.


"Nyonya!!" Terdengar seruan kegembiraan Tiara dari seberang telpon.


"Pergi ke kamarku, dapatkan kotak biru di laci meja rias dan bawa ke alamat yang akan kukirimkan padamu." Perintah Angelina.


"Baik Nyonya!!" Seru Tiara.


Pengawal Hendra langsung menatap Angelina.


"Bagaimana dengan obat penawar tuan saya," Tanya pria itu saat melihat Angelina langsung rebah di kursinya begitu perempuan itu menutup telponnya.


"Oh,, aku akan memikirkannya nanti," jawab Angelina mengagetkan Sang pengawal.


Brano lebih terkejut lagi, dia tidak menyangkah kalau Angelina memiliki sikap yang sangat unik!! Sangat cocok dengan You!!!

__ADS_1


__ADS_2