
Sesuai yang direncanakan, akhirnya pada malam hari, Angelina beserta You menggunakan pesawat pribadi terbang ke sebuah pulau yang terkenal dengan keromantisan nya.
Butuh 30 menit perjalanan menggunakan pesawat, jadi ketika mereka tiba, malam sudah menjelang dan lampu-lampu di pinggir pantai telah dinyalakan hingga membuat pemandangan dari hotel tempat menginap, terlihat begitu indah.
"Sayang,," You memanggil istrinya yang sedang berdiri di depan jendela kamar mereka yang menghadap ke laut.
Angelina langsung berbalik menatap suaminya yang datang membawa dua mug berisi teh.
"Terima kasih," kata Angelina langsung mengambil segelas teh dari tangan You, lalu perempuan itu menikmati aroma teh yang terasa menenangkan
"Bagaimana pemandangannya?" Tanya You dengan satu tangan merangkul pinggang Angelina, sementara tangan yang lain tetap memegang mugnya.
"Bagus,,, aku tak sabar melihat pemandangan dari sini ketika pagi hari menjelang. Apalagi kalau nanti ada adengan matahari terbit." Ucap Angelina langsung membuat You tersenyum.
Pria itu mengeratkan pelukannya di pinggang Angelina, "besok pagi aku akan membangunkan mu supaya kita bisa menikmati matahari terbit nya.
"Ok,," jawab Angelina sembari menyerupu tehnya lalu kedua orang itu terus berdiri menikmati pemandangan.
Malam hari di pulau itu dilalui keduanya dengan bersantai di kamar mereka, sebab You belum mengizinkan Angelina keluar untuk berjalan-jalan.
Pria itu takut jika kesehatan Angelina memburuk, sebab perempuan itu belum istirahat setelah penerbangan mereka.
Sementara itu, di hotel yang sama pada lantai yang berbeda, Sherin dan Nyonya Jenkins baru saja tiba di kamar mereka masing-masing.
Sherin duduk sembari membongkar kopernya dan mengamankan obat yang diberikan oleh pria bertopeng padanya.
__ADS_1
'Tidak masalah jika mereka tidak mengijinkanku menggunakan obat ini di rumah mereka, maka aku bisa menggunakannya di pulau romantis ini.' pikir Sherin sembari tersenyum licik.
Perempuan itu menyimpan barang-barangnya dengan baik lalu memulai ritual malamnya sebelum beristirahat dengan nyaman.
Pada keesokan harinya, Sherin bangun dengan semangat dan melihat ponselnya, sebuah informasi dari pria bertopeng yang menyuruhnya datang ke sebuah restoran pada jam makan malam.
'Hah,, kalau berperangnya nanti malam, lalu apa yang akan kulakukan di seharian ini?' Sherin mengerucutkan bibirnya kini berpikir bahwa hari yang akan ia lalui akan begitu membosankan.
Sementara Sherin masih memikirkan hal yang akan ia lakukan pada hari itu, dia dikejutkan oleh bell kamarnya yang berbunyi.
Ding dong!
Ding dong!
Ding dong!
Jadi Sherin turun dari tempat tidur dan dengan kesal berjalan ke arah pintu.
Tenpa memeriksa siapa yang ada di balik pintu, Sherin langsung membuka pintu tersebut dan memperlihatkan wajahnya yang ramah.
"Halo!" Suara seorang pria dengan perut buncit yang gemuk tiba-tiba mengagetkan Sherin.
Sherin langsung menggertakkan giginya lalu dengan cepat perempuan itu mendorong pintu kamarnya agar tertutup.
Tetapi, pintu itu belum sepenuhnya tertutup ketika tangan pria itu lebih dahulu terulur ke dalam kamar hingga membuat pintunya tak bisa ditutup.
__ADS_1
Sherin sangat panik, "lepas!!!! Lepas!!!!" Teriak perempuan itu sembari mendorong pintunya, diq berusaha menutup pintunya dengan keras.
Tapi sayangnya, kekuatannya tidaklah lebih besar dari pria yang di depannya, jadi dengan cepat pintu itu terdorong dan semakin terbuka lebar.
"Ha ha... Tuan benar-benar baik memberi pekerjaan yang bagus!!" Ucap pria berperut buncit sembari memandangi perempuan bertubuh cantik di depannya.
Menghadapi bahaya, Sherin dengan cepat berlari ke arah kamar mandi dan menutup pintu kamar mandi.
"Sial!! Ponselku tertinggal di luar!!" Ucap Sherin dengan panik sembari mundur menjauhi pintu.
Dor dor dor....!!!
Gedoran pintu yang keras membuat Sherin semakin ketakutan dan semakin mundur ke belakang hingga ia tersandung oleh pinggir bath up.
"Ah!!!" Sherin terjatuh ke dalam bath up yang kosong.
"Ahhw!!!" Perempuan itu meringis memegangi sikunya yang terluka.
Dor dor dor!!!
"Sialan!! Buka pintunya!!!" Teriak pria dibalik pintu kamar mandi.
Suara pintu yang begitu keras di langsung membuat Sherin kembali mengabaikan lukanya, perempuan itu fokus untuk mencari sesuatu yang bisa menolongnya.
@Interaksj
__ADS_1
pengennya sih gitu, tapi otor tunggu2 blm ada nih yang lempar koin ke otor,, semuanya malah sibuk lempar permintaan, emang kalian pikir otor Tuhan bisa ngabulin semua permintaan kalian???