Budak Ranjang Tuan Muda You

Budak Ranjang Tuan Muda You
150.


__ADS_3

Angelina tiba di kamarnya, perempuan itu segera berganti baju, siap untuk menjenguk You ketika dia tiba-tiba teringat akan kelakuan You yang sudah menyakitinya.


'Apakah ini pilihan yang tepat? Pria itu telah begitu kejam padaku, haruskah aku begitu mudah memaafkannya?' Angelina berada dalam kedilemaan nya.


Tok tok tok...


"Sayang," terdengar Suara Raina dari balik pintu kamar.


"Ibu," Angelina membukakan pintu untuk Raina.


"Kau belum turun? Pengawal sudah menunggumu." Ucap Raina menatap putrinya.


Angelina menghela nafas, "Aku rasa aku tidak perlu menjenguknya." Kata Angelina yang merasa belum bisa memaafkan You.


"Kenapa? Dia adalah suaminu, aku dengar kondisinya kritis, dia butuh penguatan dan dukungan darimu." Ucap Raina yang merasa aneh dengan putrinya.


Apa alasan Angelina begitu benci pada You?


Angelina memikirkan kata-kata ibunya, 'Apakah benar dia butuh dukungan dariku? Tapi kenapa aku harus membantunya'


Angelina merasa bahwa You tak punya hak untuk mendapat perhatian darinya, sebab pria itu telah menyiksanya.


"Ibu tidak tahu apa alasanmu begitu sulit membuka hati untuk suamimu, tapi bayi dalam kandunganmu, kau harus memikirkannya, mereka punya ikatan batin. Jika sala satu terluka, yang lain ikut terluka," ucap Raina ketika ia melihat putrinya masih begitu sulit menggerakkan hatinya.

__ADS_1


Angelina menghela nafas memikirkan ucapan ibunya, "Hm,, baiklah, aku melakukannya hanya karena anakku, bukan karena aku memang perduli padanya." Ucap Angelina akhirnya berjalan ke lantai bawah.


Perempuan itu segera menghampiri Brano yang sudah menunggunya.


Dengan hati-hati Brano membukakan pintu mobil untuk Angelina lalu membiarkan perempuan itu masuk ke mobil.


"Nyonya, perjalanan kita 2 jam, jadi Nyonya bisa tidur sebentar." Ucap Brano saat pria itu sudah duduk di kursi kemudi.


"Hm, mengendara lah dengan cepat." Ucap Angelina mulai memejamkan matanya.


Perempuan itu baru membuka matanya saat Brano membangunkannya.


"Kita sudah sampai." Ucap Brano.


"Silahkan ikuti saya," kata Brano menuntun Angelina memasuki rumah sakit.


Begitu tiba di pintu kamar You, Brano langsung berkata, "Tuan ada di dalam, tapi dia tidak mengijinkan siap pun memasuki kamarnya. Jadi Nyonya silahkan masuk sendiri."


Angelina menatap pintu selama beberapa detik, ia masih begitu dilema untuk mengunjungi pria itu. Namun kembali mengingat ucapan Ibunya, Angelina akhirnya membuka pintu dan memasuki kamar.


Dilihatnya You sedang berbaring dengan mata terpejam.


Pria itu tidak tidur, hanya berbaring saja, jadi ketika merasakan seseorang memasuki kamarnya, You langsung berkata, "Keluar!"

__ADS_1


Angelina menghentikan langkahnya mendengar ucapan pria itu.


'Ternyata dia sangat tegas, pantas saja Tiara dan Marlin begitu takut padanya.' pikir Angelina.


Perempuan itu kemudian melanjutkan langkahnya ke dekat ranjang You lalu duduk di kursi.


Hal itu membuat You merasa kesal, "Bagus, kau mem,," You menghentikan ucapannya saat ia membuka mata dan melihat orang yang ada di dekatnya ternyata Angelina.


"Kau mengusirku?" Tanya Angelina menatap You.


You tak berkedip, pria itu memastikan penglihatannya sebelum memaksakan dirinya untuk duduk.


"Uhuk,, uhuk,," You merasa kesakitan, tapi dia tetap memaksa tubuhnya duduk menghadap Angelina.


Angelina langsung teringat kalau pria itu tak diijinkan untuk duduk, jadi dia melihat You yang terbatuk-batuk.


"Berbaringlah," katanya menatap You dengan tegas.


"Tidak, aku baik-baik saja." Ucap You dengan wajah pucat, namun tak bisa menyembunyikan kegembiraannya.


Akhirnya, orang yang ia tunggu kini datang menemuinya.


"Sepertinya kau baik-baik saja. Jadi aku akan pergi." Kata Angelina segera berdiri untuk meninggalkan You. Pria itu masih bisa berdebat, jadi tentu saja baik-baik saja.

__ADS_1


__ADS_2