
Drrtttt...... Drrtttt...... Drrtttt......
Drrtttt...... Drrtttt...... Drrtttt......
Ariston melirik ke arah ponsel yang diletakkan di atas nakas di samping tempat tidur Angelina.
SUAMIKU SAYANG
Tatapan pria itu langsung menggelap membaca nama yang tertera di sana.
'Dia menyimpan nama pria itu dengan nama SUAMIKU SAYANG? Apakah perempuan ini benar-benar mencintainya? Tapi kenapa?' ucap Ariston dalam hati sambil menggertakkan giginya, lalu melihat panggilan yang masuk itu mati.
Namun beberapa detik kemudian ponsel itu kembali bergetar.
Drrtttt...... Drrtttt...... Drrtttt......
Drrtttt...... Drrtttt...... Drrtttt......
Sambil mengatup erat-erat giginya, Ariston mengambil ponsel itu dan mengangkat panggilannya.
"Halo?" Pria itu langsung membuat kaget pria yang ada di seberang telepon.
__ADS_1
"Ini,, siapa ini?" Tanya You dengan suara yang jelas.
Suara itu membuat Ariston kembali mengerutkan keningnya, 'Apakah pria ini benar-benar khawatir akan istrinya? Tidak,, maksudku,, Apakah keluarga Jenkins memang benar-benar menerima Angelina di keluarga mereka?' pikir pria itu sambil menghela nafas, lalu dia berkata, "ini saya, Ariston. Nyonya Jenkins tertidur di tempat saya, jadi dia tidak bisa mengangkat telepon ini."
"Ah begitu, saya sekarang sudah ada di depan lift. Sebentar lagi akan tiba di apartemen Tuan Ariston." Terdengar suara You.
"Ah, kalau begitu saya akan membukakan pintu," ucap Ariston lalu pria itu mematikan ponselnya dan meletakkannya di atas nakas.
Lalu dia melirik ke arah tas Angelina yang diletakkan di samping ponsel itu.
Pria itu lalu membuka waktu tersebut dan mengambil sebuah lipstik dari dalamnya lalu menyimpannya di dalam kantongnya.
'Dengan begini, kita akan punya alasan untuk bertemu lagi,' ucap Ariston sambil tersenyum, lalu pria itu keluar dari kamar Angelina untuk membukakan pintu bagi You.
"Sayang," You langsung mendekati istrinya dan memperhatikan wajah perempuan itu dengan rasa khawatir.
"Sepertinya hari ini dia kelelahan, jadi dia tanpa sengaja tertidur di sofa ketika saya sedang berada di kamar adik saya. Karena dia sedang hamil, Jadi saya pikir tidak akan bagus baginya untuk tidur di sofa, jadi saya memindahkan nya ke kamar ini." Ucap Ariston sembari menahan rasa marahnya melihat You yang terlihat begitu tulus menyentuh Angelina.
'Aku juga setulus itu, bahkan lebih tulus dari itu. Tapi kenapa bukan aku yang kau pilih? Malah pria brengsek ini?!!!' geram Ariston dalam hati yang tidak mengerti dengan pikiran Angelina hingga perempuan itu bisa memilih pria lain yang perasaannya tak lebih tulus daripada yang ia miliki untuk perempuan itu.
"Terima kasih telah menjaga istri saya, Kalau begitu, sekarang saya akan membawanya pergi." Ucap You sembari membereskan barang-barang Angelina yang diletakkan di nakas.
__ADS_1
"Ini sudah larut malam, sudah jam 01.00 subuh, Bagaimana kalau kalian menginap dulu? Bagaiman pun, Nyonya Jenkins sedang hamil, jadi tidak baik untuknya kalau pergi malam-malam begini." Ucap Ariston langsung membuat You berpikir sesaat.
Dan setelah beberapa saat pria itu kemudian mengangguk dan berkata, "kalau begitu, maaf akan merepotkan Tuan Ariston."
"Saya senang bisa membantu orang lain. Kalau begitu, selamat tidur," ucap Ariston lalu berbalik pergi meninggalkan You dan istrinya.
You langsung mengunci pintu kamar, lalu pria itu masuk ke kamar mandi untuk mencuci wajahnya yang terasa lepek.
Setelah keluar dari kamar mandi pria itu menyadari bahwa baik dia maupun istrinya tidak menggunakan pakaian tidur, jadi pria itu merasa sedikit risih.
Tok tok tok...
Tiba-tiba suara pintu yang diketuk langsung membuat You berjalan ke arah pintu dan membuka pintu.
"Halo," seorang perempuan tersenyum ke arah You sembari di tangannya memegang beberapa pakaian, "Tuan Ariston menyuruh saya untuk memberikan ini pada kalian," ucap perempuan itu.
"Ah, terima kasih," kata You mengambil pakaian dari tangan perempuan itu dan masuk ke kamar menggunakan pakaiannya, serta membantu istrinya mengganti pakaian.
'Hm,, ukuran pakaian ini sangat pas dengan istriku, bahkan pakaian untukku juga begitu cocok di tubuhku.' ucap You dalam hati yang merasa begitu aneh dengan kebetulan seperti itu.
Tetapi pria itu tidak berpikir terlalu panjang dan hanya memilih berbaring di samping istrinya sembari memeluk perempuan itu untuk melewati malam mereka.
__ADS_1
@Dear reder
Maafff,, Otor masih sibuk, jadi tahan amarah kalian, karena beberapa waktu terakhir otor gak pernah buka komentar kalian,, update ini pun berantakan,, tapi reder mesti tahu kalau otor terus merindukan kalian bahkan ketika otor sedang berlibur di raja ampat.