
Ucapan pria di depannya langsung membuat Angelina memperlihatkan wajah tidak enaknya, "eh? Ke--"
"Jangan salah paham," sela Ariston, "adik saya yang sedang sakit adalah adik perempuan. jadi Nyonya tidak perlu berpikir macam-macam bahwa saya akan melakukan sesuatu yang buruk. Lagi pula kemah di sana juga ada dokter yang merupakan dokter perempuan," ucap Ariston.
Angelina langsung menganggukkan kepalanya, "ah,,, itu,," Angelina tetap saja tidak mau pergi ke apartemen pria itu, tetapi melihat hujan di luar semakin deras dan angin semakin kencang, dia merasa bersalah jika harus menahan pria itu di tempat itu.
Dan lagi, dia tahu bahwa Ariston pasti tidak akan bisa membiarkannya sendirian menunggu, sebab pria itu tahu bahwa dia sedang berada dalam kondisi hamil.
Maka dari itu, Angelina lanjut berkata, "kalau begitu saya akan menelpon suami saya dulu supaya dia menjemput saya di apartemen tuan. Oya, alamat apartemen tuan dimana?"
"Gedung A lantai 18." Jawab Ariston.
"Baik," kata Angelina menganggukan kepalanya, lalu perempuan itu menekan-nekan nomor ponselnya untuk menghubungi suaminya.
Drrrttt........ Drrrttt........ Drrrttt........
Drrrttt........ Drrrttt........ Drrrttt........
Tut tut tut.....
Panggilan ditolak.
__ADS_1
Angelina yang melihat layar ponselnya langsung menghela nafas lalu dia mengetik pesan pada suaminya.
*Jemput aku di alamat ini,* pesan Angelina menyertakan maps alamat Ariston.
*Baik sayang, telepon aku kalau kau sudah akan dijemput. Dan maaf me-rejeck panggilanmu, karena kami sedang membicarakan hal penting.* Pesan dari You langsung dibalas 'Oke' oleh Angelina.
Maka setelah itu, Angelina bersama Ariston pun pergi ke apartemen pria itu dan Angelina yang begitu berhati-hati memasuki apartemen langsung melihat seorang dokter perempuan yang duduk sambil menggeledah sebuah tas besar.
"Ah,, Tuan, Anda sudah kembali," ucap dokter itu langsung memberi salam pada Ariston.
"Bagaimana keadaan adikku?" Tanya Ariston.
Angelina yang memperhatikan kedua orang itu, ia hanya diam di tempatnya, lalu beberapa saat kemudian dia duduk di sofa sembari memperhatikan apartemen milik Ariston.
'Tidak ada satupun foto milik pria itu, maupun adiknya ditempel di ruangan ini. Sepertinya mereka orang yang sangat tertutup.' pikir Angelina dalam hati sembari memeriksa ponselnya untuk melihat perkiraan cuaca.
'Hah,,, kenapa bisa seperti ini?' ucap Angelina dalam hati yang merasa cemas melihat perkiraan cuaca.
Akan terjadi badai sampai larut malam.
Jadi perempuan itu langsung mengirim pesan pada suaminya, *aku sudah berada di apartemen milik tuan Ariston. Di sini ada dua orang perempuan lain, yaitu dokter dan adik dari tuan Ariston yang sedang sakit.
__ADS_1
"Aku juga baru saja membaca perkiraan cuaca, kalau badai akan terjadi sampai tengah malam nanti. Jadi, kau tidak perlu mengkhawatirkan ku.* Ketik Angelina lalu mengirimkan pesan itu pada suaminya.
Setelah selesai mengirim pesan, Angelina mengangkat wajahnya untuk mengintip ke arah kamar, namun tiba-tiba saja lampu meredup.
'Astaga,' ucap Angelina langsung menyalakan senter hp-nya, lalu perempuan itu juga melihat cahaya dari balik celah pintu kamar yang telah dimasuki oleh Ariston dan sang dokter.
"Apa yang harus saya lakukan?" Terdengar suara Ariston bertanya pada sang dokter yang bersamanya.
"Tidak ada Tuan, kita hanya perlu menunggu sampai keadaannya membaik." Suara dokter yang terdengar cemas.
Angelina yang mendengar itu hanya bisa menghela nafas, lalu dia berjalan ke arah jendela dan membuka gorden.
Dilihatnya seluruh kota sedang mengalami mati lampu. Sedangkan di langit, petir menyambar-nyambar seperti nyala api. Sangat mengerikan.
'Aku harap suamiku baik-baik saja,' ucap Angelina dalam hati kini merasa sangat cemas.
@info
sambil menunggu update, kalian bisa terjun bebas ke novel otor di bawa ini... wanita tangguh bernama Amira dengan suaminya yang bernama Fernando.
__ADS_1