Budak Ranjang Tuan Muda You

Budak Ranjang Tuan Muda You
174


__ADS_3

Setelah You bangkit, Angelina tak bisa menahan tangannya untuk terulur memegang tangan pria itu.


"Ayo lebih hati-hati," ucap Angelina menarik suaminya menjauhi batu-batuan.


Setelah daerah batu batuan terlewatkan, mereka akhirnya bisa berdampingan berjalan lalu meneruskan perjalanan mereka menuju alamat yang diberikan oleh Raina.


"Apa kau lelah?" Tanya You ketika mereka hampir tiba lalu dia melihat kening Angelina di penuhi bulir keringat.


"Aku tidak lelah," jawab Angelina dengan percaya diri melangkahkan kakinya semakin cepat.


Hal itu membuat You merasa khawatir dengan perempuan itu.


"Jangan terlalu cepat. Kau bisa terpeleset," ucap You memperingatkan istrinya.


"Ah, tidak apa-apa, aku sudah biasa," jawab Angelina terus melangkah diikuti You.


Setelah 30 menit, mereka akhirnya tiba di sebuah gubuk kecil yang sangat bersih dan terawat.


"Apa ini rumahnya?" Tanya You memperhatikan rumah di depannya, tangannya memberi kode pada pengawalnya agar memeriksa sekitar rumah tersebut.


"Hm,, harusnya ini," ucap Angelina melangkah ke arah pintu kayu yang terlihat tua.


Tok tok tok...

__ADS_1


"Permisi," ucap Angelina pada orang di dalam rumah.


"Siap--" pria yang membuat pintu langsung mengenali dua orang di depannya.


Jadi dia menghentikan ucapannya lalu menutup pintu dengan keras hingga menimbulkan suara.


'Sial!!' Mengapa mereka di sini?!' pria itu dengan panik berkemas lalu bergegas ke pintu belakang untuk melarikan diri.


Tapi begitu membuka pintu, dua orang pengawal langsung menghadangnya.


"Apa yang kalian inginkan?!!" Tanya pria itu dengan suara ketakutan.


"Bawa dia!" Salah seorang pria langsung memberi perintah saat melihat pria di depannya tampak menghindari mereka.


Para pengawal You pun membawa pria itu ke hadapan You dan Angelina.


"Baik Tuan," jawab para pengawal mulai memeriksa rumah pria tersebut.


Sementara You, dia mendekati pria di depannya lalu merampas tas yang ada di punggung pria itu.


"Uang?" Angelina mengerutkan keningnya melihat apa yang diselamatkan pria itu hanyalah tumpukan uang kertas.


"Tolong jangan di ambil, itu uang untuk perawatan putriku!" Kata pria itu dengan wajah penuh kecemasan menatap You yang memegang di tumpukan uang kertas.

__ADS_1


"Dari mana kau mendapatkan uang sebanyak ini?" Tanya You melepaskan uang itu lalu mendekati pria di depannya.


"Itu,, hanya saya dapatkan dari seorang pria dermawan." Jawab sang pria.


"Apakah dari pria yang menyuruhmu untuk meracuniku?" Tanya You dengan tatapan tajam seolah menembus mata sampai ke belakang leher pria itu.


"A,, apa yang tuan bicarakan?? Sa,, saya tidak pernah meracuni seseorang, apa lagi orang seperti Tuan," ucap pria itu dengan tubuh gemetar.


Mendengar ucapan pria di depannya, You langsung berdiri lalu merangkul istrinya menjauh dari pria itu.


"Buat dia berbicara dengan jujur!" Perintah You terus berjalan meninggalkan para pengawal nya yang kini memegangi pria tadi.


"Baik Tuan," jawab sang pengawal lalu mereka mulai memaksa pria itu berbicara.


Tiara yang masih tinggal di sana melihat para pengawal memukuli pria pemilik gubuk, ia langsung membeku di tempatnya melihat kebrutalan para pengawal You.


"Tiara kemarilah," tiba-tiba suara Angelina langsung menarik Tiara dari peterpankuannya lalu perempuan itu segera mengikuti Angelina yang sudah berjalan menjauh bersama You.


"Baik Nyonya," ucap Tiara langsung mengikuti dua orang itu lalu mereka pergi ke tempat yang lebih sepi.


"Jangan terlalu keras pada pria itu, di bilang dia punya putri yang sedang sakit," ucap Angelina yang merasa kasihan pada putri pemilik gubuk.


"Pengawal tahu yang mereka lakukan," ucap You mempererat rangkulannya.

__ADS_1


"Baiklah," jawab Angelina kini merasa khawatir dengan nama yang akan diucapkan oleh pemilik gubuk.


'Bagaimana kalau Hendra benar-benar menjadi dalang di balik semua ini? Apa yang harus kulakukan pada pria itu?' pikirnya merasa cemas, karena meski Hendra berbuat buruk, Angelina masih mengingat bagaimana pria itu menolong dan melindunginya dengan baik selama dia berada di negara C.


__ADS_2